
“Kamu kenapa mas?” Tanya Nadia kepada gilang ketika melihat suaminya seperti yang banyak pikiran.
“Aku gapapa sayang, emangnya aku kenapa?”
“Yakin? Aku perhatikan kamu seperti yang banyak pikiran mas”
“Iya aku mikirin mau gaya seperti apa lagi nanti di kamar kita” Goda nya.
“Mas mesume” ucap nya sambil malu malu, karena muka nya sudah mulai memerah.
“Hahaha. Aku makin gemash sama kamu, ingin ku makan kamu saat ini juga sayang”
“Ish maaaas kamu tuh ya” Jawab nya dan Gilang pun kembali tertawa.
***
“Mas kira-kira kita beli apa ya buat di bawa ke Indonesia?” Tanya Nadia kepada Gilang sambil bergelayut manja di lengan kekar suaminya.
“Terserah kamu saja sayang. Mas ikut saja apa yang kamu mau”
“Ya aku tau jawaban kamu pasti seperti itu, maka dari itu aku nanya sama kamu mas” Ucap nya sambil mencebikan bibir nya karena kesal. Gilang yang melihat itu pun tersenyum manis melihat tingkah istrinya.
Sudah 30 menit berlalu pasangan suami istri itu sudah berada di pusat perbelanjaan tetapi masih belum ada satu pun yang di beli oleh Nadia, karena memang Nadia tidak pandai berbelanja seperti wanita lain. Karena keseharian Nadia hanya berada di kampus, rumah dan rumah sakit miliknya sebelum dirinya memilih untuk bekerja di rumah sakit sang suami.
Sudah masuk ke beberapa toko namun tetap saja tidak ada satu pun yang di beli oleh Nadia. Dan tanpa sepengetahuan dari Nadia sendiri, sebenarnya Gilang sudah membeli semua barang yang tadi di lihat dan di sentuh oleh Nadia dari beberapa toko tersebut oleh anak buah yang membuntuti mereka.
“Mas aku kebelet, aku mau ke toilet dulu ya”
“Oke sayang. Mau mas antar?”
“Ih mas apa sih”
“Mas hanya becanda, yaudah gih sana jangan lama-lama ya mas tunggu disini”
“Iya mas”
Nadia pun pergi ke toilet. Setelah melihat kepergian Nadia, Gilang pun memanggil sang Asisten untuk menceritakan semua nya. Hen pun mendekat ke arah bos besarnya itu.
“Bagaimana Hen?”
“Sejauh ini aman bos, tidak ada yang mencurigakan”
Gilang pun menganggukkan kepala nya “Apa maksud Mey kembali lagi Hen?”
“Seprtinya Nona Mey kembali bukan untuk balas dendam tuan, tetapi karena Nona Mey ingin
melahirkan anak nya di Indonesia”
“Terus kenapa dia harus ganti identitas nya?”
“Karena nona Mey takut identitas nya terlacak oleh anda, maka dari itu nona Mey mengganti semua identitas nya dengan menggunakan nama yang di berikan oleh suami nya itu”
Gilang yang mendengarnya pun manggut-manggut tanda mengerti “Tapi tetap penjagaan harus tetap ketat sampai Mey kembali ke asal nya dan aku selesai honeymoon”
“Iya bos”
“Bagaimana dengan perusahaan?”
“Nina bisa menghandle nya bos”
“Oke kalau gitu”
“Saya permisi bos”
“Ya”
Setelah kepergian Hen, Gilang mengambil ponsel nya untuk menunggu Nadia yang masih berada di toilet.
“Mas sudah”
“Yaudah ayo kita belanja lagi”
“Kayanya ga perlu deh mas, kita langsung pulang aja, aku bingung mau beli apa. Nanti deh kalau di jalan aku liat sesuatu yang unik aku akan beli”
“Sesuai keinginan istriku” Jawabnya sambil tersenyum.
***
Hen mengerenyitkan dahi nya ketika mendapatkan nama Nina di layar ponsel nya. Tumben sekali Nina menghubungi nya, pikirnya. Hen pun mengangkat telpon nya itu.
Hen : Ada apa?
Nina : Apa kau sedang bersama Tuan muda?
Hen : Tidak. Ada apa Nina?
Nina : Ada yang mencari tuan muda tadi. Tapi aku bilang kalau tuan muda akan cuti selama seminggu. Dan dia langsung pulang lagi aja tanpa menitipkan pesan apapun.
Hen : Siapa?
Nina : Queen Zealee.
Tuut….. Hen langsung mematikan sambungan telponnya setelah mendengar siapa yang mencari bos nya itu.
“Shiiittt!!! Sepertinya Nona Mey mau mengusik tuan muda lagi” Umpat Hen.
“Kalau emang mau mengusik kenapa informasi nya hanya untuk melahirkan di Indonesia saja?”
“Sepertinya ada yang tidak beres” Monolognya dalam hati.
“Ayo kita kembali, siapkan helicopter pribadi keluarga Mahendra untuk terbang besok”
“Siap bos”
Asisten Hen dan anak buahnya pun kembali ke tempat yang sudah di sipakan oleh Asisten Hen. Dan menyiapkan semua keperluan untuk besok terbang ke Paris.
***
Setelah puas bermain seharian, kini kedua pasang suami istri pun telah kembali ke hotel yang sudah di siapkan oleh Vika dan juga RAfel. Mereka berdua pun berjalan sambil bergandengan tangan.
“Mas ini belanjaan punya siapa?” Tanya Nadia dengan mata melotot karena terkejut ketika membuka pintu kamar hotel milik mereka sudah banya belanjaan yang tersusun rapih di hadapan nya kini.
“Kamu”
“Aku? Sejak kapan mas? Kayanya tadi aku ga belanja apa apa deh”
“Iya kamu ga belanja apa-apa tadi, tapi aku beli semua barang yang kamu liat dan
yang kamu sentuh di setiap toko yang kamu masukin”
“Haaaaa???” Kata Nadia kembali melongo kan mata nya.
“A… apa kata mu mas? Semua yang aku sentuh dan aku lihat?” Tanya nya dan diangguki oleh Gilang.
“Iya sayang”
“Kamu serius?”
“Iya sayang, mas serius. Kamu bisa cek sendiri”
“Makasih ya mas udah mau beli semua ini padahal aku ga minta, dan yaa barang sebanyak ini untuk apa? Kita kan hanya membagikan nya ke keluarga”
“Terserah kamu saja. Ini barang sudah jadi milik mu. Karena aku udah beliin kamu semua ini, aku minta hadiah dari kamu sekarang” Ucapnya sambil mendekat ke arah Nadia.
Nadia pun menoleh ke arah suami nya “Maksudnya gimana mas?”
“Kamu pasti ngerti maksud aku”
“Tapi kan aku ga minta kamu buat beliin aku mas”
“Tapi aku udah beliin kamu loh sayang” Ucap nya semakin mendekat.
“Tapi aku belum mandi mas”
“Gapapa sayang”
“Tap…” Ucapnya terpotong karena Gilang sudah membungkam bibir manis istrinya itu.