
Keesokan hari nya
Brakkk!!! Lagi lagi terdengar suara gebrakan meja karena emosi yang sudah meluap luap.
"Apa lu bilang hen?" Tanya Gilang tajam yang sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi.
"Meylani yang sudah memerintah kan anak buah nya untuk mencegat anda di jalan tadi bos, agar anda telat sampai di tempat di mana Rafel akan melamar nona muda Kayla" Jelas nya.
Prangggggg.....
Gelas air minum yang sudah berada di meja nya pun terlempar oleh tangan kekar Gilang entah kemana ketika mendengar bahwa wanita pujaan nya di lamar oleh orang lain.
"Sialan!!!"
"Meylani" Teriak Gilang.
"Ayo kita ke tempat Meylani sekarang juga" Ucap Gilang dengan emosi yang sudah meluap luap.
***
Di Kediaman Rafel
Prok... Prok... Prok....
Suara tepuk tangan yang sudah tidak asing lagi bagi si pemilik rumah. Siapa lagi kalau bukan suara tepuk tangan dari Meylani yang memberikan apresiasi kepada Rafel setelah mendengar apa yang sudah di lakukan oleh sepupu nya itu.
Rafel yang melihat kedatangan dari sang sepupu pun hanya diam membisu saja. Karena ia tidak ingin bertengkar dengan sang sepupu itu.
"Aku ucapkan selamat untuk mu"
"Untuk?"
"Karena kau sudha berhasil mengabul kan segala keinginan ku"
"Aku tidak mengikuti perintah mu sama sekali Mey"
"Iya aku tau, kamu melakukan ini karena keinginan mu sendiri. Tapi ini yang aku mau kau resmi melamar Kayla dan aku akan melihat wajah sedih seorang Gilang Mahendra"
"Aku sudah bilang pada mu Mey, jangan libatkan aku dengan balas dendam mu itu. Kamu tau aku itu sudah benar benar terlanjur sayang kepada Kayla"
"Yayayaya, tapi secara tidak langsung kau sudah masuk kedalam masalah ku Rafel, karena kau adalah sepupu ku"
"Kau nikmati saja lah peran mu sekarang" Lanjut Meylani sambil tersenyum sinis dan melangkah keluar dari rumah Rafel untuk kembali ke rumah nya itu.
***
"Nadiaaa?" Panggil Keynan stelah sampai di apartemen milik adik nya itu.
"Sifaaa.." Panggil nya lagi.
"Iya" Jawab Sifa dan Nadia bersamaan dan langsung melangkah kan kaki nya menuju ruang keluarga.
"Kaka..?" PAnggil Nadia.
"Duduk" Titah Keynan dengan wajah dingin nya itu.
Keynan yang sudah mengetahui segala nya tentang Rafel. Sejak tadi di Jet pribadi milik nya ia sudah bergelut dengan segala macam pikiran nya yang sudah kalut itu.
Flashback on
Pagi hari saat Key baru membuka mata karena getaran yang tidak henti-henti nya dari ponsel milik nya itu. Key pun melihat nama yang tertera di layar ponsel milik nya, tertera jelas nama sang asisten lah yang menghiasi layar ponsel nya itu. Keynan pun menggeserkan icon hijau untuk mengangkat panggilan sang asisten.
**Keynan : ** Ada apa?
Asisten Fai : Ada informasi penting bos.
Keynan : Tentang?
Asisten Fai : Rafel.
Keynan : Katakan.
Asisten Fai : Jadi bos, Rafel adalah sepupu dari Meylani, mantan dari Gilang yang ingin membalaskan dendam nya kepada Gilang melalui nona muda.
Keynan : Apa kamu bilang? Wanita itu ingin mengusik adik ku?
Asisten Fai : Iya tuan muda. tapi Rafel tidak mengikuti perintah dari Meylani itu, rafel mengikuti kata hati nya untuk melamar nona muda Nadia semalam.
Keynan : Melamar?
Keynan : Kau tunggu di bandara sekarang, kita berangkat sekarang juga ke London.
Asisten Fai : baik bos.
Tut... Sambungan pun di putus oleh Keynan.
Keynan pun langsung bangkit darii tempat tidur nya dan bergegas untuk mandi karena ia akan segera berangkat menuju London.
"Key kamu mau kemana nak?" Tanya sang bunda ketika sudah melihat sang anak sulung nya memakai pakaian santai tapi masih terlihat rapih itu.
"Aku mau ke London bunda" Jawab Keynan dengan lembut padahal ia sudah dongkol dan ingin meninju orang itu sesegera mungkin.
"Loh, ko sekarang? Bukan nya agenda nya minggu depan ya nak bareng ayah dan bunda?" TAnya nya lagi.
"Ada yang harus kaka kerja kan di London bun bersama dengan Asisten Fai"
"Apa itu masalah besar?" Tanya sang ayah.
"Bukan yah, ini hanya masalah spele saja"
"Yaudah kalau gitu kamu hati hati ya. Kalau ada masalaha yang serius hubungi kami" Ucap ayah.
"Baik yah"
"Yaudah kalau begitu kaka berangkat ya yah, bun"
"Iya nak hati hati" Ucap sang bunda.
Keynan pun segera membawa mobil nya dengan kecepatan penuh agar segera sampai ke bandara.
Flashback off
"Ada apa ya ka?" Tanya Nadia.
"Apa benar kamu di lamar oleh Rafel?"
"Iya ka benar"
"Dan kamu menerima nya?"
"Iya ka"
Brakk...!!! Keynan pun menggebrak meja yang ada di hadapan nya.
Sifa dan Nadia pun terlonjak kaget melihat ke marahan Keynan yang tak biasa itu.
"Key" Panggil sifa lirih karena takut.
"Apa kamu tau Nadia. Kalau pria yang kamu terima itu adalah sepupu dari mantan Gilang yang akan membalas kan dendam nya kepada kamu" Marah nya Keynan.
Deg...
"Apa maksud mu Key?" Tanya Sifa karena Nadia menjadi diam mematung setelah mendnegar penuturan dari sang kaka.
"Ya. Rafel adalah sepupu dari Mey mantan Gilang. Dia menggunakan Rafel untuk membalaskan dendam nya kepada Gilang melalui Nadia"
"Engga mungkin ka"
"Mungkin"
"Asisten hen" Panggil Keynan.
"Iya bos"
"Cari rumah pria itu sekarang, dan kita akan berangkat kesana sekarang juga"
"Baik bos" Jawab Asisten Fai dans egera meninggalkan apartemen Nadia.
"Itu ga mungkin kan sif?" Tanya Nadia lirih.
"Kamu tenangin diri kamu dulu ya Kay. Kita akan segera mengetahui kebenaran nya" Ucap sifa menenangkan Nadia.
***
DI kediaman Meylani
Plakk..... Suara tamparan yang cukup keras di pipi mulus milik Mey.