
Sedangkan di ruangan Kayla
“Haduh ko banyak banget pengawal ya? Emang bakal ada apa sih? Bakal ada ******* kah?” Gumam Maya dalam hati.
“Aku harus bilang nih sama Dokter Kayla” Monolog nya lagi dan kemudian mengambil ponsel nya untuk menghubungi Kayla.
Maya : Hallo Dok.
Nadia : Iya may ada apa? Saya masih ada di perjalanan, mungkin lima belas menit lagi saya sampai di rumah sakit.
Maya : Itu dok, anu.
Nadia : Kenapa may?
Maya : Di depan ruangan Dokter banyak pengawal nya dok. Dokter hati hati ya takut ada ******* atau ada orang yang mau celakai dokter jadi banyak pengawal gini deh.
Nadia : Kamu beneran May?
Maya : Iya bu Maya beneran, ibu cepet kesini aja deh.
Nadia : Iya May, saya akan segera sampai.
Tuut…
***
Ceklek.
“Dokter udah datang? Bener kan dok apa yang maya bilang” Cerocos Maya ketika melihat Nadia yang sudah datang.
“Iya May kamu bener, mana banyak lagi pengawal nya”
“Tapi ibu ga kenapa-napa kan bu?”
“Iya may, saya gapapa ko”
“Oh ya bu. Ibu tau ga kalau muka dokter Reno banyak lebam lebam nya”
“Yang bener kamu May?”
“Iya bu Maya bener”
“Kamu kata siapa May?”
“Maya liat sendiri bu tadi, soal nya kan tadi Maya mau keluar terus ketemu sama Dokter reno, kaya nya dia mau periksa pasien nya deh bu”
“Oyaudah kalau begitu, kita lanjut bertugas saja May”
“Baik bu” Nadia pun memilih untuk bertugas di rumah sakit nya, diri nya tidak ingin Reno dalam masalah lagi, maka dari itu Nadia lebih memilih untuk diam. Karena Nadia yakin ini adalah ulah dari Gilang sang tunangan nya.
***
Di kediaman Keynan
“Bababababa… hihihi” Celoteh anak berusia sekitar 5 bulan.
“Aduh anak cantik nya mami” Ucap sang mami.
“Bababababa..” Celoteh nya lagi sambil memasukan jari jempol nya ke dalam mulut nya menandakan bahwa diri nya haus.
“Kila haus ya nak? Ayo kita mimi dulu ya” Kata Sifa.
Anak kecil itu adalah Shakila, anak dari Keynan dan juga sifa, kini usia nya menginjak lima bulan, bayi itu sungguh sangat gembil dan menggemaskan, bibir dan mata nya sangat mirip dengan Nadia. Anak itu mirip sekali dengan sang papi. Sifa sempat merajuk ketika sang anak lebih dominan kepada suami nya itu.
Kini dirumah besar itu, hanya ada sifa, shkaila dan beberapa ART saja. Karena Keynan yang sedang berada di perusahaan nya. Keynan akan pulang saat makan siang, karena jarak dari rumah nya ke perusahaan hanya membutuh kan waktu tiga puluh menit saja.
“Sayangnya mami” Kata Sifa kepada sang anak.
***
“Ka Riko, bantu aku buat ketemu sama ka Gilang” Rengek Vio kepada riko.
“Engga Vi, kaka sudah bilang jangan dekati Gilang lagi, Gilang sudah memiliki tunangan sekarang”
“Ka Riko tega sama aku?”
“Vio, kamu cantik, pasti banyak cowo yang mengejar diri mu, sudah lupakan saja ya ka Gilang” Bujuk nya.
“Engga ka, Vio ga mau, Vio mau nya Cuma ka Gilang aja ga ada cowo lain yang bisa masuk ke hati Vio selain ka Gilang” Kata Vio keukeuh. Riko yang mendnegar nya pun hanya menggelengkan kepala nya saja. Riko sudah tak mengerti harus bagaimana lagi diri nya menghadapi sepupu nya itu yang sangat tergila-gila kepada sang sahabat
Riko yang libur dari tugas nya memilih untuk berdiam diri di rumah sebelum diri nya menjemput sang kekasih dari tempat kerja nya.
“Baik. Kalau kaka ga mau temuin aku sama ka Gilang, aku sendiri yang akan menghancurkan hubungan ka Gilang dengan tunangan nya itu” Tegas Vio dengan sorot mata yang tajam.
Riko yang mendengar nya pun membelalakan mata nya. Bisa bisa nya Vio berkata seperti itu, tidak ada takut-takut nya kepada Gilang “Kamu bilang apa barusan?!” Tanya Riko dengan suara sedikit meninggi.
“Aku bilang aku akan merusak hubungan ka Gilang dengan tunangan nya jika kaka tidak mau mempertemukan aku dengan Ka Gilang sekarang juga!”
“Kamu! Tidak usah macam-macam Vio. Kamu itu kesini untuk kuliah, untuk menimba ilmu bukan untuk mencari pria!!”
“Vio ga peduli” Jawab nya langsung berlari ke dalam kamar nya.
Riko yang melihat kepergian dari sang sepupu pun mengusap wajah nya gusar. Diri nya bingung harus seperti apa, Gilang pasti akan marah besar kepada Vio.
Riko pun langsung menyambar ponsel nya dan mencari nama Gilang yang berada di dalam ponsel nya itu.
Tuut..
Riko : Hallo lang.
Gilang : Ada apa rik? Lo ganggu gua aja, gua lagi sibuk.
Riko : Gue mau ketemu lo jam makan siang di café biasa.
Gilang : Ada apaan?
Riko : Pokoknya gue tunggu lo di sana.
Tuut… tut… tut…
“Gue harus kasih tau ini ke si Gilang, biar vio dan gilang sama sama aman” Gumam nya. Riko pun bersiap untuk menuju café yang sudah di janjikan sebelum nya kepada Gilang.
***
“Ada apa ya kira-kira?” Pikir Gilang.
“Hen, ada jadwal apa lagi setelah ini?” Tanya Gilang kepada sang asisten nya.
“Setelah jam makan siang, anda ada janji bertemu dengan klien tuan muda”
“Baik, kamu bisa undur sampai jam satu”
“Baik” JAwab Asisten hen dan Gilang pun kembali dengan pekerjaan nya.
***
Sedangkan di kamar yang bernuansa merah muda itu. Terlihat seorang gadis sedang berguling guling memikirkan rencana apa yang harus ia lakukan agar bisa merusak hubungan sang pria pujaan nya dengan wanita tunangan nya itu.
“Haaah… aku jadi bingung harus melakukan apa” Ucap Vio.
“Ah aku tau” Kata nya dan mengambil ponsel nya mencari nama teman dekat nya itu.
Vio pun menghubungi teman dekat nya.
Di telpon
Vio : Hallo ra?
Rara : Iya Vi ada apa?
Vio : Apa besok kamu ada acara Ra?
Rara : Engga Vi. Kenapa?
Vio : Oke. Kalau gitu aku akan jemput kamu besok jam dua belas siang ya. Temani aku bertemu dengan pria tampan.
Rara : baiklah.
Vio : Ya sudah aku matikan ya Ra.
Rara : Iya Vi.
Tu.. Tut.. Tut.. Sambungan telpon pun di putus oleh Vio.
Vio pun tersenyum “Kamu lihat saja ka apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkan kamu” Ucap nya dengan senyum sinis nya.