
“Nadia, aku tau aku bukan lah pria yang baik, aku adalah pria brengsek yang pernah membuat mu terluka di masalalu, karena aku adalah laki laki yang brengsek, aku ingin kamu merubah ku, menemani hari hari ku, membantu ku untuk menjadi pria yang lebih baik lagi dari sebelum nya, menemani hari hari ku yang sepi ini, warnai kehidupan ku yang kurang berawarna ini. Nadia, WILL YOU MARRY ME?”
Dengan masih keterkejutan nya Nadia pun menjawab “Yes I will”
Duar..
Duar..
Duar…
Kembali terdengar suara letusan kembang api yang sudah di luncurkan ke atas langit malam yang indah. Nadia kembali di buat terharu ketika melihat keluarga nya dan keluarga Gilang berada di tempat yang sama dengan diri nya.
“Terimakasih Gilang terimakasih. Aku seneng banget” Ucap nya masih di dalam dekapan Gilang.
***
Kabar lamaran Nadia dan Gilang tersebar luas dengan sangat cepat, Rafel dan vika pun sampai mendengar kabar tersebut. Sebenarnya Rafel sudah mengetahui nya terlebih dahulu, karena Asisten Hen memberikan pesan kepada Rafel tentang lamaran ini.
Flashback On
Malam hari di Singapore
Rafel masih berkutat dengan beberapa berkas dokumen yang sedang ada di genggaman nya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tetapi Rafel masih saja berada dalam perusahaan nya itu. Hal yang sudah tak biasa lagi bagi Vika jika sang suami selalu sibuk dengan pekerjaan nya. Vika tak bisa untuk menegur dan memberikan komentar nya kepada Rafel, karena Vika mengerti Rafel adalah anak tunggal dari mertua nya, jadi wajar saja jika Rafel selalu di sibukkan dengan pekerjaan nya.
Kini Vika tengah berbadan dua, kehamilan nya yang pertama ini membuat dua keluarga bahagia begitu pun dengan Rafel. Walaupun Vika hamil tapi tetap saja Rafel masih sibuk dengan pekerjaan nya. Meski begitu, Rafel tetap menuruti kemauan sang istri.
Dret… Dret… Dret… Ponsel rafel bergetar.
Rafel pun melirik sekilas ke layar ponsel nya melihat siapa yang mengganggu nya.
“Asisten Hen” Ucap Rafel sambil menaikan satu alis nya.
“Ada apa? Ga biasa nya asisten Hen menghubungi ku” Lanjutnya lagi.
Rafel pun mengambil ponsel nya dan mengangkat telpon nya itu.
Asisten Hen : Hallo selamat malam tuan muda Rafel.
Rafel : Malam hen, ada apa kau menghubungiku malam malam begini? Apakah ada hal penting?
Asisten Hen : Saya ingin memberi kan undangan untuk anda dan istri, tuan muda.
Rafel : (Menaikkan satu alis nya) Undangan apa ya Hen? Apakah kamu akan menikah?
“Oh Good tuan muda Rafel, pemikiran anda adalah pemikiran yang sangat mustahil” Gumam Hen dalam hati.
Rafel : Hallo Hen?
Asisten Hen : Ah iya tuan muda maaf. Saya ingin memberikan undangan tunangan tuan muda Gilang dengan nona muda Nadia.
Deg…
Rafel terdiam mendengar perkataan dari Hen.
Asisten Hen : Hallo tuan muda? Apakah anda tidak apa-apa?
Rafel : Iya Hen saya masih ada dan tidak apa-apa.
Asisten Hen : Jadi, bagaimana tuan muda? Apakah anda dan istri bisa datang ke acara lamaran tuan muda Gilang?
Rafel : Hari apa?
Asisten Hen : Hari sabtu ini tuan muda, pukul 7 malam tempat nya di Pantai Anyer.
Rafel : Baik, akan saya usahakan. Saya akan mengabari lagi jika saya tidak bisa.
Asisten Hen : Baik tuan muda. Kalau begitu saya akan matikan telpon nya.
Rafel : Ya.
Tuut… Panggilan pun di tutup oleh Hen.
“Akhir nya kalian kembali bersama lagi” Gumam Rafel dengan senyum miris nya.
Rafel pun memilih untuk pulang ke rumah nya. Ia pun mengambil jas nya yang bertengger di kursi kebesaran nya itu.
Flashback off
Kini kedua nya tengah duduk di kasur king size nya sambil memberikan sentuhan lembut di perut besar sang istri. Kehamilan vika memasuki angka delapan bulan yang dimana sebentar lagi kedua pasutri ini akan bertemu dengan anak nya, buah cinta mereka.
“Mas gapapa?” Tanya vika kepada Rafel. Ketika melihat internet ada berita yang memunculkan berita tentang lamaran dari Gilang dan juga Nadia.
“Yakin mas kamu gapapa?”
“Iya vika aku yakin” Jawab nya dengan memberikan senyum manis nya itu.
“Apa Gilang engga mengundang kita mas?”
“Ngundang ko”
“Loh kapan mas?”
“Hari kamis kemarin”
“Maaf, maaf aku ga bilang sama kamu, soalnya pas aku liat kamu udah tidur nyenyak aku ga tega buat bangunin kamu. Pas besok nya aku mau bilang aku lupa”
“Oh gitu. Terus kenapa kita ga kesana mas?”
“Buat apa sayang?”
“Buat ucapin selamat dong mas. Emang kita ga akan ucapin selamat ke Nadia sama Gilang?”
“Kamu mau ke sana?”
“Iya mas aku mau kesana. Udah lama juga aku ga ke Indonesia mas”
“Oke. Aku akan siapkan penerbangan kita”
“Oke mas”
Rafel pun menghubungi orang kepercayaan nya untuk menyiapkan penerbangan nya besok hari. Dan tak lupa diri nya pun mengabari Asisten Hen bahwa diri nya akan berkunjung ke Indonesia besok pagi.
***
Di Indonesia
Tok… Tok… Tok…
Hen mengetuk pintu ruang kerja sang bos nya.
“Masuk” Teriak Gilang dari dalam.
“Ada apa?” Lanjut Gilang ketika melihat bahwa sang asisten lah yang masuk kedalam ruangan nya.
“Tuan Rafel akan berkunjung kemari besok pagi”
Gilang yang mendengarnya pun mengehentikan sejenak pergerakan nya dari laptop yang kini ada di hadapan nya itu.
“Baiklah, siapkan anak buah kita untuk menjaga Rafel dan istri nya, dan siapkan tempat dan juga jemput mereka di Bandara” Ucap nya sambil melanjutkan pekerjaan nya.
“Baik bos” JAwab nya dan Asisten Hen pun mempersiapkan semua nya dengan baik tanpa ada cacat sedikit pun.
***
Keesokan harinya.
Rafel dan Vika pun berangkat dari Singapore menuju Indonesia dengan menggunakan jet pribadi nya.
Setelah menghabiskan berjam jam di perjalanan, akhir nya Rafel dan Vika pun sampai di Indonesia. Mereka pun turun dari jet pribadi nya kemudian jalan keluar dari Bandara.
“Selamat siang tuan muda. Saya di perintahkan oleh bos Gilang untuk mengawal anda sampai ke hotel tempat anda menginap” Ucap salah satu pengawal Gilang.
“Siang. Baik” Jawab nya.
Rafel pun ikut dengan pengawal yang di perintahkan oleh Gilang.
“Jakarta banyak perubahan ternyata” Gumam nya yang masih terdengar oleh Rafel.
Cup..
“Kita akan berlibur di sini selama seminggu. Jadi kamu bisa puas-puasin rasa rindu kamu di sini sayang” Ucap nya dengan memberikan senyuman dan kecupan di dahi nya sambil mengusap lembut perut nya itu.
Dug.. Dug.. Dug.. Tendangan dari sang bayi yang ada di dalam perut Vika.
“Wah ternyata kamu juga seneng ya sayang” Kata Vika dengan tersenyum.
“Aku akan selalu membahagiakan kalian berdua. Tegur aku jika aku salah dan keterlaluan ya sayang”
“Iya papih” Jawab Vika dengan suara khas anak kecil. Mereka berdua pun terkekeh.