Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Hadiah Vika dan Rafel



Bruk.. Nadia pun langsung berlari dan langsung menutup tubuh nya dengan selimut tebal yang berada di kasur king size itu.


Gilang hanya mengerenyitkan dahi nya saja ketika melihat tingkah istri nya itu malam inu. Memang sangat menggemaskan.


Gilang yang memang sudah ngantuk pun ikut berbaring di kasur king size itu.


Merasakan ada yang mendekat, nadia pun melihat ke arah Gilang "Emm mas... Apakah" Belum sempat Nadia melanjutkan perkataan nya Gilang sudah memotong ucapan Nadia dengan kecupan singkat di bibir mungil itu.


Cup..


"Ayo kita tidur, sudah malam. Aku tidak akan melakukan apapun kepada mu sayang. Aku tau kamu sangat lelah" Ucap nya dengan ikut masuk kedalam selimut Nadia.


"Tapi mas, ini kan.." Lagi lagi Gilang memotong ucapan nadia.


"Kita akan melakukan nya nanti, sambil kita honeymoon sayang"


Blush.. Pipi Nadia kembali merona ketika mendengar kata 'honeymoon'


"Ayo sayang" Ajak Gilang dengan memeluk tubuh Nadia.


Nadia yang merasa nyaman pun tidak menolak pelukan suami nya itu. Nadia pun ikut terlelap bersama Gilang.


***


Matahari sudah mulai merambat untuk naik ke permukaan, terlihat dua insan masih saling memeluk dalam dekapan hangat dari pasangan yang memiliki kasih dan cinta yang sangat besar.


Ya mereka adalah Nadia dan Gilang yang baru saja melangsungkan acara pernikahan kemarin sore hingga malam. Kini pasangan itu masih merajuk asa dalam dekapan hangat sang suami siaga nya yang sudah bertobat dari predikat playboy nya.


Nadia yang mulai terusik karena merasa berat dalam perut nya pun membuka mata nya secara perlahan. Dilihat lah laki laki yang baru saja kemarin mengucap kan janji pernikahan di hadapan banyak orang dengan satu tarikan nafas nya.


Nadia pun tersenyum mengingat bahwa kini diri nya sudah SAH menjadi nyonya MAHENDRA dan melepaskan marga yang sejak kecil iya gunakan yaitu KAMIL.


Nadia pun memberanikan diri nya untuk menyentuh wajah suami tampan nya itu.


Cup...


Kecupan selamat pagi mendarat di kening Nadia.


Nadia melongo takjub dan merasa malu bahwa ketahuan mendambakan suami nya sendiri, Nadia pun menutup wajah nya yang sudah mulai bersemu merah karena malu dengan menggunakan tangan nya.


"Selamat pagi honey" Sapaan Gilang sambil tersenyum ketika melihat Nadia yang tengah malu kepada dirinya.


"Apakah aku mengganggu tidur mu?" Tanya Nadia dengan mulai menurunkan kedua tangan nya yang menutupi wajah nya itu.


Cup.. Lagi lagi kecupan hangat kembali mendarat di pipi Nadia.


"Engga sayang" Jawab Gilang dan Nadia pun hanya tersenyum.


"Aku mau mandi" Katanya.


"Iya, aku akan memesankan sarapan untuk kiya"


"Jangan mas, kita ke bawah saja, jangan pesan"


"Baiklah"


Gilang pun menuruti keinginan sang istri untuk tidak memesankan sarapan mereka. Nadia pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Nadia pun selesai dengan mandi nya, dan Gilang pun masuk ke dalam kamar mandi. Menunggu Gilang membersihkan tubuh nya, Nadia memilih untuk menyiapkan baju untuk di pakai oleh sang suami, setelah selesai barulah Nadia yang memakai baju nya dan merias diri nya itu.


Niat nya setelah sarapan, Nadia akan mengajak Gilang pergi sebentar baru kembali lagi ke rumah nya. Ralat bukan rumah nya tapi rumah Gilang dan Nadia yang sudah di buat oleh Gilang.


Ceklek


Gilang pun keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya. Nadia yang melihat pantulan tubuh sang suami dari kaca pun bersemu merah. Nadia tetap melanjutkan acara menata rias nya itu.


Gilang pun mengambil baju yang sudah di siapkan oleh istri tercinta nya itu.


"Udah cantik sayang" Ucap Gilang yang kini sudah berada di hadapan istri nya itu.


"Iya mas, kamu juga sudah tampan" Jawab nya.


"Ayo kita sarapan, apa kamu tidak lapar?" Tanya Gilang.


"Ayo mas, aku juga sudah lapar"


Nadia dan Gilang pun keluar dari kamar pengantin mereka.


***


"Mau kemana setelah ini honey?" Tanya Gilang ketika sudah menghabiskan sarapan nya itu.


"Kita jalan jalan sebentar ya mas, abis itu baru kita pulang"


"Oke"


"Ayo kita jalan jalan" Ajak Gilang, karena kedua nya sudah selesai sarapan.


Gilang pun mengajak Nadia ke pantai anyer untuk menuruti keinginan istri nya itu.


"Kita kemana mas?"


"Kita ke pantai saja ya"


Gilang pun tersenyum ketika melihat Nadia yang terlihat begitu antusias.


Setelah kurang lebih dua jam di dalam perjalanan, akhir nya Nadia dan Gilang pun sampai di pantai.


Nadia pun langsung turun dari mobil dan langsung berlari ke arah pantai.


"Mas ayo sini" Teriak Nadia seperti anak kecil.


Gilang pun hanya menggeleng kan kepala nya karena melihat tingkah laku Nadia yang seperti anak kecil itu.


"Mas sini" Teriak nya lagi.


Gilang pun mendekat ke arah Nadia "Ayo dapat" Kata Gilang ketika mendapati Nadia dalam pelukan nya.


Nadia dan Gilang pun tertawa senang.


***


Setelah menghabiskan sepanjang hari di pantai, kini kedua nya pulang ke rumah yang sudah di beli oleh Gilang.


Nadia dan Gilang pun sampai tepat pukul 7 malam. Untung lah mereka tadi sudah makan di jalan, jadi tinggal membersihkan badan nya saja dan swgera istirahat.


"Rumah nya besar sekali mas" Kata Nadia dengan penuh takjub.


"Ini untuk kita dan anak anak kita sayang" Kata nya.


"Ayo sayang kita masuk" Ajak Gilang dan Nadia pun menganggukan kepala nya.


"Mas aku mandi duluan ya, rasa nya badan ku pegal pegal" Kata Nadia.


"Iya sayang" Jawab Gilang.


***


"Mas kita buka kado yuk" Kata Nadia dengan sangat antusias ketika Gilang dan Nadia sudah duduk di kasur king size nya itu.


"Ayo" Jawab Gilang mengiyakan ajakan sang istri.


"Kita buka kado dari Sifa dulu ya" Kata Nadia dan Gilang.


Nadia pun membuka hadiah dari Sifa sang kaka ipar nya itu..


Dan..


"Apa ini?" Kata Nadia dengan mata melotot.


Gilang pun melihat ke arah hadiah dan Gilang pun terkekeh geli ketika melihat lingerie berwarna hitam.


"Lagi lagi aku melihat jaring ikan ini" Kata Nadia.


"Hahaha, ini sangat bagus sayang, bagus untuk kamu pakai nanti pas kita honeymoon"


"Iih Gilang" Kata Nadia dengan nada merajuk.


Gilang pun kembali tertawa melihat nya.


Nadia dan Gilang pun kembali membuka kado kado nya yang lain.


"Ini kado dari Vika dan Rafel sayang" Kata Gilang.


"Ayo di buka mas"


Dan..


Terlihat lah paket honeymoon di Singapore.


Gilang dan Nadia yang melihat itu pun saling tatap satu sama lain.


"Mas ini ga salah kan?" Tanya Nadia.


"Engga sayang, ini emang nyata"


"Aku ga nyangka kalau mereka memikirkan kado seperti ini, aku juga ga nyangka bakal di kasih hadiah seperti ini mas"


"Padahal aku sendiri aja ga pernah memikirkan hal seperti ini" Lanjut nya.


"Ini emang udah jadi rezeki kita sayang. Sebenarnya aku sudah menemukan tempat untuk kita honeymoon nanti" Kata nya dengan nada lesu.


"Gapapa mas, kita pertama kesini dulu, terus setelah itu kita ke tempat yang sudah mas siapkan"


"Baik lah"


"Memangnya mas mau kita honeymoon dimana?"


"Paris dan Maldives"


"Wah. Aku setuju mas, aku juga udah lama mau kesitu" Kata nya antusias sambil memeluk Gilang.


"Kita akan kesana setelah dari Singapore ya"


"Iya mas"