Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Bertemu Kembali



Pagi hari Nadia sudah membuka mata nya, melihat sekeliling sudah tidak ada siapapun disitu, Nadia pun keluar dari kamar sang kaka dan pergi ke kamar nya untuk mandi, bersiap untuk pergi ke kampus dan bersiap untuk pergi kerja.


Sedangkan Key sedang mendengarkan laporan dari sang Asisten nya.


Via telpon


Asisten Hen : Hallo bos. Saya mau melaporkan sesuatu .


Keynan : Katakan!


Asisten Hen : Ternyata yang mengantarkan nona muda ke rumah adalah Gilang Putra Mahendra, Ia adalah presdir dari perusahaan MHD crop, bos.


Keynan : Apa?


Asisten Hen : Iya benar bos.


Keynan : Ada maksud apa Gilang mengantarkan Nadia pulang?


Asisten Hen : Seperti nya Tuan Gilang ingin mendekati Nona muda bos. Tapi tuan Gilang tidak mengetahui bahwa nona Nadia adalah adik dari anda bos, tuan Renaldi hanya memberitahukan bahwa nona muda adalah adik dari teman tuan Renaldi. Dan tuan Gilang pun memanggil nya dengan sebutan Kayla bukan Nadia.


Keynan : Baiklah. Kau beri Nadia pengawal tersembunyi. Saya takut Gilang bertindak yang tidak-tidak kepada adik saya.


Asisten Hen : Baik bos


Panggilan pun di akhiri.


Keynan pun sempat berfikir ada maksud apa Gilang mengantar kan pulang sang adik. Karna Key tahu scandal tentang Gilang yang sering bergonta ganti wanita.


"Sepertinya aku harus memperketat penjagaan untuk Nadia" Kata key dalam hati.


Key pun keluar dari kamar nya dan menuju ruang makan untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi ayah, bunda" Sapa Key.


"Pagi nak. Ayo duduk" Kata ayah.


"Apa adik mu sudah bangun?" Tanya bunda.


"Aku disini bunda" Ucap Nadia sambil tersenyum manis.


"Kau sudah cantik saja nak" Goda bunda.


"Aku emang cantik sejak lahir bunda. Eh kaka mau pergi ke kantor?" Tanya Nadia.


"Iya de. Kaka rasa kaka udah baikan maka dari itu kaka mau pergi ke kantor. Kaka engga enak meninggalkan kantor terlalu lama" Ucap ka Key.


"Hais kaka kan CEO disitu kenapa harus tidak enak. Ayah saja bisa mengerjakan pekerjaan nya di rumah" Kata Nadia.


"Hey kau ini, kaya engga tau kaka mu aja. Ia kan emang gila kerja nak. Lihatlah sampai sekarang aja kaka mu itu belum memiliki dambatan hati nya" Goda sang ayah.


"Ayah key tidak mau membicarakan soal ini" Tegas key.


"Apakah kaka masih menunggu gadis kecil itu?" Tanya Nadia.


"Siapa nak?" Tanya bunda.


"Itu loh bun, tetangga kita yang dulu yang punya anak kecil seumuran Nadia yang bernama


Siff..." Ucap Nadia terpotong karena Key yang memotong perkataan nya.


"De ayo udah siang, kaka harus berangkat ke kantor takut macet dan masih banyak pekerjaan yang kaka tunda di kantor" Potong ka key.


"Hais kaka ini. Baiklah, bunda aku sarapan di mobil ka Key aja ya bunda, dah bunda dah ayah" Ucap Nadia.


"Hati-hati ya kalian berdua" Kata bunda.


"Iya bunda" Jawab key dan nadia serempak.


***


Kampus


"Selamat pagi Ra" Sapa Nadia.


"Hay selamat pagi juga Nad" Jawab Naura.


"Ayo Naura kita semangat belajar nya"


"Siap bu bos"


Mereka pun mengikuti pelajaran sampai selesai dengan baik.


Setelah jam mata kuliah mereka selesai, mereka pun bergegas uuntuk pergi ke cafe untuk bekerja.


***


Cafe


Setelah sampai di cafe mereka pun bergegas mengganti pakaian nya dengan seragam cafe, ia pun mulai bekerja dengan baik


Cafe pun mulai ramai oleh pengunjung karena sudah jam makan siang, karena cafe tempat Nadia bekerja tempat nya cukup strategis, kerena cafe tersebut dekat dengan kantor dan universitas. Pemandangan nya pun tak kalah menakjubkan.


Nadia pun cukup sibuk untuk hari ini, tapi tak sesibuk ketika menghadapi hari weekend, karena hari weekend adalah hari dimana para pemuda dan pemudi untuk sekedar nongkrong atau mengerjakan tugas di cafe tersebut.


"Mba..." Teriak salah satu pengunjung.


"Iya mas mba ada yang bisa saya bantu" Kata Nadia.


"Saya ingin memesan bla... Bla... Bla.. Bla..." Kata pengunjung cafe tersebut.


"Baik, di tunggu sebentar ya mas mba, saya permisi dulu" Kata Nadia.


"Ra nih pesanan meja nomor 13" Kata Nadia yang memberikan tulisan nya.


"Oke" Kata Naura.


***


"Kayla kamu di panggil sama si bos tuh suruh ke ruangan sekarang katanya" Kata senior kayla.


"Mba gatau Kay. Coba kamu samperin aja dulu ke ruangan nya. Biar nanti mba yang handle disini ya" Kata mba tania.


"Oke mba. Bentar ya mba" Kata Nadia.


"Oke" Kata mba tania.


Kayla pun pergi ke ruangan Renaldi yang tak lain adalah bos nya di cafe.


Tok.. Tok... Tok.. Suara ketukan pintu


"Masuk.." Teriak renaldi dari dalam.


"Permisi pak, apakah bapak memanggil saya?" Tanya Nadia sopan.


"Iya saya memanggil kamu"


"Ada apa ya pak? Apakah saya melakukan kesalahan? "


"Duduk lah terlebih dahulu"


"Baik pak"


"Kayla, kamu di panggil kesini bukan karena ada kesalahan"


"Lalu? "


"Saya mau kamu mendesain meja makan bagian taman menjadi tempat yang romantis untuk diner. Apakah kamu bisa?"


"Hemm... " Kayla berfikir.


"Kay? "


"Iya pak saya bisa"


"Oke, malam minggu tempat itu harus sudah siap ya kay"


"Baik pak"


"Silahkan kembali ke tempat kamu"


"Baik pak. Saya permisi"


"Iya"


Nadia pun keluar dari ruangan bos nya dan berjalan ke arah taman belakang untuk melihat tempatnya dan merencanakan sesuatu untuk dijadikan tempat diner.


"Hem luas juga tempat nya. Sepertinya aku harus berbicara kepada Naura kalau engga mba Tania, semoga saja mereka bisa membantu ku" Gumam Nadia.


Setelah melihat keadaan sekitar Nadia pun berbalik untuk kembali bekerja.


"Meong kejepit hidup lagi" Kaget Nadia ketika melihat ada orang di belakang nya.


"Kamu kenapa?" tanya pria itu.


"Kaget aku. Untung jantung ini engga copot coba kalau copot kaka mau gimana?" Ngotot kayla.


"Ya aku lem pake lem tembak biar nempel" Jawab bodoh pria itu.


"Astaga (sambil menepuk jidat) kenapa aku harus ketemu sama kamu. Bikin mood ku hancur. Awas ka aku mau kembali bekerja" Kata Nadia ketus.


"Tunggu kay" Cegah pria itu.


"Hais ada apa lagi si?" Tanya Nadia


"Kamu pulang sama siapa?" Tanya pria itu.


"Bukan urusan mu. Permisi" Ketus Nadia dan langsung meninggalkan pria itu.


"Wah wanita yang misterius. Aku suka gaya mu nona" Gumam pria itu yang tak lain adalah Gilang.


Gilang yang akan menemui sahabat nya itu karna akan menanyakan tentang persiapan acara diner yang sudah berapa persen yang telah ia persiapkan. Tapi baru beberapa langkah untuk menaiki tangga, ia melihat ada kayla yang sedang melihat taman belakang cafe itu, dan Gilang pun menghampiri kayla. Baru mau menghampiri, kayla sudah membalikkan badan nya dan itu tentu membuat kayla terkejut karna pasal nya ia sedari tadi tidak melihat siapapun disitu.


Gilang pun kembali menaikki tangga untuk keruangan sahabat nya itu.


Ceklek... Suara pintu terbuka


"Wey bro sibuk sekali" Kata Gilang.


"Santai. Gue engga terlalu sibuk. Ada apa lo kesini?"


"Gue mau nanyain tentang dinner, udah berapa persen?"


"Baru aja gue nyuruh Kayla buat nyiapin itu semua"


"Jadi kayla yang bakal nyiapin diner romantis itu?"


"Iya"


"Bagus" Kata Gilang sambil manggut-manggut.


"Apanya yang bagus?"


"Gue bisa deketin dia lah bro"


"Lo mau dinner tapi lo mau deketin kayla. Engga abis pikir gue"


"Dinner itu bukan buat gue, tapi buat sepupu gue Galang"


"Oh"


"Thanks bro gue pamit dulu. Gue bakal sering-sering kesini buat ketemu wanit ku"


"Geli gue"


"Hahahaha "