Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Hen dan Lasha 3



“Hen!” Pekik Lasha ketika melihat Hen yang terpukul oleh Reka.


“Berhenti.. ada apa ini?” Teriak pengelola café.


“ASisten hen” Ucap nya dengan bola mata yang hampir loncat dari tempat nya ketika siapa yang dia lihat. Manager café tersebut pun langsung membukukkan badan nya dan langsung menyuruh para karyawan dan security membantu Asisten Hen.


“Bawa dia” Tunjuknya kepada Reka.


“Dan bawa Asisten hen ke rumah sakit secepatnya” Titah nya lagi kepada anak buah nya.


"Tidak perlu, saya bisa sendiri" Tegas Hen.


"Tapi asisten Hen" Ucap Manager restoran tersebut terpotong karena Hen langsung menghubungi anak buah nya.


Asisten Hen : Cepat kalian ke cafe xx, bereskan semua kekacauan yang ada di cafe ini.


Anak buah Hen : Baik bos.


Tuut...


Sang Manager pun menelan saliva nya ketika asisten Hen menghubungi anak buah nya itu.


"Seharusnya anda ketika sudah terjadi keributan di awal harus segera keluar dari ruangan anda dan menyelesaikan keributan itu, bukan harus ada korban terlebih dahulu!" Tegas Hen kepada Manager cafe tersebut.


Manager cafe tersebut pun menunduk dan meminta maaf kepada asisten Hen "Maafkan saya asisten Hen, saya tidak akan mengulangi nya lagi"


"Ayo kita pergi" Ucap asisten Hen kepada Lasha sambil menarik tangan Lasha dengan lembut.


"Bereskan kekacauan ini, dan untuk para pengunjung maaf atas kekacauan ini silahkan di nikmati kembali" Ucap sang Manager cafe tersebut.


***


Di mobil


"Maaf" Lirih Lasha kepada Hen.


Hen yang mendengar permintaan maaf dari Lasha pun menoleh dan tersenyum lembut "Gapapa, kamu ga salah Sha"


"Tapi luka mu"


"Luka kecil aja. Udah kamu ga usah ngerasa bersalah gitu, meningan kita pulang aja ya" Ucap nya dan diangguki oleh Lasha.


Baru akan menjalankan mobil nya Reka kembali menghadang mobil milik Hen.


"Ck mau apa lagi sih" Gerutu Hen yang di terdengar oleh Lasha.


"Kamu tunggu di sini aja ya, biar aku yang turun" Lanjut Hen kepada Lasha.


"Tap..."


Lasha yang mendapatkan ciuman mendadak itu pun terdiam kaku, jantung Lasha kembali berdisko.


"Apa Hen sadar? Aduh kenapa nih jantung gue" Gumam nya dalam hati.


"Ada apa lagi?" Tanya Hen kepada Reka denga wajah dingin nya.


"Aku ingin mengambil wanita ku"


"Sudah ku bilang kalau dia adalah calon istri ku"


"Baru calon istri kan? Belum jadi istri?"


"Silahkan saja kalau bisa" Ucap nya.


Reka yang mendengar nya pun tersenyum sinis, Reka berjalan ke arah pintu mobil sebelah kiri. Baru saja hendak membuka pintu tersebut Reka sudah terkujur pingsan karena pukulan dari arah belakang.


Hen yang melihat itu pun tersenyum remeh "Bawa dia" Titah nya kepada anak buah nya.


"Baik bos" Jawab nya.


Setelah kepergian sang anak buah, Hen kembali masuk ke dalam mobil nya.


"Kamu gapapa?" Tanya Lasha.


"Gapapa, ayo kita pulang" Ucapnya dan diangguki oleh lasha.


***


"Sayang ayo kita bersiap sebentar lagi kita akan ke bandara" Kata Gilang kepada Nadia.


"Iya mas. Mas duluan aja ya, Nadia selesaikan ini dulu" Katanya sambil masih membereskan pakaian nya.


"Oke sayang" Jawab Gilang. Gilang pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Setelah kurang lebih lima belas menit Gilang pun keluar dari kamar mandi dan bergantian dengan Nadia.


Setelah selesai Nadia dan Gilang pun bersiap untuk berangkat ke Bandara.


"Wajah mu kenapa Asisten Hen?" Tanya Nadia ketika melihat wajah Hen yang sedikit membiru di bagian sudut bibir nya.


"Tidak apa apa nona, ini tadi saya kepentok pintu kamar mandi saja"


"Oh" Jawab nya sambil menganggukan kepala nya.


Hen pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.