
Tiga puluh menit sudah di perjalanan, akhirnya mereka bertiga pun sampai di kediaman utama keluarga KAMIL. Keynan pun turun terlebih dahulu turun dari mobil nya untuk menuntun anak dan sang istri nya masuk kedalam rumah utama.
“Ayo sayang hati-hati”
“Iya key”
“Ko tumben ya key sepi pada kemana ya?”
“Aku juga engga tau sif” Jawab keynan dan sifa pun hanya menganggukan kepala nya saja.
Tap..
Tap..
Tap..
Ceklek..
"Suprise" Teriak semua orang yang berada di dalam rumah utama keluarga KAMIL itu.
"Welcome to baby girl Shakila Hana Kamil" Teriak Nadia.
***
“Maya, besok kosongkan jadwal ku ya” Titah nya kepada maya sang asisten pribadi nya.
“Baik dok” Jawab nya patuh.
Kini Nadia tengah mengambil jam lebih, agar besok diri nya bisa mengambil libur. Karena Nadia sudah merencanakan ini untuk menemani sang kekasih makan malam kata nya.
“Makan malam aja aku sampe di beliin gaun sama Gilang, apa ini makan malam sama para kolega nya ya?” Tanya Nadia dalam hati.
Nadia masih bingung dengan pesan singkat yang di terima nya dari Gilang sepuluh menit yang lalu.
From : Gilang
Aku udah siapin kamu gaun, dan udah aku kirim ke alamat rumah kamu, besok malam kamu pake ya.
To : Gilang
Oke
Send
Nadia pun tak bisa mengatakan apapun lagi, ia tetap membalas ‘oke’ padahal hati dan pikiran nya berfikir keras, kenapa diri nya harus di belikan gaun segala.
“Dok anda ada jadwal operasi lima belas menit lagi” Ucap sang asisten mengingatkan.
“Iya may, aku akan bersiap” Jawab nya.
***
Berbeda hal nya dengan Nadia yang tengah di landa kebingungan karena ulah Gilang. Kini Gilang tengah berada di kediaman Nadia, untuk memberitahukan perihal lamaran nya yang akan di lakukan nya besok malam.
Gilang memang sengaja memberitahukan kepada keluarga Nadia, karena Gilang juga sengaja mengajak keluarga Nadia dan keluarga diri nya untuk menjadi saksi atas cinta dari kedua nya. Gilang pun tidak memberitahukan rencana ini sebelum nya kepada siapa pun termasuk dengan asisten nya sendiri yaitu Hen. Asisten Hen pun cukup terkejut saat sang bos nya mengatakan bahwa aka nada keluarga dari Nadia dan juga keluarga diri nya yang akan menyaksikan ini semua.
Gilang pun berbohong kepada Nadia, jika gaun nya hanya di kirimkan saja ke alamat rumah nya, yang sebenarnya terjadi adalah, diri nya yang mengantarkan gaun tersebut ke alamat rumah Nadia.
“Bunda, ayah. Gilang datang kesini ingin meminta izin kepada ayah dan bunda, bahwa Gilang akan melamar anak ayah dan bunda besok malam di Pantai Anyer. Apakah ayah dan bunda mengizinkan Gilang untuk melamar anak bungsu ayah dan bunda?”
Ayah yang mendengar nya pun memang sudah tidak aneh karena diri nya sudah tau maksud kedatangan Gilang kemari. Berbeda hal nya dengan ayah, sang bunda terkejut dengan penuturan dari Gilang.
“Apa kamu benar-benar mau melamar Nadia nak?” Tanya bunda dengan pemikiran yang masih belum percaya, bahwa anak yang manja nya itu sebentar lagi akan di pinang oleh seorang pria tampan dan baik.
“Iya bunda benar. Gilang benar benar akan melamar anak bungsu budna. Karena Gilang serius dengan Nadia bun”
“Bunda bagaimana dengan ayah saja nak”
“Ayah bagaimana?” Tanya bunda kepada ayah.
“Ayah setuju bun, selebih nya serahkan kepada Nadia saja” Jawab ayah, karena ayah sudah tau perjalanan cinta Gilang dan Nadia dari awal kesalah pahaman terjadi di antara mereka.
“Sungguh yah?” Tanya Gilang meyakinkan.
“Iya nak. Ayah percaya sama kamu, kalau kamu bisa menjaga Nadia dengan baik”
“Gilang janji yah akan menjaga Nadia dengan baik”
“Terimakasih ayah, bunda sudah mengizinkan Gilang untyk melamar Nadia”
“Iya nak”
“Bagaimana dengan keynan yah, bun?” Tanya Gilang.
“Akan kami bicarakan nak, kamu tenang saja” Jawab Bunda.
“Baik bunda, terimakasih”
“Iya nak”
“Kalau begitu besok sore ayah, bunda dan yang lainnya akan di jemput oleh orang orang Gilang. Gilang dan Nadia berangkat di akhir”
“Iya nak. Kalian hati hati saja ya nak” Ucap bunda.
“Iya bunda”
“kalau begitu Gilang permisi dulu, Gilang masih ada urusan yang harus di selesaikan” Lanjut nya.
“Iya nak, kamu hati hati”
“Iya bun, terimakasih”
“Kalau begitu Gilang pamit ya yah, bun”
“Iya nak” Jawab ayah. Dan Gilang pun menganggukan kepala nya dan meninggalkan kediaman Nadia.
***
Keesokan hari nya
“Loh kamu ga ke rumah sakit?” Tanya Sifa kepada Nadia.
“Engga sif, aku ngambil cuti buat hari ini, soalnya Gilang minta temenin makan malam kata nya”
“Oh gitu” Kata Sifa.
“Iya nih onty aku lagi berjemur sama mommy”
“Aduh gemes banget sih” Ucap nya sambil menciumi pipi sang keponakan nya itu.
“Onty tau engga, aku kan nanti sore mau jalan jalan dong”
“Eummm si cantik onty mau jalan jalan kemana sih? Onty nya ga diajak nih hem?”
“Onty kepo deh ya” Jawab Sifa sambil terkekeh kecil. Nadia pun yang mendengar nya ikut terkekeh.
“Udah ah onty aku mau mimi susu dulu ya dadah onty” Ucap Sifa karena Shakila yang menangis karena haus dan memang selalu di ganggu oleh Nadia.
“Iya dadah ponakan onty yang cantik”
***
Sore hari
Gilang pun menjemput Nadia tanpa seorang supir maupun sang asisten nya itu. Karena sang asisten nya di tugaskan untuk menjemput dan mengantarkan sang mamah dan papah nya ke tempat yang sudah di sediakan oleh nya.
“Kamu cantik banget” Puji Gilang kepada Nadia.
“Terimakasih”
“kamu juga tampan” Puji nya.
“Yaudah ayo kita berangkat”
“Iya”
“Kita mau makan malam dimana emang nya Lang?” Tanya Nadia ketika sudah di perjalanan.
“Nanti juga kamu tau sendiri” Jawab nya. Dan nadia pun yang mendengar nya pun menganggukan kepala nya tanpa mengeluarkan suara nya itu.
Setelah menempuh waktu kurang lebih dua jam, akhir nya mereka pun sampai di tempat tujuan nya. Pantai anyer.
“Pantai?” Gumam Nadia ketika melihat pantai yang sudah di sajikan di depan mata nya. Terdengar ombak yang sangat indah di telinga.
Nadia pun turun dengan tangan nya yang sudah di genggam oleh Gilang. Gilang pun menggandeng tangan Nadia dan melangkah kan kaki nya pelan pelan, melawati beberapa lillin yang berada di samping kanan dan kiri nya.
“Hen paling top deh pokoknya” Puji Gilang dalam hati ketika melihat hasil kerja keras sang asisten nya itu.
“Gaji nya harus di tambahin nih” Gumam nya lagi.
“Iya dong bos harus di naikkin kan hasil nya juga bagus” Gumam Hen dalam hati nya. Gilang dan Hen memang seperti mempunyai ikatan batin yang kuat dn memiliki telepati yang bisa berbicara dari hati ke hati.
“Ayo duduk” Kata nya sambil menggeser kursi yang akan di duduki oleh Nadia.
“Iya terimakasih” Jawab nya.
“Iya sama-sama” jawab Gilang. Gilang dan Nadia pun menikmati makan malam nya.
Setelah selesai makan malam, Gilang pun membuka suara nya.
“Ayo ikut aku”
“Kemana?”
“Ayo” Ajak nya sambil mengulurkan tangan nya, Nadia pun menerima uluran tangan Gilang.
Gilang mengajak Nadia mendekat ke arah jembatan yang dekat dengan pantai “Nad”
“Hem?”
“Kamu cantik malam ini”
“Terimakasih”
“Sama-sama”
“Nad aku disini mau ngomong sesuatu sama kamu” Lanjut nya.
“Apa itu?”
“Lihat itu” Tunjuk Gilang ke arah langit.
Dan.
Duar…
Berbentuk lah kata “WILL”
Duar..
“YOU”
Duar…
“MARRY”
Duar…
“ME?”
Nadia yang melihat itu pun seketika melongo tidak percaya dengan apa yang ia bacakan barusan. Dan tanpa sadar Gilang sudah berlutut di hadapan Nadia.
Nadia pun di buat melongo lagi ketika sudah melihat bahwa Gilang sudah berlutut di hadapan nya dnegan mengangkat satu kotak yang berisikan satu cincin berlian yang sungguh indah di pandang.
“Nadia, aku tau aku bukan lah pria yang baik, aku adalah pria brengsek yang pernah membuat mu terluka di masalalu, karena aku adalah laki laki yang brengsek, aku ingin kamu merubah ku, menemani hari hari ku, membantu ku untuk menjadi pria yang lebih baik lagi dari sebelum nya, menemani hari hari ku yang sepi ini, warnai kehidupan ku yang kurang berawarna ini. Nadia, WILL YOU MARRY ME?”
Dengan masih keterkejutan nya Nadia pun menjawab “Yes I will”
Duar..
Duar..
Duar…
Kembali terdengar suara letusan kembang api yang sudah di luncurkan ke atas langit malam yang indah. Nadia kembali di buat terharu ketika melihat keluarga nya dan keluarga Gilang berada di tempat yang sama dengan diri nya.
“Terimakasih Gilang terimakasih. Aku seneng banget” Ucap nya masih di dalam dekapan Gilang.