Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Dokter Hikayla Nadia



Pagi hari...


"Bundaaaa...." Teriak Nadia.


"Ada apa sih nak ko teriak-teriak begitu, udah kaya di hutan aja deh" Jawab bunda.


"Bunda liat kami, gimana? Penampilan kami sudah cantik belum? Sudah rapih belum?"


"Waah kalian sangat cantik sayang, cantik sekali. Bunda sampe pangling liat kalian memakai jas dokter"


"Hehe iya dong bun"


"Ayaaah mana bun? "


"Ayah sedang berbicara dengan kaka mu mengenai perusahaan nya nak"


"Apakah ada masalah dengan perusahaan bun?"


"Bunda engga tau deh"


"Sebentar-sebentar. Kayanya ada yang beda deh dari Naura"


"Ini loh bunda, anak gadis mu yang ini tidak memakai kacamata besar nya lagi, sekarang ia sudah memakai soflents, terus rambut nya juga terurai. Aku loh bunda yang mendandani nya"


"Hehe"


"Cantik sungguh"


"Ah terimakasih bunda" Sambil memeluk bunda.


"Eh eh ada apa ini ko peluk-peluk sih" Tanya ayah heran.


"naura? Kamu naura kan?"


"Iya ayah, dia naura"


"Kamu cantik sekali nak"


"Hehehe makasih ayah"


"Yasudah ayo kita sarapan saja"


"Baik bun"


....


Rumah sakit


Nadia dan Naura pun merapihkan pakaian nya, karena hari ini adalah hari dimana mereka di perkenalkan sebagai dokter di rumah sakit permata. Rumah sakit yang di buat oleh Keynan dengan bantuan Gilang.


"kita sambut dokter baru di rumah sakit kita, mereka adalah lulusan terbaik di universitas ternama di kota ini. Kita sambut ini dia Dokter Hikayla Nadia dan Naura Rahmawati" Kata mc dan di barengi dengan tepuk tangan yang meriah.


.


.


.


.


.


Acara penyambutan sudah selesai. Saat nya mereka bertugas, karena memang rumah sakit ini sudah sangat terkenal dan menjadi kan rumah sakit ini bersejajar dengan rumah sakit - rumah sakit yang sudah bagus dan sudah lama berkembang.


Nadia pergi kembali ke ruangan setelah memeriksa pasien nya.


"Congratulation bu dokter" Kata nadia yang membaca kartu ucapan di sebuah bucket bunga yang sedang ia genggam.


"Siapa ya ini yang ngirim, ko ga ada nama pengirim nya" Kata nya.


"Harum juga wangi nya. Baiklah akan ku simpan saja bunga nya disini" Lanjut nya lagi.


Tok... Tok... Tok..


"Masuk" Kata nadia dari dalam.


"Permisi bu dok. Perkenalkan nama saya hanin, saya adalah perawat sekaligus asisten anda" Kata seorang perawat.


"Oh iya, perkenalkan nama saya Hikayla Nadia, panggil saja saya kayla"


"Baik dokter kayla"


"Kamu lulusan mana suster hanin?"


"Saya lulusan universitas di negara Jerman"


"Lantas kamu tinggal disini bersama siapa sus?"


"Saya disini sendiri dok, kedua orang tua saya berada di kota Bogor"


"Seperti itu baiklah"


"Kita bisa jadi teman hanin, kalau di luar rumah sakit kamu bisa memanggil ku dengan sebutan kayla saja"


"Baiklah"


.


.


.


.


Jam makan siang pun tiba. Nadia, naura dan sifa pun sudah berada di ruangan nadia untuk makan siang bersama, mereka memilih untuk go-food untuk hari ini.


Mereka bertiga makan dengan rapih dan telaten. Lagi asik makan terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok.. Tok.. Tok...


"Masuk" Kata Nadia.


"Permisi dokter kayla, ada pasien kritis di ruang UGD"


"Baik. Saya akan kesana"


Nadia dan sifa pun bergegas pergi ke ruang UGD untuk memeriksa keadaan pasien nya.


Sampai di UGD, Nadia sangat terkejut melihat siapa yang akan ia periksa.


"Astaga gilang"


"Sus ayo kita bawa ke ruang operasi"


"Baik dok"


.


.


.


.


.


2 jam setelah operasi, Gilang pun di pindah kan ke ruangan VVIP. Terlihat jelas sudah ada kedua orang tua dari gilang.


"Permisi, apakah nyonya dan tuan adalah keluarga dari pak Gilang?"


"Iya, kami adalah orang tua dari gilang. Bagaimana keadaan anak kami dok? "


"Allhamdulilah anak tuan dan nyonya sudah mulai membaik bu. Sebentar lagi pak Gilang akan sadar"


"Bisa tuan. Kalau begitu saya permisi ya tuan, nyonya"


"Iya dok"


Nadia pun kembali ke ruangan nya. Dan ia pun merebah kan tubuh nya yang sudah terlihat letih itu.


"Sus"


"Iya dok? "


"Gimana perasaan kamu bekerja sebagai seorang suster? "


"Bahagia dok pasti nya. Karena ini adalah cita-cita saya"


"Seperti itu ya"


"Iya dok"


"Ayo sus kita beres-beres untuk pulang, sebentar lagi shif kita akan selesai"


"Baik dok"


.


.


.


Nadia dan sifa pun selesai mengganti pakaian nya. Nadia merasa heran karena sifa memakai kalung dengan liontin huruf K. Nadia pun memberani kan diri untuk bertanya.


"Hanin?"


"Iya kay kenapa?"


"Maaf ya aku terlalu kepo hehe. Kamu ko pakai kalung liontin huruf K si?"


"Oh ini, ini kalung pemberian dari pria masa lalu ku Kay"


"Cieee. Kamu belom bisa moveon ya han?"


"Hehe. Dia pria yang aku cintai dari kecil, yang selalu bersama dengan ku Kay tapi sayang nya


aku di pindahkan ke negara Jerman, karena memang aku harus ngambil study di


sana"


"Terus kenapa ko kamu bisa pindah ke sini?"


"Ya karena aku memaksa saja Kay"


"Oh gitu"


"Iya Kay"


.


.


"Kamu pulang sama siapa han?"


"Aku naik angkutan umum Kay"


"Bareng aja sama kita han"


"Apa itu ga ngerepotin kalian?"


"Engga lah. Yuk kita masuk ke mobil"


"Yaudah "


Nadia pun menyalakan mesin mobil nya dan menjalankan mobil nya itu. Setelah kejadian beberapa minggu yang lalu, keynan memberikan mobil kepada Nadia. Karna keynan yang akan sibuk dengan urusan nya di kantor tidak akan bisa selalu menjemput dan mengantar kan adik nya itu. Maka dari itu keynan membelikan mobil termahal untuk nadia, nadia sempat menolak tali karena penjelasan dan bujuk rayu kedua orang tua nya akhirnya nadia pun menerima mobil pemberian dari kaka nya. Sekarang mobil itu menjadi mobil kesayangan Nadia, tidak ada yang berani satu orang pun untuk menyetuh mobil itu tanpa seizin Nadia.


Dret...dret....dret... Ponsel nadia bergetar. Nadia pun mengangkat panggilan tersebut.


Keynan : Nad, kamu dimana? Ini udah jam berapa?


Nadia : Iya ka, ini aku lagi di jalan. Aku nganterin temen aku dulu ke rumah nya.


Keynan : Yaudah kalau begitu. Kamu hati-hati.


Nadia : Siap pak bos.


Nadia pun memutuskan panggilan tersebut.


"Kamu punya kaka kay?"


" Iya han, aku punya kaka"


"Eh tapi ko kamu di panggil nya Nad?"


"Iya, kalau dirumah aku di panggil nya Nad, tuh sama Naura aja aku di panggil nya Nad"


"Oh gitu. Berarti kayla itu nama panggilan mu di luar rumah?"


"Iya han"


"Oya han. Asal kamu tau, kaka nya Nadia itu super duper overprotektif banget tau ga sama Nadia, udah kaya suami nya aja" Timpal Naura.


"Apa bener kay, yang di bilang sama Naura?"


"Yup sangat betul. Karena memang aku itu paling di manja sama kaka ku"


"Enak dong kalau gitu"


"iya enak banget. Tapi sayang nya, kaka ku itu di tinggal pergi sama gadis masa kecil nya. Sampai sekarang dia masih mencari gadis itu tapi ga ketemu-ketemu"


"Emang kemana gadis nya?"


"Pergi ke negara Jerman"


"Bukan nya itu negara kamu han?"


"Iya ra itu negara aku"


"Apa jangan-jangan itu kamu han?"


"Yeh engga mungkin lah, aku aja ga kenal sama kaka nya Kayla"


"Bener juga sih han"


"Eh udah nyampe nih han"


"Eh iya. Ga kerasa ya nyampe lagi aja. Apa kalian mau mampir kerumah ku?"


"Ah tidak terimakasih lain kali saja"


"Lagian ini juga udah malam"


"Iya benar, lagian takut kaka kayla ngamuk juga hehe"


"Bener tuh han"


"Yaudah kita pulang yah bye!!"


"Iya bye!! Hati hati"


"Iya"


Nadia pun meninggalkan rumah Hanin. Beberapa jam kemudian Nadia pun sampai di rumah nya, dan ia pun langsung turun dari mobil dan pergi ke kamar nya untuk membersihkan tubuhnya