Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Gimana kalau kita jodohin mereka?



"Kay, ko aku kaya liat pak Gilang ya tadi" Bisik Sifa.


"Hah? Apa Han? Gilang? Mana?" Jawab Kayla.


"Udah keluar tadi, tapi bukan kali Kay, masa Gilang ada di sini sih? Mau ngapain coba?"


"Mungkin"


"Ekhem" Deheman Aji.


Sifa dan Kayla tersadar setelah mendengar deheman dari Aji.


"Eh hehe" Kata Sifa.


"Gilang? Apa bener itu Gilang? Udah ke 3 kali nya aku melihat dan mendengar Gilanga da di sini, apa dia disini karena aku? Apa emang ada pekerjaan bisnis. Tapi kalau emang karena pekerjaan bisnis kenapa dia hanya sendiri? Kemana pergi nya asisten Hen?" Gumam nya dalam hati.


"Ayo kita kembali ke rumah sakit" Ajak Sifa.


"Eh iya Han ayo"


"Kami permisi duluan ke rumah sakit ya DOkter Aji dan dokter Rafel" Pamit Nadia kepada Aji dan Rafel.


"Panggil nama aja kalau lagi ga di rumah sakit" Ucap Aji dan di angguki oleh kedua nya.


"Tapi tunggu" Lanjut nya.


"Apa?" Tanya Nadia.


"Kita juga mau ke rumah sakit, kenapa kita ga bareng aja?"


"Hah?" Ucap Rafel dan Kayla bersamaan.


"Loh kenapa? Kan kita searah juga" Ucap Aji.


"Iya juga" Timpal Sifa.


"Hanin" Panggil Kayla kepada sifa dengan sorot mata yang taham.


"Eh hehe, maaf Aji, Kayla juga baw mobil" Tolak Sifa halus.


"Ah iya bener, aku bawa mobil ji"


"Gapapa, biar aku yang bawa mobil kamu sama sifa, dan kamu biar naik mobil sama Rafel. Iya kan El?" Tanya nya kepada dokter Rafel.


"Tapi.." Ucap Rafel terpotong.


"Ah udah ga ada tapi tapian udah sana" Potong Aji sambil mendorong Rafel keluar dari Restoran tersebut.


"Udah udah kamu juga sana" Ucap sifa sambil ikut ikutan mendorong tubuh Kayla untuk keluar dari rumah sakit tersebut.


Dan akhir nya Kayla berangkat ke rumah sakit dengan Rafel menggunakan mobil milik Rafel sedangkan Aji dengan Sifa menggunakan mobil milik Kayla.


***


Di dalam mobil Aji


"Sif" Panggil AJi.


"Iya?"


"Apa kamu tau tentang Kayla?"


"Sedikit banyak nya aku tau, kenapa emang nya Ji?"


"Apa Kayla udah punya pacar?"


"Belum"


"Belum?"


"Iya belum"


"Serius?"


"Iya"


"Ko bisa?"


"Bisa lah. Kenapa emang nya, kamu suka sama Kayla?"


"Eh engga, aku cuma tanya aja ko"


"Ohh"


"Kalau cowo yang lagi deket sama dia ada?"


"Kamu udah lama kenal sama Rafel Ji?"


"Lumayan lama, semenjak aku di pindah tugasin disini, aku kenal dulu sama dia, karena rafel udah lama tugas di rumah sakit itu"


"Ohh. Apa Rafel ga punya pacar?"


"Engga.Padahal banyak banget cewe yang suka sama dia, tapi sayang nya ga ada yang bisa Menggoyah kan hati Rafel sampe sekarang"


"Ohya?"


"Ya"


"Sama dong kalau gitu sama Kayla"


"Kaya nya kita satu pikiran deh" Ucap Aji.


"Gimana kalau kita jodohin mereka?" Ucap mereka berdua bersamaan.


"Hahah" Mereka pun tertaa bersamaan setelah mendnegar apa yang mereka ucapkan secara bersamaan.


"Boleh boleh, kenapa kita satu pikiran ya?" Tanya sifa.


"Haha aku juga gatau"


"Gimana setuju engga?"


"Oke setuju"


***


Di lain mobil tepat nya di mobil Rafel


Nadia dan Rafel hanya saling diam dan menatap lurus ke arah jalan, entah karena mereka canggung atau apa mangka nya mereka hanya saling diam satu sama lain. Sampai pada akhir nya Rafel membuka suara nya.


"Ekhem"


"Eh iya dok?"


"Panggil nama aja sama kaya ke AJi"


"Oh oke Rafel"


"El saja"


"Eh iya El maksud nya"


"Kenapa jadi canggung gini ya?" Gumam Nadia dalam hati.


"Kenapa hati gua jadi jedag jedug begini?" Gumam RAfel dalam hati.


"Emm.." Ucap nya bersamaan.


"Kamu duluan aja"Ucap Rafel.


"Kamu aja"


"Ladies first"


"Hem baiklah. Maaf sebelum nya kalau aku nanyain hal pribadi"


"Iya oke no problem"


"Apa ga bakal ada yang cemburu kalau kamu sama aku ada di 1 mobil kaya gini?"


Mendengar pertanyaan dari Nadia sontak Rafel menaikkan satu alis nya dan tak lama ia pun tertawa "hahaha"


"Loh ko kamu ketawa? Apa ada yang salah ya sama pertanyaan aku?" Tanya Nadia bingung.


"Dikira aku kamu mau tanya apa, tau tau nya nanya hal yang kaya gini doang?" Tanya rafel sambil tersenyum geli dan hanya di jawab anggukan saja oleh Nadia.


"Tenang aja, aku masih single"


"Ohh"


"Terus kalau kamu?"


"Aku?"


"Iya kamu?"


"Aku juga sama hehe"


Setelah itu mereka ngobrol dan sudah terlihat sangat akrab.