Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Membuat Seblak



Di Indonesia


Kayla yang sedang asik mencari berbagai menu makanan di ponsel nya pun terdiam sesaat ketika mendapatkan pesan dari Aji.


"Aji?" Gumam nya dalam hati.


"Ada apa ya?" Tanya nya dalam hati.


Kayla pun membuka pesan dari Aji.


From : Aji


Siang Kay, aku mau kasih kabar tentang Rafel, kalau Rafel sekarang udah sadar Kay. Udah baik baik aja.


Kayla pun membulatkan mata nya ketika membaca pesan dari Aji. Tak terasa air mata nya pun lolos dari mata nya itu.


"Terimakasih, terimakasih karena kau sudah mau bertahan untuk hidup sayang" Ucap nya sambil menghapus air mata nya kebahagiaan nya itu.


Kayla pun membalas pesan Aji.


To : Dokter Aji


Allhamdulilah, tolong jaga Rafel ya Ji, selalu berikan perkembangan nya kepada ku. Aku berikan kepercayaan ku sepenuh nya kepada mu ya Ji.


Send


"Haaah, akhir nya aku bisa tenang setelah mendengar kabar tentang mu" Ucap nya sambil tersenyum.


"Aku harap kamu mau memperjuangkan cinta kita ya El. Aku harap kamu akan mencari aku kemana pun" Ucap nya sambil tersenyum.


Kayla pun kembali mencari menu makanan di ponsel nya itu, ia tidak bisa dan berani untuk menguhubungi Rafel lebih intens, karena ia takut akan lebih di jauhkan lagi oleh orang tua Rafel.


***


Singapore


"El el, si Kayla bales nih" Ucap Aji girang.


Rafel pun membuka mata nya ketika mendengar ucapan Aji.


"Apa katanya?" Tanya Rafel penasaran.


From : Dokter Kayla


Allhamdulilah, tolong jaga Rafel ya Ji, selalu berikan perkembangan nya kepada ku. Aku berikan kepercayaan ku sepenuh nya kepada mu ya Ji.


"Gitu doang Ji?" tanya Rafel kepada Aji.


"Iya" Jawab Aji.


"Ya emang Kayla harus jawab gimana El?" Lanjut nya lagi setelah melihat muka murung Rafel.


"Gimana gitu Ji"


"Ga mungkin kan el, si Kayla salto di hp? Yang ada tuh hp malah rusak deh"


"Ya bukan salto juga kali Ji. Maksud gue kaya gimana gitu"


"Kita kan gatau Kayla di sana nya gimana El, siapa tau aja Kayla di sana bahagia kan? Lagian kalau di baca dari chat nya, keliatan nya dia seneng banget, bersyukur gitu lo sadar"


"Iya juga sih Ji"


"Iya lah. Udah deh lo ga usah mikir yang aneh aneh tentang Kayla. Lagian elu kali yang lebih tau Kayla di banding gue El. Secara lo kan udah jadi tunangan nya dia"


"Iya juga ya ji, ko gue jadi oon begini sih. Kaya nya gara gara terlalu lama deket sama elo deh Ji"


"Dih dih, malah gue yang kena. Jelas jelas lo yang ragu"


"Gue bukan ragu sama cinta nya dia si Ji"


"Lah terus?"


"Gue ragu sama nyokap gue. Gue harus gimana coba Ji jelasin nya?"


"Yah dia malah balik lagi, kan gue udah bilang, itu mah ya urusan lo. Ya lo harus bisa yakinin nyokap lo, cerita in deh semua nya secara detail ke nyokap lo"


"Iye iye"


"Yaudah lo sekarang istirahat lagi aja deh"


"Iya nih gue merem"


"Anak TK juga bisa kalau tinggal merem doang mah el"


"Ya terus gue harus gimana Ji?"


"Ya lo tidur, ah males banget nih gue punya pasien kaya begini modelan nya"


"Bodo ah"


"Udah lu cepet tidur, bentar lagi juga ada perawat yang bakal ngasih makan siang ke sini"


"Iya Ji"


Rafel pun memejamkan mata nya agar tidak mendengar ocehan dari sang sahabat nya itu.


***


"Sudah bos. Aji sudah mengabari nona muda Kayla bahwa Tuan muda Rafel sudah sadar" Ucap asisten Hen.


Tak sulit seorang Gilang untuk mendapatkan informasi mengenai Rafel, karena Gilang memiliki tangan kanan yang benar benar sangat cerdas, yaa walaupun masih lebih cerdas Gilang dari pada sang Asisten.


"Siapkan penerbangan untuk kita berangkat kesana"


"Baik bos"


"Aku tunggu 1 jam dari sekarang"


"Baik bos, kalau begitu saya permisi"


"Ya"


Sang asisten pun setelah keluar dari ruangan sang bos langsung menyiapkan jet pribadi milik sang bos untuk segera berangkat ke Singapore.


***


"Bosen banget deh" Gerutu Kayla.


Kayla pun keluar dari kamar nya untuk bertemu dengan sang bunda.


"Loh ko sepi?" Gumam nya lagi setelah sampai di ruang keluarga.


"Bi" Panggil Nadia kepada pelayan yang ada di rumah nya.


"Iya non"


"Bunda sama ayah kemana bi? Ko sepi gini ya?"


"Tuan besar dan nyonya besar sedang keluar non, tuan dan nyonya besar ada acara bertemu dengan teman lama nya di restoran"


"Oh gitu, yaudah deh kalau gitu"


"Oh iya bi" Ucap nya mampu memberhentikan sang pelayan yang hendak berjalan kembali menuju dapur.


"Iya non?"


"Di kulkas ada bahan bahan buat masak ga bi?"


"Ada non, baru kemarin bibi belanja ke pasar"


"Yaudah kalau gitu aku mau masak ya bi"


"Eeeh jangan non. Non bilang aja sama bibi mau di masakin apa, nanti bibi bikinin"


"Gapapa ko bi, Nadia mau masak sendiri aja"


"Tapi non"


"Bibi tenang aja, Nadia mau bikin seblak bi"


"Seblak?"


"Iya bi"


"Yaudah Nadia ke dapur ya bi" Lanjut nya lagi.


"Baik lah kalau begitu. Kalau butuh bantuan panggil bibi saja ya non"


"Siap bi"


Kayla pun melangkah kan kaki nya menuju dapur untuk membuat seblak, karena ia sudah lama tidak memakan seblak setelah ia pergj ke London.


Setelah sampai di dapur, Kayla pun menyiapkan bahan bahan untuk membuat seblak. Seperti sayuran sawi putih / kubis, sosis, kwetiau, bakso dan telur. Dan tak lupa kayla pun menyiapkan Garam, gula, kaldu bubuk, 3 buah bawang merah, 3 buah bawang putih, cabe merah, cabe rawit, kemiri dan kencur secukupnya.


Setelah selesai, Kayla pun memotong sosis, sayuran dan baso nya, kemudian menumbuk atau menghaluskan bawang putih, bawang merah, cabe merah, cabe rawit, kencur dan kemiri. Kemudian di tumis lah bumbu bumbu tersebut.


"Wangiii" Ucap Kayla ketika sedang menumis bumbu seblak tersebut.


Setelah terasa sudah wangi atau matang, kayla pun mensisih bumbu tersebut ke tepi wajan, da Kayla pun memasukan telur nya ke wajan dan mulai mengorak ngarik telur tersebut dan menyatukan nya dengan bumbu yang sempat tadi ia tumis.


"Uuuh udah laper nih perut ku, udah demo" Monolog nya.


"Wangi sekali non masakan nya" Puji Pelayan tersebut.


"Hehe iya bi"


"Kaya nya enak nih"


"Bisa aja nih si bibi"


Kayla pun melanjutkan masak seblak nya, setelah mengorak ngarik sang telur, Kayla menambah kan bakso, sosis dan tak lupa air secukupnya. Kayla pun menunggu sampai mendidih.


Sambil menunggu seblak itu mendidih, kayla menyiapkan mangkuk yang agak besar, karena memang Kayla membuat seblak nya dalam porsi banyak, takut takut nya kaka dan sang bund anya datang kerumah, karena sekarang sudah mulai memasuki jam makan siang.


Setelah di lihat sudah mendidih, kayla pun menambahkan sayuran dan bumbu halus seperti garam, gula dan kaldu bubuk ke dalam masakan tersebut.


Di masak nya lagi dan kemudian kompor nya di matikan. Daaan seblak ala chef Kayla sudah jadi.


Kayla pun menuangkan Seblak tersebut ke dalam mangkuk yang sudah ia siapkan, dan membawa nya ke meja makan untuk ia lahap.


"Aduh aku udah ga sabar nih buat nyobain" Monolog nya.


"Ekhem. Wangi nya enak banget nih" Ucap seorang pria yang baru saja datang memasuki meja makan.