
"Gilang hanya kelelahan saja, kamu bisa tanyakan langsung kepada Gilang. Ayo kita kesana, biar mamah bersiap dulu sebentar"
"Baik mah"
Mamah Gilang pun meninggalkan Nadia sendiri, nadia pun masih diam membisu, otak dan hati nya sedang berperang saat ini.
Kenapa bisa?
Kenapa bisa Gilang seperti ini?
Apa aku sungguh keterlaluan?
Apa aku sungguh kejam?
Engga ga ga ga mungkin Gilang sakit ini karena ku?
Mungkin memang benar Gilang sakit karena kelelahan.
Tapi kenapa bisa terjadi dengan waktu yang bersamaan?
Begitulah kira kira yang sedang ada di otak dan pikiran Nadia saat ini.
“Ayo nak” Ajak mamah Gilang tapi taka da pergeakan dari Nadia.
“Hayo lagi ngelamunin apa” Sentaknya.
“Ehhh.. En..Engga mah” Jawab Nadia gelagapan.
“Mamah sudah selesai” Lanjutnya.
“Iya sudah, ayo kita ke rumah sakit”
“Iya mah”
***
Rumah Sakit
Terdengar ramai ramai di dalam kamar ruang rawat inap VVIP.
“Seorang Gilang bisa sakit juga ya ternyata” Ledek Renaldi.
“Yaiyalah gue juga manusia, emang lu kira gue robot apa” Delik Gilang. Yang lainnya pun tertawa menanggapi Gilang yang sedang sakit.
Farhan dan Renaldi memang sengaja datang ke rumah sakit untuk menjenguk Gilang, karena mereka mendapatkan kabar dari Riko bahwa Gilang sedang di rawat di rumah sakit milik nya. Setelah mendapatkan pesan singkat dari Riko, Renaldi dan farhan pun langsung bergegas berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk teman nya itu.
Mereka bertiga pun tak henti henti nya meledek kearah teman laknat nya itu. Gilang yang ketika itu melihat ada teman teman dajjal nya datang, diri nya hanya menghelakan nafas panjang, karena diri nya yakin bahwa tidak akan bisa istirahat jika teman teman
nya sudah datang.
“Eh btw dokter cantik ga jenguk elo Lang?” Tanya Farhan.
“Yeh, bahasa lo udah kaya cewe aja BTW” Timpal Riko.
“Suka suka lah” Jawab Farhan.
Tak lama terdengar pintu terbuka dari luar.
Ceklek..
“Eh tante, selamat sore tante” Sapa Riko, Farhan dan Renaldi bersamaan ketika melihat
mamah Gilang yang membuka pintu nya.
“Sore, ada kalian toh di sini, dikira tante sepi” Jawab nya. Mamah Gilang pun melangkahkan kaki nya untuk masuk ke ruangan sang anak kesayangan nya itu.
“Eh ada dokter cantik juga, selamat sore dokter cantik” Sapa Farhan. Riko dan Renaldi yang mendengar sapaan dari Farhan pun melihat ke arah pintu kembali dan ikut menyapa Nadia.
“Selamat sore cantik” Sapa Renaldi.
“Sore dokter cantik kesayangan tuan muda Gilang” Sapa Riko. Dan Kayla pun hanya membalas nya dengan senyum manis nya saja. Gilang yang melihat ada Nadia pun me,]mbulatkan mata nya saja, dan seketika mata itu melotot kea rah ke tiga teman dajjal nya itu. Bisa bisa nya mereka menyapa Nadia dengan perkataan seperti itu, Batin nya!!
“Udah kalian bertiga boleh keluar” Suara dari Gilang yang tidak memikirkan perasaan dari ketiga teman nya itu.
“Lah berasa kaya abis manis sepah di buang deh gue” Celetuk Renaldi.
“Lah iya ya. Yaudah yuk kita keluar, meningan kita ke café” Ajak Farhan.
“Gue ga bisa, gue masih ada jadwal soalnya”
“Oke deh” Jawab Renaldi dan farhan secara bersamaan.
“Tante, dokter cantik kita pamit permisi dulu ya” Pamit farhan.
“Iya, terimakasih ya sudah mau menemani Gilang di sini” Jawab Mamah Gilang.
“Iya tan sama sama. Kalau begitu kami permisi” Timpal Riko. Dan diangguki oleh mamah Gilang.
Ketiga nya pun keluar dari ruang rawat inap Gilang. Etelah peninggalan ketiga teman nya, Nadia tetap diam tak bersuara di sofa yang berada di dalam kamar itu, melihat itu mamah Gilang pun pamit keluar dari ruangan sang anak untuk memberikan waktu kepada dua anak manusia itu untuk menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi diam diam.
“Nad” Panggil Gilang ketika Nadia tetap membisu setelah sepeninggalan sang mamah nya itu.
“Hem?” Jawab Nadia tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel nya.
“Maaf, bukaa..”
“Sudah aku maafkan” Jawab Nadia cepat dengan memotong apa yang akan Gilang ucapkan.
“Aduuuh duh duh” Keluh Gilang sambil memegang kepala nya.
Nadia yang mendengar keluhan dari Gilang pun langsung beranjak dari duduk nya dengan wajah
“Apa yang sakit lang? Sebelah mana yang sakit? Akan aku panggilkan dokter”
Gilang yang melihat kekhawatiran Nadia pun tersenyum penuh kemenangan. Nadia yang tidak mendapati jawaban dari Gilang pun melihat kea rah nya dan “Ish nyebelin, kamu bohongin aku ya?” Rajuknya sambil mencebikkan bibir nya dan hendak kembali ke sofa yang tadi membuat duduk nyaman nya.
“Maaf” Ucapnya sambil memegang tangan Nadia agar tidak kembali ke sofa yang berada di sebrang ranjang pesakitan nya.
“HHhh… Baiklah” Nadia pun memilih untuk duduk di kursi yang sudah ada di sebelah ranjang
pesakitan gilang.
“Jangan manyun terus dong ah” rayuan nya sambil menoel hidung mancung Nadia.
“Kenapa kamu ga bilang kalau kamu sakit tuan muda?”
“Maaf, ku cuma ga mau liat kamu khawatir aja”
“Tapi aku emang khawatir Gilang”
“Aku kaget pas mamah kamu bilang kalau mau ke rumah sakit jenguk kamu, sedangkan baru 5 menit
yang lalu kamu bilang di pesan kalau kamu sibuk” Jelas nya. Gilang hanya menjadi pendengar setia sambil sesekali tersenyum mendengar ocehan rajukan dari wanita sang pujaan hati nya itu.
“Iya, iya aku minta maaf ya aku salah, seharus nya aku bilang sama kamu kalau aku lagi sakit” Ngalah nya sambil mengusap rambut sang pujaan nya itu.
“Iya udah aku maafin ko lain kali jangan gitu lagi ya”
“Iya aku janji”
“Kata mamah, kamu kena anemia?” Tanya nya dan di angguki oleh Gilang.
“Sejak kapan?”
“Sekarang”
“Bener?”
“Iya”
“Aku mau tanya deh sama kamu, kamu jawab jujur ya” Kata nya sambil menggenggam tangan Gilang.
“Mau tanya apa hem?”
“Apa benar kamu seperti ini semenjak aku bersama dengan rafel? Semenjank kamu memilih untuk menjauhi aku?”
Deg..
“Dari mana Nadia tau?”
“Ko bisa pas gitu ya tebakan nya?”
“Ga ada yang tau selain gue dan Hen”
“Apa sih Hen yang udah bilang?”
“Tapi itu ga mungkin” Gumam Gilang dalam
hati.
“Lang?” Panggil Nadia menyadarkan lamunan Gilang.
“Ehh iya Nad”
“Jawab pertanyaan aku yang tadi, apa benar?”
“Engga ko. Mana mungkin aku sakit karena itu, kamu kan tau aku emang sibuk kerja Nad”
“Tapi setau aku kamu itu tipe orang yang sangat sangat menjaga kesehatan kamu Lang. kamu ga akan sampai seperti itu tanpa ada nya sesuatu yang membuat mu berubah”
“Yakin deh sama aku, bukan karena masalah itu ko”
“Baiklah” Ucap nya.
“Aku akan mencari tau sendiri” Gumam Nadia dalam hati.
Nadia dan Gilang pun kembali berbincang tanpa menyadari ada yang memeprhatikan nya dari balik jendela kamar Gilang.
“Kalian emang pasangan yang cocok” Ucap Mamah Gilang.
“Asisten Hen, antarkan saya pulang, seperti nya Gilang sudah baikan ketika melihat keadaan nya sekarang”
“Baik nyonya, mari saya antarkan anda” Katanya dan di angguki oleh Mamah Gilang.
***
Di dalam mobil
“Asisten Hen”
“Iya nyonya”
“Bagaimana keadaan gilang, apakah semakin buruk?”
“Tidak nyonya, tuan muda semakin membaik”
“Bagaimana bisa sekarang Gilang sakit lagi?”
“Itu karena tuan muda sangat sibuk dan sering bulak balik Jakarta – London” Jelas asisten Hen dan sang mamah hanya manggut manggut saja.