Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Melamar



Ting.. Tong...  Suara bel rumah Nadia.


Bunda membuka kan pintu rumah, dan terlihat ada pria tampan dan gagah dengan setelan jas nya.


"Selamat malam tante. Perkenalkan saya Frans"


"Malam. Kamu Frans yang akan berkencan dengan Naura ya?"


"Oh iya tante, apa Naura nya ada tan?"


"Oh ada dia masih di kamar, ayo silahkan masuk nak Frans"


"Iya tante terimakasih"


"Mau minum apa nak?"


"Ga usah repot-repot tan"


"Yaudah kalau begitu, biar tante panggil Naura nya dulu ya"


"Iya tante terimakasih"


Bunda pun menuju ke kamar Naura.


Tok.. Tok.. Tok...


"Naura" Panggil Bunda.


"Iya bun?"


"Ada nak Frans di depan, ia mau jamput kamu katanya"


"Oh iya bunda, Naura keluar"


"Yaudah bunda turun ya nak"


"Eh tunggu dulu bun"


Ceklek..


"Bunda masuk dulu bun"


"Ada apa sih nak?"


"Liat deh bun, gimana penampilan Naura, apa ada yang kurang bun?"


"Sebentar bunda mikir dulu" Bunda pun melihat Naura dengan seksama, dan tersenyum.


"Udah, Naura udah sangat cantik, ga kurang satu apapun"


"Yang benar bun?"


"Iya sayang bunda benar. Udah lah kamu sekarang turun, kasian nak Frans udah nunggu kamu lama"


"Baik bun"


Bunda dan Naura pun turun dari kamar Naura.


"Dokter Frans?" Panggil Naura dan frans pun menengok ke arah suara Naura, frans pun melongo ketika melihat Naura yang begitu cantik menurut nya.


"Cantik" Gumam Frans.


"Iya?" Tanya Naura.


"Eh eh engga engga apa apa. Yaudah ayo kita berangkat"


"Tante, aku izin ajak Naura ke luar ya tan"


"Iya nak silahkan. Tapi ingat pulang jangan terlalu malam ya, harus bisa jaga diri juga ya nak"


"Iya tante. Kami permisi ya tan"


"Iya"


"Bunda, Naura pergi ya"


"Iya sayang, hati-hati ya"


"Daah bunda"


Naura dan Frans pun meninggalkan kediaman Nadia, mereka pergi ke sebuah cafe yang mewah, Frans yang sudah membooking satu ruangan VVIP nuansa romantis. Itu berhasil membuat Naura terkesima dan merasa takjub dengan apa yang sudah Frans lakukan terhadap nya.


Frans pun menuntun Naura untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan. Naura pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Frans.


"Apa kamu senang Naura?"


"Sungguh sangat senang pak dokter"


"Sssttt... Jangan panggil aku pak dokter, panggil aja Frans" Kata frans sambil menyimpan jari telunjuk nya ke bibir naura sambil menggelengkan kepala nya.


"Baiklah" Kata Naura sambil tersenyum dan menganggukan kepala nya tanda mengerti.


"Aku ga nyangka kalau seorang dokter yang terkenal dingin dan cuek bisa se romantis ini. Apakah aku bermimpi?"


Lanjut Naura.


"Engga ra, ini bukan mimpi, tapi ini nyata"


"Ra..?"


"Sebenernya kamu aku ajak kesini karena ada yang mau aku omongin sama kamu"


"Apa?"


Frans pun mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah."Ra. Will you marry me?"


Naura pun membulatkan mata nya karena terkejut. Naura tak punya pemikiran bahwa ia akan di lamar saat ini juga, padahal ia baru mengenal Frans.


"A.... Apa kamu se... Serius dengan ucapan mu Frans?"


"Ra jujur. Sebenarnya aku udah menaruh hati padamu saat aku melihat mu pertama kali datang ke rumah sakit. Aku nunggu waktu yang pas untuk mengatakan ini. Karena kamu terlalu sibuk di rumah sakit. Sampai akhir nya aku memberani kan diri dekat dengan mu satu bulan yang lalu"


Naura tak menyangka dengan apa yang di ucap kan oleh Frans, ia pun tak menjawab apapun perkataan Frans ia hanya bisa menteskan air mata nya karena ia merasa sangat kaget dengan apa yang di lakukan oleh Frans.


"Ra" Panggil Frans sambil menggenggam tangan Naura. "Bagaimana ra jawaban kamu?"


"I.... Iya aku mau Frans" Jawab Naura sambil menganggukan kepala nya.


"Sungguh?" Tanya Frans meyakinkan. Dan hanya di jawab anggukan saja oleh Naura.


Frans yang melihat itu pun sangat bahagia, dan memasangkan cincin ke jari manis Naura "Makasih ya Ra udah mau nerima aku" Sambil memeluk Naura.


"Iya frans sama-sama. Aku juga sangat berterima kasih sama kamu udah mau pilih aku jadi pendamping hidup mu Frans" Kata Naura smabil membalas pelukan Frans.


"Aku akan datang kerumah mu meminta izin untuk menikahi mu Ra"


"Tapi... "


"Aku udah tau semua tentang mu dan keluarga mu Ra. Aku akan meminta izin kepada orang tua Nadia dan paman bibi mu yang berada di desa"


"Sungguh? Apakah kamu ga malu?"


"Sungguh. Kenapa aku harus malu ra? Kamu itu pilihan ku, hanya kamu wanita satu-satu nya yang akan menjadi ibu dari anak-anak ku Ra" Kata Frans sambil mencium kening Naura.


"Sekali lagi terimakasih Frans terimakasih"


"Iya ra. Yaudah kita makan aja yuk"


"Iya frans"


Naura dan Frans pun mulai menyantap makanan yang sudah di hidangkan di meja mereka dengan perasaan bahagia karena selangkah lagi mereka akan menjadi pasangan yang seutuh nya.


Selesai makan Frans mengantarkan Naura pulang, karena ia sudah janji tidak akan pulang larut kepada bunda nya Nadia. Nampak rasa canggung dan bahagia menyelimuti mereka. Karena sejak tadi tidak ada percakapan dari mereka, hanya saling curi pandang dan saling menggenggam tangan saja.


Sampai di rumah, Frans dan Naura pun turun dari mobil yang di kendarai oleh Frans. Dan mengantarkan Naura ke dalam rumah Nadia.


Ting... Tong....


Ceklek


"Kaka"


"Naura? "


"Dari mana kamu ra? "


"Hehe aku abis kencan dong sama Frans" Sambil melirik ke arah frans.


"Malam ka, saya Frans. Maaf ka mengantarkan Naura nya terlambat"


"Oh ya ga apa apa yang penting kamu udah mengantar kan nya pulang"


"Yaudah ka, saya permisi pamit pulang dulu, karena takut mengganggu istirahat yang lain"


"Oke baiklah hati-hati"


"Iya ka. Ra aku pamit pulang dulu ya"


"Iya frans hati-hati"


Frans pun meninggalkan kediaman Nadia. Dan Naura masih amat sangat senang dengan kejadian tadi, muka nya pun masih memerah seperti kepiting rebus. Key yang melihat itu pun terheran-heran ia pun menggoda adik nya itu.


"Hey kau, kau di apakan oleh nya sampai selalu di tatap nya seperti itu, padahal dia udah ga keliatan"


"Ih ka key apa sih, aku kan lagi senang tau ka"


"Hayo kalian abis ngapain, jangan jangan"


"Ish kaka, kaka ga boleh mikir macam-macam ya, lihat nih ka lihat jari aku" Sambil memperlihatkan jari manis nya.


"Jangan bilang kalau kamu..??"


"Aaaa...... Iya ka aku di lamar oleh Frans. Aku senang ka" Teriak Naura sambil memeluk tubuh key.


"Haish, udah jangan teriak-teriak ini udah malem. Nanti bunda sama ayah bangun"


"Hehe maaf ka maaf, aku terlalu bahagia soalnya"


"Ya sudah. Selamat ya adiik"


"Iya ka terimakasih ya ka"


"Yaudah kamu istirahat gih. Udah malem juga"


"Oke ka"