Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Maaf



"Kay aku minta maaf soal Mey" Ucap Gilang Lirih setelah menerobos pintu ruangan Kayla.


"Hhhhh" Hanya terdengar helaan nafas panjang dari Kayla.


Sifa, Naura dan suster yang memberitahukan kepada Nadia bahwa ada tamu pun ikut melongo dan termenung melihat Gilang yang menerobos pintu ruangan Nadia.


Setelah sadar dari lamunan nya, mereka pun memilih untuk pamit keluar untuk memberikan ruang kepada mereka berdua.


"Duduk dulu" Titah nya kepada Gilang.


Gilang pun menurut dengan apa yang di perintah kan oleh Kayla.


"Mau apa lagi kamu kesini?" Tanya Nadia sambil menetralkan perasaan nya yang sedari tadi sudah tidak karuan.


"Aku mau minta maaf"


"Udah aku maafin" Jawab nya cuek.


"Beneran"


"Ya"


"Udah ga marah lagi sama aku?"


"Aku emang engga marah sama kamu"


"Kalau kamu ga marah sama aku, terus kenapa kamu kaya ngehindar gitu dari aku?"


"Itu mah cuma perasaan kamu aja kali"


"Masa iya? Tapi engga ah, bukti nya setiap kali aku telpon kamu ga angkat, kenapa?"


"Oh itu, aku lagi sibuk jadi nya aku ga bisa angkat telpon dari kamu" Elak nya.


"Yaaa..." Ucap Gilang terpotong karena ada seseorang yang mengetuk pintu dari arah luar.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk" Teriak Kayla dari dalam.


"Maaf dok, ada pasien yang harus segera di tangani" Ucap Hanin asisten nya.


"Iya, aku akan segera kesana"


"Baik dok"


"Maaf gilang, aku harus segera ke ruangan"


"Oke" Jawab Gilang pasrah.


Nadia melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan nya itu meninggalkan Gilang sendiri di ruangan nya.


"Shit!!!" Geram gilang sambil mengacak ngacak rambut nya karena kesal.


"Sial" Teriak nya lagi.


Gilang pun beranjak dari duduk nya untuk kembali ke perusahaan nya, karena ia sudah di hubungi sejak tadi oleh asisten nya.


Gilang memang meminta kepada asisten nya untuk memundurkan jadwal meeting nya, karena ia sudah tidak sanggup jika harus berlama-lama bersalah paham dengan wanita pujaan nya itu.


Tapi apa sekarang? Walaupun diri nya sudah mengetahui bahwa wanita nya itu sudah memaafkan nya tetapi belum sepenuh nya diri nya yakin, karena sejak tadi Gilang sudah melihat raut wajah dari wanita nya itu bahwa ia masih belum begitu memaafkan diri nya.


"Shiit!!" Lagi lagi Gilang kesal dan memukul stir mobil nya itu.


***


Di kantor MHD crop


Terlihat Gilang baru turun dari mobil nya dengan badan gagah dan berwibawa nya, ia masukan kedua tangan nya kedalam saku celana nya. Gilang pun masuk ke dalam ruang meeting nya dengan raut wajah yang sangat dingin.


***


Perusahaan Keynan


Keynan sedang fokus-fokus nya mempelajari dokumen dokumen yang berada di hadapan nya saat ini, saat ini Keynan begitu sangat tampan dengan setelan jas nya dan juga kaca mata yang sudah bertengger di mata nya.


"Abis ini ada jadwal kemana lagi Fai?" Tanya nya kepada asisten nya itu.


"Oke" Ucap Keynan dan kembali melanjutkan melihat isi dokumen nya itu.


Lagi lagi Keynan di ganggu oleh seseorang yang mengetuk pintu dari arah luar.


"Ck" Gerutu Keynan.


"Buka pintu nya" Titah nya kepada Fai.


"Baik tuan muda" Ucap Faisal danmembuka kan pintu ruangan Keynan.


Ceklek


Faisal pun melihat siapa yang datang menghampiri nya itu. Faisal pun meletakan dokumen yang sudah ada di genggaman nya itu untuk di letakkan di meja kerja nya.


"Ada apa?" Tanya Keynan kepada seorang pria yang ternyata itu adalah anak buah Keynan yang di perintah kan oleh Keynan untuk menjaga adik kesayangan nya itu.


"Saya ingin melapor bos" Ucap anak buah Keynan dan di jawab anggukan oleh Keynan.


"Tuan muda Gilang tadi bertemu dengan nona muda Nadia, tuan"


"Mau apa?"


"Tuan muda Gilang ingin meminta maaf kepada nona muda Nadia, tadi nya ia sudah tidak di izin kan oleh nona muda Nadia, tetapi ia menerobos untuk masuk ke ruangan nona muda Nadia"


"Hem"


"Tuan muda Gilang pun masuk dan meminta maaf kepada nona muda Nadia, nona muda Nadia pun memafkan tuan muda Gilang , tetapi saat tuan muda Gilang ingin berbicara lagi, nona muda Nadia di panggil karena ada pasien darurat yang harus segera ia tangani, bos"


"Tetap jaga nona muda, jangan biarkan ia tersakiti lagi. Untuk urusan Gilang, biar mereka yang mengurus masalah kalian, jika ada yang mencurigai cepat kabari saya"


"Baik bos"


"Kau bisa kembali"


"Baik"


Anak buah Keynan pun kembali ke rumah sakit untuk menaati perintah dari bos nya itu.


"Asisten fai" Panggil Keynan setelah anak buah nya itu keluar dari ruangan nya.


"Iya tuan muda"


"Hubungi bagian kepala rumah sakit, buat janji dengan nya 1 jam dari sekarang"


"Baik tuan muda" Ucap Asisten faisal patuh.


Keynan pun kembali mempelajari dokumen yang berada di meja nya itu.


***


Restoran


Setelah 1 jam bergelut dengan banyak nya dokumen, kini Keynan dan asisten nya sedang berada di restoran ternama di kota Jakarta, ia sudah membuat janji dengan kepala rumah sakit tempat dimana Nadia bekerja.


"Selamat siang pak Keynan" Ucap kepala rumah sakit.


"Siang dokter"


"Silahkan duduk" Lanjut nyan lagi.


"Baik terimakasih" Ucap kepala rumah sakit itu dan duduk tepat di hadapan Keynan.


"Maaf saya terlambat, karena jalanan yang sangat macet di jam jam segini"


"Saya mengerti" Jawab nya.


"Ada perlu apa ya pak Keynan ingin bertemu dengan saya? Apakah saya melakukan kesalahan pak?"


"Tidak"


"Lalu"


"Saya ingin membicarakan perihal adik saya dokter Kayla" Ucap nya dengan wajah serius.