Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Wisuda



Nadia sudah berada di rumahnya, karena memang sudah di bolehkan untuk pulang.


"De kamu kenal sama pak Gilang?"


"Itu loh ka yang nganterin aku malam-malam"


"Oh jadi dia yang anterin kamu" Kata Key pura-pura tidak tahu.


"Iya ka"


"Kamu suka sama dia de?" Tanyanya to the poin.


"Haish, kenapa kaka nanya kaya gitu ke aku?"


"Engga ada, Kaka cuma nanya aja"


"Ah yang bener?"


"Iya de"


"Kaka kenapa bisa kenal sama Gilang?"


"Yaaa karena dia itu rekan bisnis kaka. Kaka mengajukan kerja sama untuk membuat rumah sakit bersamanya, dan sekarang rumah sakitnya juga udah jadi"


"Pantes aja kaka kenal" Key yang mendengar itu pun hanya manggut-manggut saja.


"Kalau kamu suka sama dia bilang ya sama kaka"


"Engga bakal, aku engga suka cowo kaya gitu"


"Hey adik kaka ini, engga boleh ngomong kaya gitu, nanti kemakan omongan sendiri loh"


"Semoga aja engga"


***


Di tempat lain, di sebuah ruang kerja terdapat seorang pria tampan yang sedang pusing memikirkan hal untuk mendapatkan seorang wanita yang tak lain adalah Gilang.


"Haaah kenapa aku malah sepusing ini untuk mendapatkan seorang wanita, biasanya juga wanita yang selalu ngejar-ngejar dan memohon untuk bisa menjadi kekasih gue. Kenapa sekarang aku yang malah tergila-gila kepada seorang wanita?" Monolognya sambil geleng-geleng.


"Siaaal... Siaalll...siaaaallll... Sepertinya apa yang di bilang Riko itu benar, kalau aku akan mendapatkan karma. Tapi kenapa harus Kayla wanitanya"


"Aku harus menelpon Renaldi meminta pertanggung jawabannya"


Gilang pun mengambil ponselnya dan menelpon sahabat nya itu.


Via telpon


Renaldi : Ada apa si Lang? Ganggu banget deh.


Gilang : Gue mau minta pertanggung jawaban dari lo!!


Renaldi : Emang gue abis ngapain lo? Lo cowo gue cowo mana bisa lo hamil.


Gilang : Et sue loh.


Renaldi : Kenapa si lo? Udah kaya cewe yang lagi PMS aja.


Gilang : Kenapa lo engga bilang kalau Kayla itu adik dari Keynan?


Renaldi : Ck. Lo nanya engga Kayla itu adik dari siapa gimana gue mau ngasih taunya.


Gilang : Ya kan setidaknya lo bilang sama gue. Biar gue engga pusing deketinnya, gue tau keynan pasti udah tau semua tentang gue. Secara dia juga pemilik perusahaan terbesar di kota ini, dan dia juga membuat kerjasama sama perusahaan gue buat bikin rumah sakit. Gue engga bisa buat pake kekuasaan gue.


Renaldi : Ck. Katanya lo playboy terus kebanyakan cewe yang mati-matian deketin lo. Dan lo juga pernah bilang kalau lo mau bikin Kayla jadi wanita-wanita yang kaya sebelum-sebelumnya, kenapa lo jadi serumit ini sih.


Gilang : Gue juga engga ngerti sama diri gue. Gue ngerasa gue pengen milikin dia seutuhnya, gue engga sudi ngeliat dia sama orang lain.


Renaldi : Gue udah wanti-wanti gue engga bakal kasih kalau lo cuman jadiin Kayla sebagai wanita yang kaya mantan-mantan lo. Tapi karna lo udah begini gue akhirnya tau kalau lo bener-bener suka sama si Kayla.


Gilang : Terus gue harus gimana sekarang?


Renaldi : Ya lo terus berusaha deketin si Kay sama si Key. Lo yakinin dulu si Kay kalau udah yakin lo bisa ituin si Key, Key pasti bakal luluh kalau Kay udah merengek. Lo tau sendiri 'kan, kalau Kay itu paling deket sama si Key?


Gilang : Iya gue tau.


Renaldi : Yaudah untuk sekarang lo deketin terus si Kay.


Gilang : Oke kalau gitu.


Gilang memikirkan cara untuk meluluhkan hati Kayla, karena menurut Gilang, Kayla adalah wanita yang berbeda dari wanita lain. Bukti nya saja ia mau bekerja padahal ia sudah memiliki harta yang berlimpah.


***


Seminggu sudah Nadia berada di rumah, tepat di hari ini Nadia melangsungkan wisudanya di salah satu gedung yang sudah di sewa oleh pihak universitas yang Nadia tempuh.


Nadia dapat menggelar S1 nya dengan predikat cumlaude. Itu membuat kebanggaan tersendiri dan kebanggaan untuk kedua orang tua dan kakaknya sendiri. Kedua orang tua Nadia naik ke atas podium untuk memeluk sang putri bungsu dan memberikan pengumuman bahwa Hikayla Nadia adalah putri bungsunya.


Dan itu membuat semua mahasiswa dan mahasiswi terkejut atas apa yang mereka dengar. Apalagi untuk teman sekelasnya yang suka mengejek tentang Kayla. Tapi karena Kayla adalah wanita yang baik dan tak punya dendam, maka posisi mereka yang mengejeknya merasa aman. Tak terkecuali Naura sahabat dekatnya Kayla yang saat itu pun merasa terkejut, pasalnya ia baru mengetahui bahwa ia bersahabat dengan anak terkaya di kotanya. Karna Kayla tidak pernah menunjukkan bahwa ia adalah anak orang kaya.


"Naura..." Teriak Nadia.


"Nadia..."


"Sorry bukan maksud gue mau bohong sama lo. Gue cuma mau tau mana yang mau temenan sama gue yang tulus sama yang engga. Maka dari itu gue nyembunyiin status gue"


"Gue ngerti ko, Nad"


"Gue harap lo tetep mau jadi sahabat gue, Ra"


"Seharusnya gue yang ngomong gitu Nad, lo masih mau bersahabat sama gue?"


"Iya gue mau, gue mau banget Ra"


"Makasih ya"


"Iya"


"Ra, ikut sama aku yuk"


"Emang mau kemana?"


"Kita makan sama keluarga aku"


"Tapi...."


"Engga apa-apa nak, ayo ikut bersama kami"


"Baiklah tante"


"Panggil aja bunda sama kaya Nadia"


"Baik bunda"


Naura ikut makan siang bersama dengan keluarga Nadia. Ia merasa bahwa ia seperti memiliki keluarga baru lagi yang utuh. Karena kedua orang tua Naura sudah meninggal dan ia tinggal bersama paman dan bibinya di kampung, karena ia mendapatkan beasiswa maka ia berusaha untuk mandiri dengan kuliah sambil bekerja.


"Naura, nanti kamu akan tinggal dimana? Jarak antara rumah sakit dan kosan kamu 'kan jauh"


"Naura nanti mau pindah kosan bunda, mungkin nanti mau cari kontrakan dekat rumah sakit"


"Kenapa engga tinggal di rumah aku aja, Ra?"


"Engga deh nad, itu mah ngerepotin banget namanya"


"Engga usah gitu, Ra. 'Kan lumayan uangnya bisa kamu kirim untuk paman dan bibi mu di kampung"


"Iya bener apa kata Nadia, kamu bisa tinggal bersama kami"


"Tapi om"


"Panggil aja ayah"


"Tapi yah itu berlebihan buat Naura"


"Eitttts.... engga ada penolakan"


"Baiklah kalau misalkan engga ngerepotin"


"Nah gitu dong. Aku 'kan jadi ada temennya. Abis ka Key sibuk banget"


"Kamu juga bakal sibuk de abis ini. Besok kamu udah harus bertugas dirumah sakit itu"


"Hufft"


"Ga boleh ngeluh. Kamu ini mau jadi dokter seperti apa kalau terus aja ngeluh"


"Hehe siap bos Q siap "