Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Terima Kerja



"Tenang, tarik nafaaaass buang. Tarik nafaaas buang" Titah Naura kepada Nadia. Karena Nadia yang sedari tadi sudah gugup untuk menunggu panggilan dari atasan Naura.


"Haaaah" Nadia membuang nafas nya kasar untuk kesekian kali nya.


"Hikayla Nadia" Panggil Renaldi.


"Tuh Nad kamu udah di panggil, udah sana gih masuk" Titah Naura.


"Doain ya ra semoga di terima" Harap nya kepada Naura.


"Amiiin" Jawab Naura.


Nadia pun melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam ruangan sang bos untuk melakukan interview.


***


Di Perusahaan MHD CROP


Terlihat Gilang yang terlihat sangat kesal karena kejadian tadi saat bertemu dengan Nadia.


"Sialan, gara-gara cewe itu gue jadi telat buat meeting" Gerutu Gilang sambil menampa dagu nya dengan kedua tangan nya.


"Untung gue punya sekertaris bisa di andelin" Lanjut nya lagi.


Tok.. Tok.. Tok.. Terdengar suara ketukan pintu dari depan pintu ruangan Gilang.


"Masuk" Teriak Gilang dari dalam.


"Bapak sudah di tunggu di ruang meeting" Ucap sekertaris Gilang.


"Saya akan segera kesana" Ucap nya.


"Baik pak" Jawab sekertaris Gilang.


Gilang pun melangkah kan kaki nya untuk menuju ruang meeting, dengan langkah yang berwibawa dan penuh percaya diri, Gilang terus melangkah masuk kedalam ruangan tersebut.


***


"Terimakasih pak sudah menerima saya. Saya janji akan bekerja dengan tekun disini" Ucap Nadia kepada Renaldi setelah renaldi menerima nya.


"Saya pegang janji mu, saya harap kamu benar-benar memegang teguh janji mu itu ya"


"Iya pak pasti. Kalau begitu kapan saya bisa bekerja pak?"


"Mulai besok ya"


"Baik pak kalau begitu. Saya permisi dulu"


"Iya silahkan"


"Sekali lagi saya sangat berterimakasih sekali pak"


"Ya"


Nadia pun keluar dari ruangan Renaldi.


"Cewe yang cocok buat si Gilang" Gumam Renaldi ketika Nadia sudah keluar dari ruangan nya.


"Eh tapi jangan deh, nanti ade temen gue di sakitin lagi sama dia" Lanjut nya lagi.


Renaldi pun melanjutkan pekerjaan nya.


***


"Nauraaaaa" teriak Nadia setelah keluar dari sang bos.


"Gimana gimana?" Tanya Naura. Karena memang naura sengaja menunggu Nadia di depan pintu ruangan sang bos nya itu.


"Horeeee.... Selamat ya Nad, akhir nya kita b isa kerja bareng"


"Iya Ra. Makasih yaa ra"


"Iya. Terus kapan kamu udah mulai kerja?"


"Besok ra"


"Yaudah sekarang kamu pulang, dan bersiap untuk besok"


"Oke ra, kamu juga semangat ya kerja nya"


"Oke"


"Yaudah aku pulang ya bye sayang"


"Bye!"


Nadia pun pergi meninggalkan Naura yang akan bekerja di cafe itu. Nadia keluar dengan perasaan yang sangat bahagia, karena ia berhasil di terima bekerja paruh waktu disini.


Ia pun berinisiatif untuk menghubungi kaka nya untuk memberitahukan bahwa ia sudah di terima bekerja di cafe tersebut.


Nadia       : Kaaaakaaaak.


Keynan    : Aduh aduh, Nadia ini telinga kaka sakit.


Nadia       : Hehe maaf ka. Abis Nadia lagi seneng banget ka.


Keynan    : Kenapa?


Nadia       : Nadia keterima kerja ka di cafe temen kaka.


Keynan    : Bagus dong.


Nadia       : Iya dong, besok aku udah bisa langsung kerja.


Keynan    : Syukur deh.


Nadia       : Tapi kaka ga suruh temen kaka buat terima aku kan?


Keynan    : Engga lah buat apa. Lagi pula kaka yakin kalau kamu itu pasti bisa.


Nadia       : Iya pasti bisa dong.


Keynan    : Yaudah kalau gitu, sekarang kamu di mana?


Nadia       : Ini aku mau pulang ka, mau ngerjain tugas, sama siap-siap buat besok sih.


Keynan    : Yaudah kamu cepet pulang jangan kemana-mana lagi.


Nadia       : Siap ka.


Keynan    : Yaudah kaka matikan telpon nya.


Nadia       : Oke.


Tuut... Sambungan pun di putus oleh Keynan


Nadia pun melanjutkan langkah nya untuk menunggu jemputan dari supir pribadi keluarga nya.


***


Gilang yang sudah selesai dengan meeting nya akhirnya bisa bernafas lega, karena ia tidak menemukan masalah apapun dengan perusahaan nya, bahkan ia akan bekerja sama dengan perusahaan lain yang keuntungan nya lebih besar lagi.


Gilang pun kembali mengecek dokumen nya yang lain.