
Kurang lebih 2 jam perjalanan dari rumah sakit sampai ke puncak bogor, akhirnya mereka pun tiba juga
di tempat yang sangat memanjakan mata mereka berdua dan yang paling penting, suasana nya yang sangat sejuk membuat semua orang betah berlama-lama disana.
Cuaca yang dingin jika berada di kota ini sangat terasa karena sekarang sudah masuk kedalam musim penghujan.
Key yang sudah memarkirkan mobil nya tepat di samping villa milik nya itu dengan sempurna. Ia melihat ke arah sang adik kesayangan nya itu dengan tatapan sayang nya, ia melihat jelas raut wajah sedih dan lelah nya sang adik.
Key pun turun dari mobil nya dan langsung mengangkat tubuh adik nya itu.
Di dalam villa sudah ada bu siti dan pak ahmad yang memang sudah di hubungi terlebih dahulu oleh asisten pribadi nya key, bahwa keynan dan adik nya akan mengunjungi villa tersebut.
Tak butuh waktu lama bu siti dan pak ahmad pun langsung membereskan villa tersebut, karena memang mereka yang selalu merawat villa dengan baik tak butuh waktu lama untuk membersihkan nya.
Bu siti dan pak ahmad yang sudah menunggu kedatangan mereka pun menyapa tuan muda nya itu.
"Selamat siang tuan muda" Sapa bu siti dan pak ahmad.
"Siang"
"Saya akan membawa adik saya ke kamar dan saya juga akan istirahat, kalian bisa istirahat atau pulang ke rumah kalian saja"
"Baik tuan muda. Kami akan pamit pulang, jika tuan dan nona muda membutuhkan kami, tuan bisa menghubungi kami" Ucap pak ahmad.
"Ya" Jawab keynan sambil melangkah kan kaki nya menuju kamar nadia.
Keynan pun menurun kan tubuh nadia di kasur empuk nya itu. Memang di villa tersebut terdapat 3 kamar yang sesuai dengan keluarga nya.
Villa tersebut yang sering di kunjung oleh keluarga keynan, bukan hanya di waktu berlibur saja melainkan di waktu senggang, atau pun di waktu yang seperti ini, yang membutuhkan pikiran yang tenang.
Keynan pun melangkah kan kaki nya menuju kamar nya, yang berada di depan kamar milik nadia.
Ia pun membersihkan tubuh nya dan merebahkan tubuh nya karena merasa sangat letih.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Terlihat Nadia yang baru membuka kan mata nya, nadia yang merasa sangat lelah dan cuaca yang sangat mendukung membuat mata nya baru terbuka di jam 7 malam ini, berbeda hal nya dengan Nadia, keynan yang masih terlelap dalam tidur nyenyak nya.
Nadia pun menuju kamar mandi nya untuk membersihkan tubuh nya. Udara yang sangat amat dingin membuat Nadia memanjakan tubuh nya menggunakan air hangat.
Setelah selesai memanjakan tubuh nya, nadia menghampiri pintu kamar sang kaka.
Tok.. Tok.. Tok..
Tak ada sahutan dari yang punya kamar.
Tok.. Tok.. Tok..
Tetap tak ada sahutan nya
Nadia pun membuka pintu nya dengan sangat lembut, terlihat sang kaka yang masih terlelap.
Nadia mendekat ke arah kaka nya itu, ia mulai menggoyang-goyangkan tubuh kaka nya itu.
"Ka.." Panggil nadia.
"Kaka ayo bangun, sekarang udah jam 7 malem"
"Kaka aku laper" Rengek nadia.
"Kaka..."
Karena tetap tak ada pergerakan dari kaka nya itu, nadia mulai melancarkan aksi jail nya agar kaka nya terbangun dari tidur nya.
Nadia mulai menggelitik tubuh kaka nya itu. Keynan yang merasa ke gelian akhirnya langsung terbangun dari tidur nya dan langsung melihat ke arah nadia.
"Nadia udah cukup kaka udah bangun"
"Nadia"
"Baiklah ini udah cukup. Kaka juga udah bangun. Udah sana kaka mandi, abis mandi kita makan"
"Baiklah. Kamu hubungi pak ahmad sama bu siti aja dulu, agar mereka memasakan makanan untuk kita"
"Ga mau, aku mau nya makan masakan kaka aja"
"Baiklah tuan putri. Kaka mandi dulu"
"Oke pak bos"
***
"Ayo saat nya kita masak" Teriak key.
"Ayoo..." Jawab nadia.
Mereka pun memasak makanan yang akan di makan, pergulatan dengan peralatan dapur seketika berhenti karena terdengar dering dari ponsel milik keynan.
"Ka ponsel mu mengganggu saja" Gerutu nadia.
"Hehe maaf kaka lupa mensilent nya. Yaudah kaka angkat dulu ya"
"Oke"
Keynan pun mengambil ponsel nya yang berada di meja makan, ia melihat nama 'bunda' yang tertera di layar ponsel milik nya.
"Nad ini bunda yang telfon"
"Angkat lah ka"
"Iya"
Keynan : Hallo bun?
Bunda : Hey kalian berdua kemana aja? Bunda udah menghubungi kalian sejak tadi tapi tidak ada satu pun yang mengangkat panggilan bunda.
Keynan : Hehe maaf bun, key dan nadia baru bangun, mungkin karena kami kecapean dan cuaca disini sangat mendukung untuk tidur, jadi kami kelabasan deh bun.
Bunda : Yaudah kalau kalian ga apa apa.
Keynan : Iya bun kami berdua ga apa-apa.
Bunda : Sekarang kalian lagi apa?
Keynan : Kami sedang memasak bun.
Bunda : Yaudah lanjutkan aja acara memasak kalian, hati hati ya disana nya.
Keynan : Beres bun.
Setelah berbincang dengan sang bunda keynan kembali menghampiri sang adik yang sedang memasak, keynan kembali ikut membantu adik nya itu.
Setelah selesai semua, mereka berdua membereskan semua makanan nya di meja makan dengan rapih. Dan mulai menyantap nya sampai habis.