
Kayla pun berjalan kembali ke mobil nya dan Gilang pun masuk ke dalam mobil Kayla dudum di belakang stir.
"Sebentar aku mengirim pesan terlebih dahulu kepada Asisten hen" Pinta nya kepada Kayla dan kayla hanya menganggukan kepala nya saja.
Gilang pun mengirimkan pesan kepada asisten nya itu, bahwa diri nya akan mengantarkan kayla pulang.
Setelah pesan itu terkirim, Gilang pun memasukan ponsel nya lagi kedalam saku celana nya.
"Apa kita akan ke suatu tempat?" Tanya Gilang dan Kayla pun menganggukan kepala nya.
"Bawa aku ke River Thames (Sungai Thames)" Lanjut nya.
"Oke" Jawab Gilang yang kemudian langsung menjalankan mobil nya untuk ke tempat yang Kayla katakan.
Di dalam perjalanan masih terdengar isakan kecil dari Kayla. Gilang memilih untuk diam, karena ia tidak ingin memperkeruh suasana.
Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya kedua nya pun sampai di tempat yang Kayla inginkan. Gilang dan Kayla pun turun dari mobil.
Gilang yang melihat raut muka sedih dari Kayla pun langsung memeluk tubub mungil tersebut, sambil mengusap ngusap lembut pundak Kayla.
"Kamu kuat Kay" Semangat nya kepada Kayla dan kayla pun menganggukan kepala nya.
Mereka berdua pun berjalan, lebih tepat nya Gilang mengikuti arah kaki Kayla yang entah ingin kemana.
Gilang tau dan gilang pun paham, ini adalah tempat di mana Rafel dan Kayla melangsungkan pertunangan mereka, denga Rafel yang menyewa kapal pesiar. Terdengar kayla menghembuskan nafas nya berat.
Tap..
Kayla pun berhenti di jembatan yang di mana ketika melihat ke bawah, di situ adalah tempat di mana Rafel resmi mengikat nya dengan sebuah cincin.
Kembali terdengar isakan yang sangat menyayat kan hati. Gilang kembali mendekap tubuh mungil itu sambil mengusap ngusap lembut kepala Kayla.
"Kenapa dia jahat banget sama aku Lang, kenapa?"
"Aku udah nunggu dia bertahun tahun, tapi nyata nya dia udah nikah sama wanita lain Lang
"Apa kurang nya aku Lang?"
"Apa dia ga bisa memperjuangkan aku?"
"Aku tau kalau mama nya ga merestui hubungan kami. Apa dia ga bisa buat perjuangin aku? Perjuangan cinta kita yang udah resmi ini Lang?" Ucap kayla dengan mengeluarkan semua uneg uneg nya.
"Apa aku ga bisa bahagia Lang?"
"Apa aku ga boleh bahagia?" Lanjut nya lagi dan Gilang hanya menggeleng kan kepala nya dengan tetap mengusap lembut kepala Kayla.
"Maafin aku ya" Lirih Gilang. Kayla yang mendengar permintaan maaf dari gilang pun terdiam karena bingung. Kan rafel yang nikah sama cewe lain, ko jadi Gilang yang minta maaf? Pikirnya.
"Gara gara kesalah pahaman tempo lalu, kamu jadi terasakiti lagi sama pria lain. Aku minta maaf" Ucap nya tulus.
Kayla yang mengerti pun menganggukan kepala nya dan kembali mengeratkan pelukan nya di tubuh Gilang.
Hiks... Hiks... Hiks...
"Udah ya jangan nangis lagi, kasian air mata nya takut kering" Lawak nya.
"Engga lucu Gilang"
"Aku lagi ga ngelucu Kay"
"Ga bakal kering ko"
"Yaudah berarti udah jangan nangis lagi, masa seorang dokter bedah super cantik dan super duper pintar ini cengeng sih. Gimana nanti kalau keliatan sama orang orang yang ga suka sama kamu?"
"Biarin aja, aku ini lagi sedih tau"
"Iya aku tau kamu lagi sedih, udah ya jangan sedih lagi"
"Ga mau aku mau sedih aja"
"Baiklah"
Gilang pun memilih untuk diam dan kembali mengusap ngusap lembut rambut Kayla.
"Kaya nya kemeja aku bakal banyak ingus nya nih" Ledek Gilang ketika masih terdengar isakan dari Kayla.
Mendengar penuturan dari Gilang, sontak membuat Kayla melepaskan pelukan nya dari Gilang dan memukul pelan dada Gilang.
"Apa sih kamu"
"Kamu mau tau engga, gimana cara nya biar hati kita itu plong"
"Gimana?"
"Sini" Ucap Gilang. Kayla pun mendekat ke arah Gilang.
"Karena kita sekarang ada di jembatan terus sepi, kamu bisa teriak sekarang sekenceng kenceng nya, biar kamu ngerasa plong aja gitu"
Mendengar penuturan dari Gilang, kayla pun melihat ke arah Gilang dengan menatap nya tajam karena tak percaya dengan ucapan Gilang.
"Coba saja dulu" Ucap Gilang yang mengerti arti tatapan tersebut.
"Kamu aja duluan" Titah Kayla.
"Baik"
Gilang pun menuruti keinginan Kayla, Gilang pun berteriak "Aaaaaaaa"
"Lega nya" Lanjut nya setelah berteriak.
"Ayo coba" Titah Gilang kepada Kayla. Kayla pun menganggukan kepala nya.
"Aaaaaaa"
"Gimana?" Tanya Gilang.
"Hemm....."
"Iya enakan" Lanjut nya dan Gilang pun tersenyum ketika mendengar jawaban dari Kayla itu.
"Aaaaaaaaa" Kayla pun mengulang teriakan nya lagi.
"Aaaaaaaaa uhuk... Uhuk... Uhuk... "
" Eh eh ko batuk. Sebentar aku belikan minum dulu" Ucap Gilang.
Gilang pun berlari meninggalkan Kayla untuk mencari minum. Setelah mendapatkan nya, Gilang pun kembali lagi ke tempat di mana tadi ada Kayla.
"Ini minum dulu, ayo sambil cari tempat duduk" Ucap Gilang dan di angguki oleh Kayla.
Mereka berdua pun duduk berdua tak jauh dari tempat tadi.
"Teriak sih boleh kay, tapi jangan sampai kehabisan suara gitu dong. Kan jadi nya panik" Ledek Gilang.
"Yaaa biar nambah tenang aja gitu lang, nambah plong" Bela nya.
"Ya tapikan ga gitu juga Nad"
"Eh apa?"
"Eh hehe maksudnya kayla"
"Santai aja. Gapapa kalau kamu mau manggil aku dengan sebutan Nadia juga"
"Yang bener?"
"Iya lah bener"
"Oke"
"Kamu harus bisa ikhlasin rafel ya Nad. Kata nya kalau kita bisa ikhlasin seseorang yang udah nyakitin kita, rasa tenang itu lebih ada dan lebih mudah biasanya" Lanjut nya dan Kayla hanya mendengar kan dan menyandarkan kepala nya ke bahu Gilang.
"Ga boleh ada dendam Kay, inget aja kalau rafel itu bukan jodoh kamu. Kamu ga boleh benci dia. Karena dia itu pernah ada dan pernah buat kenangan manis sama kamu Nad"
"Iya Lang aku udah ikhlas ko. Makasih ya udah mau datang di. Saat yang tepat"
"Ga usah makasih gitu Nad. Aku sayang kamu, ya ini yang harus aku lakuin sama kamu"
"Maafin aku yang dulu ya Nad" Lanjut nya lagi.
"Iya lang udah aku maafin. Tapi maaf untuk sekarang ini aku belum bisa balas perasaan kamu lagi, karena aku ingin sendiri dulu"
"Iya Nad, aku ngerti ko perasaan kamu. Lagian aku sadar ko atas kesalahan ku. Aku hanya akan memperlakukan mu layak nya seseorang yang aku sayangi, aku ga akan banyak bicara lagi"
"Ko kamu jadi cewe ya lang sekarang. Banyak bicara nya" Ucap Kayla sambil terkekeh kecil.
Gilang yang mendengar kekehan kecil dari Kayla pun tersenyum senang, karena ia berhasil membuat pujaan hati nya tersenyum kembali. Dan mereka berdua pun kembali dalam obrolan dengan masih di selingi oleh canda tawa.