Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kemarahan Gilang



Indonesia


Brakkk..!!! Suara gebrakan meja karena kesal.


"Siapkan Jet pribadi. Kita ke London sekarang juga" Titah Gilang sambil melangkah cepat ke arah pintu ruangan nya itu.


"Baik bos" Patuh nya.


Ya.. Yang mengebrak meja adalah Gilang, Gilang yang sudah sangat kesal karena mendengar penuturan dari sang Asisten nya itu mengenai Kayla.


Flashback on


Tok... Tok... Tok...


"Masuk" Teriak Gilang dari dalam ruangan nya.


"Ada apa?" Lanjutnya lagi setelah melihat sang asisten lah yang masuk kedalam ruangan nya.


"Saya sudah mendapatkan informasi mengenai Rafel bos"


"Bagus" Jawab nya sambil menyimpan dokumen dan melepaskan kaca mata nya.


"Ceritakan" Lanjutnya lagi.


"Rafel adalah sepupu dari mantan anda bos Putri Meylani, dan memang Rafel adalah anak dari orang yang benar-benar terpandang dan sangat di takuti di negara London walaupun keluarga nya berada di tingkat terkaya ke 3 bos. Maka dari itu sangat sulit mendapatkan informasi tentang Rafel bos" Jelas nya.


"Sepupu Mey?"


"Iya bos"


"Kenapa dia bisa dekat dengan Kayla? Ada maksud apa dia mendekati Kayla?"


"Dia di perintah kan oleh Mey untuk membalaskan dendam nya kepada nona Kayla bos"


"Apa?!!" Pekik Gilang.


"Dan sekarang mereka sedang Dinner di sebuah kapal persia bos"


Brak...!!!!


"Siapkan jet pribadi kita berangkat ke London sekarang"


Flashback off


***


Di tempat lain


"Hahahahaha"


"Biarkan dia pergi ke London" Ucap Mey.


"Biarkan dia melihat wanita kesayangan nya menjadi milik orang lain" Lanjut nya.


"Dan setelah itu baru kalian menghabisi nya"


"Jangan sampai dia lolos" Titah Mey kepada anak buah nya.


"Kali ini kau tidak akan lolos lagi Gilang, aku sudah tidak sabar untuk melihat mu menderita"


"Hahaha"


Mey begitu mendengar berita bahwa Gilang akan berangkat ke London hari ini juga merasa sangat senang, bahwa ia sudah tidak sabar untuk melihat Gilang menderita.


"Ternyata Rafel bisa di andalkan juga" Ucap nya smabil tersenyun sinis. Mey merasa sangat senang dengan apa yang di lakukan oleh sepupu nya itu, walaupun itu semua diluar kendali nya karena Rafel malah jatuh cinta sungguhan kepada Kayla. Tapi itu urusan nanti pikirnya.


***


Di London


Hem hem hem hem hem.... Dendangan sebuah lagu terdengar dari Sifa yang sedang membuat kan teh untuk diri nya.


Dret.. Dret.. Dret.. Ponsel nya kembali berdering.


Sifa pun mengangkat telpon itu ketika melihat nama yang tertera dalam layar ponsel nya.


Sifa : Iya sayang ada apa?


Keynan : Aku akan berangkat ke London besok.


Sifa : Loh ko cepet banget? Emangnya ada apa sayang ko buru-buru? Bukan nya kamu minggu depan ya ke sini nya?


Keynan : Entah kenapa, hati aku itu ga enak banget rasa nya Sif, di tambah aku belum tau informasi lengkap dari Rafel, aku jadi ragu buat ngelepas Nadia sama dia.


Sifa : Itu mah hanya kekhawatiran kamu aja Key, Kayla aman ko sama rafel. Kamu tenang aja ya.


Keynan : Aku akan tetap kesana besok memastikan nya sendiri.


Sifa : Baiklah, kamu hati-hati ya, nanti akan aku sampaikan ke Kayla kalau kamu akan datang besok.


Keynan : Oke, aku tutup ya telpon nya, istirahat lah sif, pasti di situ sudah larut malam kan?


Sifa : Iya sayang, aku masih nunggu Kayla, nanti setelah Kayla datang aku akan istirahat. Kamu duluan saja istirahat nya,besok kan kamu akan berangkat ke Londo.


Keynan : Baiklah kalau begitu, aku istirahat ya.


Sifa : Iya.


Tut.. Sambungan pun terputus.


"Coba deh aku hubungi Kayla, sebenarnya aku juga jadi was was kalau Keynan begitu" Gumam nya sendiri. Ia pun langsung mengirim kan pesan kepda calon adik ipar nya itu.


To : Kayla


Kamu masih lama Kay? Kamu baik-baik aja kan Kay?


Setelah mengirimkan pesan kepada Kayla, Sifa memilih duduk di ruang tamu sambil menunggu Kayla pulang. Tak lama ponsel Sifa pun bergetar kembali, sifa pun melihat balasan pesan dari Kayla.


From : Kayla


Iya, aku akan segera pulang Han. Aku baik-baik saja sayang.


"Haaaah" Akhir nya Sifa bisa membuang nafas nya lega setelah membaca pesan dari Kayla.