
Keynan keluar dari kamar nya dengan raut wajah yang emosi.
Key melewati ruang tamu yang pagi itu ayah dan bunda sedang berada di tempat itu. Bunda yang melihat key menahan amarah pun menegur sang anak.
"Kak kamu kenapa? Ko keliatan nya marah begitu?" Tanya bunda.
"Ga ada apa-apa ko bun. Bunda ayah, kaka pergi dulu ya" Kata keynan sambil mencium punggung tangan ayah dan bunda nya.
"Iya nak hati-hati" Jawab bunda.
***
Setiba nya keynan dirumah sakit. Keynan langsung mendatangi ruang rawat inap gilang. Keynan yang sudah gelap mata karena tersulut emosi langsung menghajar gilang tanpa melihat tempat.
Bugg...
Bugg..
"Kau apakan adik ku. Sialan!!" Teriak keynan yang masih memukuli gilang.
Bugg..
"A... Aku tidak mengerti apa maksud mu key" Kata gilang terbata-bata. Gilang yang tiba-tiba mendapatkan pukulan itu tidak bisa menghindar karena ia tidak punya persiapan apapun.
Mendengar keributan di dalam ruangan tersebut, suster yang ingin memeriksa keadaan gilang pun berlari ke arah ruangan riko.
Tok... Tok... Tok..
"Permisi dok. Gawat dok, pasien yang bernama gilang sedang di pukuli oleh seseorang dok" Kata suster dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Apa?!! Mari kita segera kesana" Kata riko dengan segera berlari.
Riko sampai di ruangan gilang. Ia melihat keynan yang masih memukuli gilang langsung melerai nya.
"Hey anda lepaskan pasien itu" Kata riko. Yang memang tidak mengenal siapa keynan.
"Jangan kau ikut campur dengan urusan ku" Jawab keynan dengan masih emosi.
Tak beberapa lama kemudian, datang lah teman-teman gilang. Renaldi yang mengenal keynan pun langsung memegangi keynan dan di bantu dengan farhan.
"Key udah key dia bisa mati" Pekik renaldi.
"Lepas ren lepasin gua. Dia udah buat Nadia nangis ren" Teriak keynan. Yang membuat mata gilang dan renaldi melotot, karena memang hanya mereka berdua lah yang mengetahui bahwa Nadia adalah Kayla.
"Kenapa dengan Nadia?" Tanya farhan bingung.
"Iya lang, lo apain nadia? Setau gue lo bukan nya lagi deket sama dokter kayla?" Tanya riko.
"Ya!! Kayla itu adalah adik gua" Teriak keynan. Membuat farhan dan riko semakin terkejut.
"Gue ga apa apa in rik" Kata gilang.
"Kalau lo ga apa-apain Nadia, dia ga bakal mungkin nangis tau ga lo" Kata keynan.
"Lepas, gue mau ketemu adik gua. Dan buat lo, jangan harap bisa dapetin nadia" Kata keynan sambil melangkah pergi meninggalkan ruang rawat inap Gilang.
Setibanya di ruangan nadia. Key langsung menerobos masuk ke dalam ruangan tersebut. Terlihat sifa yang masih menenangkan nadia.
"Naaad?" Panggil Keynan. Nadia pun menengok ke arah Keynan.
"Kakaaa?" Kata Nadia sambil berlari ke arah keynan dan langsung memeluk tubuh keynan dengan masih terisak.
Hiks... Hiks.. Hiks..
"Apa kamu masih ada jadwal?" Tanya keynan.
"Engga ka, aku udah ganti shif dan aku libur satu hari" Kata nadia.
"Yaudah ayo ikut kaka" Kata keynan "Asisten Fai, kau urus perusahaan selama aku tidak berada di perusahaan, bawa mobil ku biar aku yang akan membawa mobil nadia. Aku akan mengajak nadia pergi. Dan kamu sif, ayo aku antar pulang" Lanjut key.
"Baik bos" Jawab asisten fai.
"Apa engga ngerepotin?" Tanya sifa.
"Engga" Jawab key.
Keynan pun menuntut nadia untuk keluar dari rumah sakit.
Sifa pun di antar pulang oleh keynan. Setelah mengantar sifa pulang, keynan pun mengajak nadia ke suatu tempat yang biasa ia kunjungi disaat ia sedang sedih.
"Gua panggil dokter dulu" Kata riko.
"Bukan nya lo juga dokter rik?" Tanya farhan.
"Gue dokter kandungan" Cetus riko. Riko pun pergi memanggil dokter frans.
Setelah di periksa oleh dokter frans, dokter frans meninggalkan ruangan gilang.
Farhan, renaldi dan riko mendekat ke arah gilang. Mereka penasaran dengan apa yang terjadi antara dia dan kayla.
"Lo apain si kayla sih lang?" Tanya renaldi.
"Gue ga apa-apain beneran"
"Kalau lo ga apa-apain ga mungkin kaka nya ngamuk sama lo. Untung nih rumah sakit semua pasien bisa gua handle coba kalau engga, bisa runyam" Ketus riko.
Tak ada jawaban dari Gilang, karena gilang masih berfikir dengan apa yang terjadi antara dia dan kayla
"Jangan diem aja lo" Kata renaldi.
"Ini juga gue lagi mikir" Ketus gilang.
Tak beberapa lama pitu ruangan Gilang terbuka dan muncul seorang wanita yang cantik yang tak lain adalah Naura.
Ceklek
"Permisi, maaf saya mengganggu kalian" Kata Naura.
"Dokter Naura? Ada perlu apa dokter kesini?" Tanya riko.
"Saya kesini ingin melihat kondisi tuan gilang dok. Saya dengar tadi ada keributan disini" Kata naura.
"Oh iya silahkan dok" Jawab riko. Naura pun mendekati gilang "Apa anda baik-baik saja tuan muda?" Tanya naura.
"Tadi sudah di periksa oleh dokter frans, kata nya dia baik-baik saja dok" Jawab riko.
"Yasudah. Maaf kan kak key ya tuan. Ka key memang seperti itu jika sudah menyangkut adik kesayangan nya. Saya harap tuan tidak menganggu kayla lagi ya tuan. Karena pasti akan sangat sulit" Jelas naura.
"Memang kamu siapa nya dokter kayla?" Tanya gilang.
"Saya sahabat dekat nya kayla, saya sudah menganggap adik kepada kayla, dan ka key juga sudah menganggap saya sebagai adik nya. Jadi sedikit banyak nya saya sudah mengetahui tentang keluarga kayla" Jelas naura sambil tersenyum. Gilang hanya manggut-manggut saja.
"Yasudah, jika keadaan tuan baik-baik saja, saya permisi dulu, karena masih ada pasien" Kata naura dan meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah naura meninggalkan ruangan tersebut renaldi langsung menanyakan perihal naura kepada riko.
"Rik, tuh cewe cakep banget, dokter disini?" Tanya renaldi.
"Lo ga denger dia tadi bilang apa? Kata dia 'saya permisi dulu karena masih ada pasien' ya berarti dia dokter disini lah" Ketus riko.
"Bener juga. Dokter apa dia?" Tanya renaldi lagi.
"Bedah, sama kya kayla" Kata riko.
"Boleh noh gue pepet" Celetuk renaldi.
"Udah punya dokter frans"
"Serius lo?" Tanya renaldi dengan wajah menyelidik.
"Yaa!!"
Huft... (renaldi membuang nafas kasar).
"Lang, apa ini karena mey?" Tanya riko.
Gilang hanya diam sesaat. Dan dia mengingat kejadian tadi pagi saat mey datang "Bener rik bener, kaya nya karena si mey deh"
"Ko bisa?" Tanya farhan.
"Soalnya tadi pagi dia kesini, terus bilang kalau gua itu calon suami nya dia, tanpa sengaja mey mengusir kayla dengan cara halus. Kayla langsung keluar dari sini" Jelas gilang.
"Lo ga bergerak sedikit pun?" Tanya riko.
Gilang hanya menggeleng kan kepala nya saja. Karena membuat geram dan itu berhasil membuat kepala gilang di toyor oleh renaldi "Huh pantas saja kaka nya ngamuk-ngamuk. Lu sakitin adik nya" Kata renaldi.