Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Rafel bertahan lah



"Ayo kita ke rumah sakilt" Ucap Gilang sambil ngos ngosan karena ia berlari sangat kencang ketika mendengar suara tembakan.


"I...Iya" Ucap Kaya sambil terisak.


Gilang pun membopong tubuh Rafel dan Kayla mengikuti dari belakang. Stelah sampai di mobil milik Gilang, Gilang menurun kan tubuh Rafel di bangku belakang dnegan kepala rafel yang berada di pangkuan Kayla, sedangkan Gilang ia yang membawa mobil nya itu, Gilang membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi sambil menghubungi teman nya itu.


Gilang : Hello Doctor Satria.


Satria : Hello Lang, what's wrong?


Gilang : Are you in the hospital right now?


Satria : Yes gilang, I was on duty in the hospital.


Gilang : Prepare a room for gunshot wound patients now.


Satria : Fine, I will do it and I will prepare everything.


Gilang : Okay, thanks.


Tuut.. Sambungan pun di putus oleh Gilang, ia pun kembali memeperhatikan jalan yang berada di depan nya.


"Rafel bertahan lah" Lirih Kayla sambil terus mengusap rambut sang kekasih nya itu.


Gilang yang melihat itu pun hanya tersenyum miris, karena ia melihat secara langsung bagaimana wanita yang sangat dia sayangi itu sedang memperhatikan pria lain di hadapan nya secara langsung.


Gilang ingin sekali mengumpat dan memaki laki laki yang kini sedang tidak berdaya itu, tapi mau bagaimana lagi, ia tak mampu melakukan hal itu, ia tidak lebih sebagai seorang pengecut kalau harus memaki orang yang sedang tidak berdaya itu.


Hanya membutuh kan waktu 30 menit saja akhir nya Gilang sampai juga di rumah sakit di mana rumah sakit itu adalah milik Gilang.


Dokter satria yang tadi sudah di hubungi oleh Gilang pun sudah siap siaga menunggu kedatangan sang teman nya itu.


Gilang langsung membuka kan pintu dan langsung mengangkat tubuh Rafel dan langsung menyimpan nya di brangkar milik rumah sakit itu.


"Nurse take him straight to the operating room now. We will start the operation soon" Titah dokter Satria.


"Ok doc"


"Don't forget to call doctor Tria to help me do this operation" Titah nya lagi.


"Ok doc"


Setelah mendapat kan perintah perawat itu pun langsung mendorong brangkar yang sudah ada tubuh milik Rafel dan salah satu perawat memanggil dokter Tria.


"I trust everyone with you, Sat"


"Don't worry, I'll do my best" Jawab nya langsung meninggalkan Gilang dan juga Kayla.


Gilang pun langsung menarik tubuh lemah Kayla seraya untuk memberi kan kekuatan kepada Kayla.


"Rafel akan baik baik saja Kay. Percayakan semua nya kepada dokter satria" Ucap nya sambil mengusap lebut pundak Kayla.


"Iya, udah ga usah kamu pikirin lagi ya, lebih baik kamu doa in yang terbaik untuk rafel" Ucap nya dan di angguki oleh Gilang.


***


Berbeda hal nya dnegan Gilang yang kini tengah berada di rumah sakit. Kini Asisten Hen sedang berada di gudang tua yang sudah tak terpakai lagi.


Asisten Hen memang di perintah kan oleh Gilang untuk membawa mereka ke Gudang yang sudah tak terpakai lagi.


 


Flashback on


Gilang yang sedang memperhatikan Gilang dan juga Kayla ari jarak jauh pun menaruh curiga kepada dua orang yang memakai baju serba hitam dan membawa senjata. Gilang pun semakin memfokus kan pandangan nya ke arah dua orang tersebut, ia semakin membulat kan mata nya ketika kedua orang tersebut mengarah kan senjata nya kepada Kayla dan juga Rafel.


"Asisteh Hen"


"Iya bos"


"Kau tangkap dua orang itu sebel..." belum selesai Gilang berbicara kepada sang Asisten nya sudah terdengar lebih dulu bunyi tembakan yang begitu sangat nyaring di telinga nya.


Duar..


"Kayla" Ucap nya.


"Kau cepat tangkap dua orang itu dan bawa ke gudang tua tempat biasa. Gua yang akan menyelamatkan Kay dan juga rafel" Lanjut nya sambil membuka pintu mobil dan berlari ke arah Kayla dan juga Rafel.


Flashback off


***


"Suruhan siapa kalian?" Tanya Asisten Hen dengan wajah garang nya, tapi tak ada jawaban dari kedua nya.


"Kalian mau jawab atau ku tembak kepala kalian sampai bolong" Ucap nya lagi dan membuat kedua orang tersebut bergerigidik ngerih.


1...


2...


"Meylani" Jawab salah satu orang suruhan itu.


"Kami di suruh oleh Meylani untuk membunuh wanita bernama Kayla dan juga pria bernama Gilang" Lanjut nya.


"Apa kalian pikir, laki laki yang tadi kalian tembak itu adalah Gilang?" Tanya sang asisten. Keuda orang tersebut yang mendnegar pertanyaan dari Asisten hen pun seketika saling pandang karena memang mereka tidak tau dengan wajah Gilang, mereka hanya tau wajah Kayla saja.


"Sudah ku tebak kalau kalian pasti tidak tau. Aslah kalian tau yang kalian tembak tadi adalah Rafel sepupu dari wanita suruhan kalian" Lanjut nya dan pas membuat mereka berdua membulatkan mata nya karena salah sasaran.


"Selamat menikmati hukuman kalian" Ucap Asisten Hen lagi dan langsung meninggalkan mereka berdua dengan orang orang suruhan nya itu.