
"Mah el ga mau nikah sama vika" Keukeuh Rafel.
"Kamu mau wanita itu dalam bahaya hah? Kamu mau wanita itu mati di tangan mamah?" Teriak sang mamah.
Lagi lagi rafel hanya bisa diam dan menuruti keinginan dari sang mama nya itu. Rafel pun melangkah kan maki nya untuk menuju gedung pernikahan nya dengan sang anak sahabat dari mamah nya itu.
Enam bulan sudah ia tidak bertegur sapa dengan Kayla. Rafel benar benar seperti tahanan yang tidak bisa kemana mana dan selalu di awasi.
Sampai akhir nya sang mama pun mengenalkan nya dengan anak dari sahabat nya itu. Awal nya rafel menolak rapi karena ancaman dari sang mama membwa bawa nama gadis yang ia cintai akhir nya rafel pun menerima pernikahan tersebut.
***
Sampai lah di tempat gedung yang sudah di dekor dengan sedemikian rupa. Rafel dan kedua orang tua nya pun turun dari mobil yang mengantar kan mereka. Kedua orang tua rafel memasang muka bahagia sedangkan rafel hanya memasang muka datar nya saja. Karena bukan ini yang dia harapkan.
"Ayo sayang kita masuk" Ucap sang mama. Rafel pun hanya menganggukan kepala nya saja.
Mereka bertiga pun berjalan beriringan dan diikuti oleh beberapa orang dari keluarga dan teman teman rafel di belakang nya.
"Gimana sama dokter kayla el?" Gumam Aji dalam hati sambil memikirkan hubungan Rafel dengan Kayla.
Aji memang menghadiri acara sang sahabat nya itu. Karena ia di undang oleh mamah nya Rafel. Terkejut pasti, diri nya yang tidak pernah bertemu dan bertukar kabar dengan sang sahabat tiba tiba mendapatkan kabar bahwa Rafel melangsungkan pernikahan.
Acara demi acara pun telah di lewati, kini saat nya ijab kabul yang akan di ucapkan oleh Rafel. Sampai akhir nya kata SAH pun terucap dari mulut para saksi. Sudah SAH lah rafel menjadi suami dari Vikasya Angelina Rakesya.
Vika keluar dari kamar nya dengan di apit oleh para sepupu nya.
"Suami kamu ganteng banget vik" Puji Oliv.
"Bisa aja kamu liv" Jawab vika.
"Emang ganteng vik"
"Udah ah aku gugup nih" Jawab nya lagi.
"Santai vik, tarik napas buang" Titah yera.
Vika pun mengikuti yang di titah kan oleh yeka sepupu nya itu.
Vika sebenar nya tau bahwa Rafel memang tidak mencintai nya. Vika tau bahwa rafel sudah memiliki dambatan hati. Karena sebelum menikah Rafel meminta Vika untuk bertemu secara empat mata, tanpa sepengetahuan siapapun.
Flashback on
Di cafe
Rafel yang sudah duduk menunggu Vika di cafe yang sudah ia bicarakan sebelum nya dengan vika. Rafel bermaksud akan menceritakan semua nya kepada Vika dengan apa yang terjadi dengan diri nya.
Tak lama vika pun datang di cafe tersebut.
"Maaf jadi lama nunggu" Ucap vika lembut.
Rafel yang mendengar nya pun mengangkat kepala nya dan "Iya gapapa, silahkan duduk"
"Ah iya terimakasih"
"Kamu mau pesen apa vik?"
"Jus alpukat saja"
"Oke, akan aku pesankan" Ucap rafel dan diangguki oleh vika.
"Apa yang mau kamu bicarakan el?" Tanya Vika kepada Rafel.
"Sebentar, aku akan menjelaskan nya kepada mu"
Setelah diam selama 5 menit, sampai pesanan vika datang di meja mereka. Rafel baru membuka pembicaraan nya.
"Vika"
"Ya?"
"Aku mau jujur sama kamu"
"Apa el?"
"Jujur, sebenarnya aku tidak mencintaimu vika, aku menikahimu itu karena kita yang memang di jodohkan oleh kedua orang tua kita"
Deg..
"A... Apa kamu bilang?"
"Iya vika, maaf aku tidak mencintaimu"
"Ke.. Kenapa kamu gitu el? Kenapa kamu mau menikahi aku kalau memang kamu tidak mencintai ku?" Ucap vika sambil menahan isak tangis nya.
"Aku sudah memiliki dambayan hati vika, tapi mamah ku tidak menyetujui kami. Maka dari itu aku di jodohkan dengan mu"
"Kenapa?"
"Karena kesalah pahaman yang fatal maka dari itu aku tidak di restui oleh mamahku. Dan mamah ku mengancam ku jika tidak menikahimu beliau akan mencelakai wanita ku vika"
Deg..
"Sesakit ini kah?" Gumam vika dalam hati.
"Maaf vika" Ucap rafel.
"Terus aku harus bagaimana el?"
"Lanjutkan saja pernikahan ini vika. Aku akna tetap menikahimu, aku juga akan tetap menafkahimu layaknya seorang suami kepada istri nya tapi maaf, hati dan cintaku bukan untuk mu"
"Apa aku bisa el? Aku tidak bisa hidup dengan pria yang tidak mencintai aku el"
"Aku mohon vika. Ini demi wanita ku"
"Demi wanita mu, tapi aku yang tersakiti disini el"
"Maaf" Cicit el.
"Baiklah aku akan tetap menikahimu el. Tapi dengan syarat, sama hal nya dengan mu, aku pun akan tetap melakukan mu seperti layaknya suami ku. Bagaimana?"
Rafel pun berfikir sejenak dan "Baiklah kalau begitu"
"Baik"
Flashback off
"Jangan ngelamun" Tegur yeka.
"Ah iya ka"
"Ayo jalan lagi" Ucap yeka dan di angguki oleh vika.
"Aku harus kuat, aku harus bisa jalanin ini" Ucap nya dalam hati dan vika pun kembali melangkah untuk mendekat ke arah rafel.
"Maaf kan aku Kay" ucap Rafel dalam hati ketika melihat sang istri nya yang mulai mendekat.