Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Kembali ke Indonesia



"Aku sayang kalian" Kata Nadia dan memeluk kedua nya.


"Kami lebih sayang kamu Nad" Ucap sifa dan mereka berdua pun tersenyum dengan masih saling memeluk satu sama lain.


"Kesayangan kaka dan kaka ipar" Ucap sifa dan Keynan bersamaan, mereka pun terkekeh.


***


3 bulan sudah semenjak kejadian itu. Kini Nadia dan Gilang kembali dekat seperti semula. Mungkin memang benar jodoh itu tidak akan kemana, sejauh apapun kita melangkah dan sejauh apapun kita dia, jika memang jodoh nya pasti akan bertemu lagi dengan cara apapun. Sama hal nya dengan Nadia dan Gilang, Nadia yang kecewa dan akhirnya di pindahkan oleh sang kaka ke negri London dan kembali merjaut kisah dengan seorang dokter tampan yang bernama Rafel Anggara Saputra dan berakhir dengan miris karena Rafel yang sudah menikah dengan seorang wanita cantik dan desainer yang sudah memiliki butik ternama di negara Singapore itu, ia adalah Vikasya Angelina Rakesya. Pada saat itu pula Gilang kembali hadir kedalam kehidupan Nadia yang awal nya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak bertemu dan bertatap muka kembali dengan Nadia, tapi tuhan berkehendak lain. Mungkin ini yang di namakan jodoh, maka dari itu mereka kembali dan kembali untuk bersama sama lagi.


Setelah 3 bulan semenjak kejadian itu, Nadia memutuskan untuk kembali ke Indonesia itu pun atas perintah dari ayah dan bunda nya dan di setujui pula oleh sang kaka tersayang nya, apalagi Gilang. Diri nya sangat antusias karena Nadia akan kembali ke tanah air.


Nadia dan Gilang memang tidak memiliki status pacaran atau apapun itu, karena baik Nadia maupun Gilang tidak mau memiliki status, tapi mereka memiliki komitmen diantara kedua nya.


Kini nadia sedang bersiap untuk kembali ke negara asal nya, ia sedang merapihkan pakaian nya kedalam koper.


"Haaah, sebentar lagi aku tidak akan menempati tempat ini lagi" Ucap nya lirih.


Sebenarnya Nadia tidak ingin kembali lagi ke Indonesia, karena diri nya sudah nyaman berada di London, entah kenapa walaupun diri nya memiliki kenangan buruk disini tapi ia tetap betah tinggal disini, mungkin karena orang orang di sekitarnya yang selalu mensupport diri nya dan membuat nyaman diri nya itu.


Aji pun sudah mengetahui ke pindahan Nadia yang tidak di rencanakan, aji hanya berpesan bahwa ia akan mampir ke rumah Kayla jika ia pun kembali ke tanah air, karena sampai saat ini aji pun belum pernah kembali lagi ke tanah air, bukan karena ia tidak rindu dengan orang tua nya, tapi karena kesibukan nya yang sangat padat di sini. Aji berencana akan memboyong keluarga nya untuk ikut pindah ke London bersama dengan diri nya, karena Aji memilih untuk menetap di London.


Semua kesiapan telah selesai, nadia tinggal menunggu Gilang yang menjemput nya. Nadia pun merebahkan diri nya di kasur king Size nya itu, sambil melihat foto foto bayi yang dikirimkan oleh Naura. Yaa naura sudah melahirkan di Indonesia dan anak nya naura pun laki laki bernama Fayeza Pratama Hardana.


"Uuh ganteng nya ponakan aunty" Gumam Nadia sambil tersenyum.


"Bentar lagi aku akan menjadi aunty lagi" Gumam nya lagi ketika melihat foto sang kaka dan sifa yang sedang memegang perut buncit nya.


Yaa kini sifa tengah mengandung dan usia kandungan nya pun berjalan 4 bulan. Nadia yang mendengar nya pun sangat bangga dan sangat antusias menunggu kelahiran keponakan nya itu.


Tak lama ada suara ketukan pintu dari luar.


"Ya sebentar" Teriak Nadia dari dalam.


Ceklek..


"Gilang, loh ko kamu udah datang? Emang sekarang jam berapa?" Serentetan pertanyaan Nadia kepada Gilang.


Gilang pun melihat jam tangan nya yang sudah melingkar indah di pergelangan tangan nya "Jam 5 sore" Ucap nya.


"Ko cepet banget? Kata nya jam 7 berangkat nya? Emang kamu ga kerja?"


"Ada Hen yang ngurus semuanya" Jawab nya santai.


"Dasar"


"Yaudah ayo duduk dulu, aku bikinin kopi dulu buat kamu sambil nunggu aku ganti baju ya" Ucap nya dan diangguki oleh Gilang.


Nadia pun membuatkan kopi untuk Gilang dan kembali dengan membawa secangkir kopi tersebut.


"Diminum lang" Ucap nya.


"Makasih"


"Iya. Yaudah aku siap siap dulu"


"Oke"


Nadia pun kembali ke kamar nya untuk bersiap siap terbang ke tanah kelahiran nya.