
"Mama apa kabar?" Tanya Kayla kepada mama Gilang setelah kepergian sang pelayan tersebut.
"Baik sayang, kalau kamu?"
"Seperti yang mama lihat sekarang, Kayla baik baik saja mah"
"Syukurlah kalau begitu. Kamu makin cantik saja"
"Mama juga begitu, awet muda" Puji Kayla.
"Bisa aja kamu" Ucap mama Gilang dan hanya di jawab kekehan kecil oleh Kayla.
"Oya gimana di London? Kamu betah?" Lanjutnya.
"Mantap mah, lebih seru di sana dari pada di sini. Ayo mamah ikut Kayla ke London, ayah dan bunda juga akan kesana bersama Kayla"
"Wah, sepertinya akan seru"
"Maka dari itu mamah dan papah ikut Kayla ke London ya"
"Maaf sayang, mama tidak bisa ikut"
"Loh kenapa?"
"Kamu kan tau mamah punya anak perjaka itu" Ucapnya sambil di selingi kekehan kecil.
"Oh Gilang maksudnya?"
"Iya, bocah nakal itu"
"Gilang sudah besar mah, dia tidak akan menangis jika di tinggal mamah dan papah, lagian Gilang juga selalu dengan Asisten Hen kalau kemana-mana jadi nya kan dia sudah ada yang menemani mah" Jelas Kayla.
"Hahaha. Iya benar, anak itu pasti saja selalu dengan asisten nya, udah kaya perangko aja deh"
"Hahaha iya mah benar"
"Permisi, ini pesanan nya" Ucap sang pelayan.
"Ah iya mba, silahkan taruh di sini saja" Ucap Kayla.
"Baik nona" Jawab sang pelayan. Dan pelayan pun langsung menaruh nya di meja Kayla dan mama Gilang.
"Terimakasih mba" Ucap Kayla setelah senua nya telah selesai di hidangkan.
"Iya nona sama sama, kalau begitu saya permisi" Ucap nya dan diangguki oleh Kayla.
"Ayo mah di minum" Titah Kayla.
"Iya nak" Jawab nya.
Ketika mama Gilang dan kayla minum, tak sengaja mama Gilang menangkap jari manis Kayla yang sudah nampak jelas ada cincin berlian yang bertengger di jari nya itu.
Mama Gilang pun langsung ingat kepada ucapan sang anak nya bahwa Kayla sudah bertunangan dengan seorang pria.
"Apa bener ya yang di bilang Gilang? Tapi kalau Gilang bohong ga mungkin ada cincin di jari manis nya Kayla" Gumam mama gilang sambil tetap melihat ke arah jari manis Kayla.
"Aku harus tanyakan akan hal ini" Gumam nya lagi dalam hati.
"Emm Kay mama boleh tanya sesuatu?" Tanya nya dengan lembut agar tidak terkesan terlalu kepo dengan urusan pribadi Kayla, walau sebenar nya memang kepo.
Kayla yang mendengar pertanyaan dari mama Gilang kan menyimpan kembali minuman nya di atas meja "Boleh, mama mau tanya apa? Tanyakan saja pada Kayla. Jika Kayla bisa jawab kay akan menjawab nya"
"Tapi ini urusan pribadi kamu, apa boleh nak?"
"Tentu"
"Maaf sebelumnya, mamah dengar kamu sudah bertunangan apa itu benar?"
"Ah masalah itu, itu benar mah. Maaf Kay tidak memberitahu mamah akan hal penting itu, tadi nya Kay akan memberitahukan mamah jika sudah pasti kapan pernikahan Kayla, tetapi mamah sudah mengetahui nya terlebih dahulu"
"Gapapa nak, itu bukan masalah besar juga untuk mamah"
"Terimakasih mah. Oya memang mamah tau dari mana kalau Kay sudah bertunangan? Apa dari Gilang ya mah?"
"Dari itu" Tunjuk nya kepada jari manis kayla sambil tersenyum. Mama Gilang sengaja menjawab seperti itu agar ia tidak mengetahui bahwa memang benar ia mengetahui akan hal itu dari anak nya sendiri, si perjaka tua nya itu.
Kayla pun mengikuti arah tunjukan dari mama Gilang, dan tunjuk nya itu terarah kepada jari manis milik nya "Haish, ternyata dari cincin ini ya. Ko aku jadi kaya pamer gitu ya hehe maafin Kay ya mah"
"Gapapa nak, lagian kan emang begitu kalau yang sudah bertunangan harus di pakai cincin nya"
"Ehehe"
"Pupus sudah harapan ku untuk menjadikan Kayla mantu ku" Gumam nya dalam hati sambil menetralkan hati nya untuk tidak terlalu kelihatan sedih.
Mama Gilang pun terkesiap ketika mendengar panggilan dari Kayla "Iya sayang?"
"Aku punya permintaan untuk mama"
"Apa itu nak?"
"Tapi mamah janji ya harus tepatin permintaan aku ini"
"Iya mamah janji, kalau permintaan mu mudah mamah akan turuti"
"Mudah ko mah"
"Apa itu?"
"Aku harap ketika aku menikah nanti, entah itu sama siapapun mamah tidak akan pernah berubah kepada Kayla"
Mama Gilang termenung ketika mendengar permintaan yang Kayla sampaikan itu, bagaimana bisa akan seperti itu? Sekarang aja menahan rasa kecewa nya sungguh sulit, bagaimana ia akan bersikap biasa jika Kayla sudah bersama dengan yang lain?
"Mah?" Panggilnya sambil menggoyangkan tangan mama Gilang.
"Eh iya nak"
"Mamah lamunin apa?" Tanya Kayla.
"Ah engga nak, mamah ga lamunin apa apa ko"
"Yang bener?"
"Iya"
"Jadi gimana mah permintaan Kayla tadi mamah bisa ikutin?"
"Iya sayang, mamah akan ikuti, semampu mama ya nak"
"Baiklah Kay mengerti. Makasih ya mah"
"Iya sayang" Jawab nya sambil memberikan senyum yang di paksakan.
"Yaudah mah di minum lagi" Ucap kayla.
"Iya" Mama Gilang pun kembali meminum minuman nya itu.
"Kay"
"Iya mah?"
"Emang kamu ga bakal kasih tau tunangan kamu ke mamah?"
"Yaampun Kayla lupa mah hehe" Ucapnya dan kayla pun mengambil ponsel nya untuk memperlihatkan foto Rafel.
"Ini mah foto nya nama nya Rafel Anggara Saputra"
Mama Gilang pun mengambil ponsel Kayla dan melihat jelas tunangan Kayla itu.
"Ganteng juga" Gumam mama Gilang dalam hati.
"Dokter juga Kay sama kaya kamu?" Tanya mama Gilang.
"Iya mah, Rafel dokter spesialis bedah sama kaya Kayla"
"Kalian satu rumah sakit juga?"
"Iya mah, kebetulan kita satu rumah sakit juga. Terkadang satu shif, itu pun terkadang sih mah ga terlalu sering" Jelas Kayla.
"Ohh" Jawab mama Gilang sambil manggut manggut.
"Iya mah" Jawab Kayla sambil tersenyum.
"Ini ponsel kamu nak" Ucap mama Gilang sambil menyerahkan ponsel milik kayla.
"Ah iya mah" Kata Kayla sambil mengambil ponsel nya yang di berikan oleh Mama Gilang.
Tak terasa mereka berdua sudah mengabisi waktu 3 jam untuk bertemu saling mengobrol, bercerita dan bercanda gurau. Akhirnya pertemuan antara mama Gilang dan Kayla pun berakhir. Mereka berdua pun kembali ke rumah nya masing-masing. Awalnya Kayla sempat ingin mengantarkan mama Gilang kerumah nya, namun mama Gilang menolak karena ia sudah di tunggu oleh sang supir pribadi nya. Kayla pun tak memaksa nya dan akhirnya mereka pulang sendiri sendiri dengan menaiki mobil masing masing.
***
Di mobil milik mama Gilang.
"Hufft... Calon mantu idaman udah ada yang gaet. Emang punya anak bikin ulah mulu sih sama cewe, kebanyakan mantan jadi nya begini kan. Calon mantu idaman malah di pepet sama cowo lain. Kaya nya itu Gilang harus di ajarain jurus setia deh" Gerutu nya dalam mobil.
Sang supir yang mendengar ocehan sang majikan pun hanya tersenyum samar, karena merasa lucu dengan tingkah sang nyonya besar nya itu.