
"Jadi siapa dia Kay?" Tanya Rafel setelah diri nya dan juga Keynan duduk saling berhadapan.
"Keynan. Kaka dari Kayla" Jawab Keynan masih dengan sorot mata yang tajam.
"Oh jadi ini kaka kamu, maaf ka aku sudah tidak sopan tadi" Ucap nya sambil meminta maaf kepada Keynan.
"Hem" Jawab Keynan.
"Oya, ngomong ngomong kalian ada apa kesini? Ko jadi rombongan begini? Terus dari mana tau rumah ku?" Cecar Rafel.
"Ja..." Kata Kayla terpotong karena ada bibi yang mengantarkan minuman untuk mereka.
"Tuan dan nona muda ini minuman nya silahkan di minum" Titah sang bibi.
"Makasih ya bi" Ucap Rafel dan hanya di jawab anggukan oleh sang bibi, sang bibi pun kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
"Jadi kenapa sayang?" Tanya Rafel.
"Ja.." Lagi lagi ucapan Kayla terpotong karena suara gaduh dari luar.
"Apa itu?" Tanya sifa.
"Sebentar aku cek" Ucap rafel sambil beranjak dari sofa empuk nya itu.
***
Di halaman rumah Rafel.
Gilang dan Mey yang baru sampai di rumah Rafel itu pun beranjak turun dari mobil nya, tapi tidak untuk Mey. Mey sama sekali tidak mau turun dari mobil Gilang, maka dari itu Gilang memaksa Mey untuk turun dan terjadi lah ke gaduhan di halam rumah Rafel.
"Mey ayo turun"
"Engga"
"Mey ayo. Kamu harus selesaikan semua nya"
"Engga"
"Ayo" Ucap Gilang sambil menarik tangan Mey agar ia keluar dari mobil milik nya iotu.
"Engga mau Gilang. Lepasin"
"Ga bisa. Lo harus tanggung jawab masalah ini, gue ga mau ya masalah ini bikin otak gue puyeng dan terus terusan bikin Kayla salah paham ke gue ngerti"
"Lagian Kayla udah jadi milik Rafel, lo mau apa hah?"
"Pokok nya lo harus jelasin"
"Ga mau Gilang!"
"Asisten Hen seret dia" Titah nya karena ia sudah kepalang kesal terhadap tingkah Mey.
"Gilang ga mau. Asisten Hen lepas"
"Maaf nona saya tidak bisa menuruti apa keinginan anda. Lebih baik anda diam dan menuruti saja apa perintah dari bos agar anda tidak terluka" Nasihat nya.
"Ck" Gerutu Mey.
Mey pun menuruti apa yang di ucapkan oleh Asisten Hen.
"Ada apa ini?" Tanya Rafel ketika sudah berada di hadapan Gilang, Mey dan juga asisten nya.
"Ini sepupu lo kan Mey?" Tanya Gilang sambil menyelisik wajah Rafel dengan seksama.
"Iya gue sepupu nya Mey" Jawab Rafel.
Dan..
Baaaakkk...
Bugh...
Bugh...
"Stop" Teriak Mey.
Asisten Hen pun menarik tubuh Gilang dan Mey menarik tubuh Rafel agar mereka terpisah.
"Apa sih maksud lo hah? Datang datang ke rumah orang asal tonjok aja" Teriak Rafel.
"Udah udah, kita masuk aja" Ucap MEy melerai.
Mereka berdua pun di bawa masuk, dan betapa terkejut nya Gilang ketika melihat Kayla yang sudah berada di rumah itu.
"Kay, kamu gapapa kan?" Tanya Gilang.
"Iya" Jawab Kayla.
Gilang pun ikut duduk di sebelah Keynan.
"Sebenarnya ini ada apa sih? Ada yang bisa jelasin?" Kata Kayla.
"Silahkan Meylani" Ucap Gilang.
"Jadi Kay, kamu itu di manfaatin sama Rafel. Rafel adalah sepupu ku, dia aku suruh untuk mendekati mu untuk membuat Gilang marah"
"Apa?!!!" Pekik Kayla tak percaya.
"Engga gitu Kay, aku bisa jelasin" Timpal Rafel.
"Jelasin apa lagi Fel? Selama ini aku udah percaya ya sama kamu, tapi kamu malah gitu sama aku? Aku ga nyangka sama kamu Fel. Aku kecewa sama kamu. Ini aku kembalikan cincin ini untuk mu" Ucap Kayla dengan marah nya dan melepaskan cincin yang sudah bertengger di jari manis Kayla.
"Kay kamu ga percaya sama aku kay?" Tanya Rafel sambil mendekat ke arah Kayla.
"Jangan dekati aku lagi rafel" Ucap nya sambil berlari meniggalkan kediaman Rafel.
"Nadia tunggu de" Teriak Keynan.
"Kay tunggu" Teriak sifa dan Keynan bersamaan sambil mengejar Kayla yang sudah meninggalkan kediaman Rafel.
"Sayang tunggu, ini salah paham. Kamu apa apan sih Mey, kan aku udah bilang kalau aku itu beneran suka sama dia" Ucap Rafel sambil ikut mengejar Kayla.
"Kamu benar benar sudah kelewatan Mey"
"Biar kan saja, memang ini yang aku mau" Ucap nya dengan tersenyum sinis.
"Aku akan pastikan kau akan mendekam di balik jeruji besi selama lama nya"
"Itu ga akan bisa Gilang, karena kamu ga punya bukti yang kuat"
"Kita liat nanti"
"Asisten Hen"
"Iya bos"
"Bawa dia, dan pastikan bahwa dia akan mendekam selama lama nya di balik jeruji besi, dan hancur kan perusahaan nya sampai ke dasar"
"Apa kamu bilang? Jangan sentuh perusahaan ku Gilang"
"Cepat bawa dia"
"Baik bos"
Asisten Hen pun membawa Mey ke kantor polisi dengan Mey yang masih meronta minta di lepaskan.