Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Persiapan kayla



Gilang memilih untuk menenangkan diri nya sejenak, sambil ia berfikir langkah apa yang akan ia ambil ketika nanti ia bertemu dengan Kayla nya, wanita nya, pujaan hati nya itu yang sudah sekian lama tidak bertemu dan tanpa bertukar kabar sama sekali.


Mungkin inilah yang di nama kan cinta sejati, tidak akan pernah pudar oleh waktu.


***


"Ayo kita sudah di tunggu di Bandara" Ucap Rafel kepada Vika.


"Iya mas" Jawab nya.


Pukul 5 waktu setempat, Rafel dan Vika berangkat menuju London, untuk menyelesaikan masalah nya dengan Kayla.


Hari ini adalah hari sabtu, di mana Rafel akan berangkat dari Singapore menuju London, dengan segala persiapan yang sudah matang, dengan beralasan bahwa kepergian ke London adalah untuk berbulan madu.


Vika tertegun ketika mendapati tangan nya yang di gandeng oleh sang suami. Iya pun menatap ke arah suami tercinta nya itu, dan rafel tetap melihat lurus ke depan walaupun ia tau bahwa diri nya sedang di perhatikan oleh sang istri.


Kini perasaan rafel pelan pelan ada untuk istri nya itu, walaupun masih sedikit. Siapa sangka bahwa diri nya sudah mulai mencintai sang istri dan cinta nya untuk Kayla luntur sedikit demi sedikit.


Mereka berdua pun berjalan menuju mobil milik Rafel, dan sang supir pun melajukan mobil nya ke Bandara.


"Kamu istirahat saja, nanti aku akan bangunan jika sudah sampai di London" Ucapnya ketika sudah tiba di pesawat.


"Iya mas" Jawab vika.


Vika pun mencoba untuk menyenderkan kepala nya di dada bidang sang suami, walau dengan perasaan takut akan penolakan tapi vika tetap melakukan nya.


Tapi tanpa di sangka sangka, ternyata Rafel tidak ada penolakan sama sekali, ia malah memeluk tubuh sang istri nya itu agar terasa lebih sedikit nyaman. Vika yang di perlakukan seperti itu pun tersenyum manis, ia pun mulai memejamkan mata nya.


***


Di tempat lain


"Siapa itu?"


"Gagah sekali"


Begitu lah bisikan bisikan dari para wanita yang melihat ke tampanan dari sang primadona nya.


Siapa lagi kalau bukan Gilang Putra Mahendra. Ya Gilang yang baru turun dari jet pribadi nya dan melangkah kan kaki nya untuk menuju mobil yang sudah menunggu diri nya di parkiran. Semenjak ia memutuskan untuk menjauh dari Kayla, Gilang pun semakin gila kerja dan tak lupa semakin merubah penampilan nya menjadi seorang yang benar benar sangat tampan, membuat para wanita berlomba lomba untuk mendapatkan cinta nya.


Dengan style nya yang santai, dengan kaos putih dan celana panjang warna cream, sepatu cats warna putih dan kaca mata hitam yang sudah bertengger di wajah nya tak lupa pula ia memasukan satu tangan nya ke saku celana nya itu, menambah kesan tampan nya. Wajar saja jika wanita langsung klepek klepek ketika melihat seorang Gilang Putra Mahendra. Sudah kaya, tampan, cuek. Siapa sih yang tidak mau dan kenal dengan seorang Gilang? Namun sayang, hanya nona muda Kayla lah yang mampu menggetar kan hati nya seorang.


"Kita langsung ke apart ku saja Hen. Rasa nya aku sangat lelah" Titah sang bos.


"Baik bos" Jawab sang asisten.


Asisten Hen pu menjalankan mobil nya menuju apartemen sang bos, sebelum besok sang bos bertemu dengan wanita yang sudah memporak porandakan hati nya itu.


***


Berbeda hal nya dengan Gilang yang ingin segera sampai di apartemen nya. Kini Kayla sedang mencari cari baju yang cocok untuk digunakan besok bertemu dengan sang pujaan hati nya itu.


Aji sudah memberitahukan keberangkatan sang pujaan hati, dan sudah memberitahukan letak di mana ia akan bertemu dengan Rafel.


"Besok pake baju apa ya?" Monolog nya sambil memilih milih baju yang akan ia pakai besok.


"Kata aji pake baju nya santai aja" Monolog nya.


"Hem apa ya?" Kata nya lagi sambil berfikir.


"Apa ini aja gitu ya?"


"Ah tapi ga cocok"


"Apa ini?"


"Ini juga ga cocok"


"Nah ini nih, yaudah pake yang ini aja deh. Kaya nya ini cocok" Ucap Kayla memutuskan memakai baju dres selutut tanpa tangan berwarna navy dengan cardigan tangan panjang berwarna putih dan sepatu flats warna navy.