Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Pindah Tempat Kerja



"Ada apa ya dengan adik anda pak Keynan?"


"Setau saya adik anda tidak bermasalah dnegan pekerjaan nya" Lanjut nya lagi.


"Saya ingin meminta bapa untuk memindah tugas kan adik saya kerumah sakit lain, bila perlu ke negara atau kota yang lain"


"Ma... Maksud pak Keynan apa ya?"


"Saya ingin adik saya di pindahkan ke rumah sakit lain pak"


"Tapi atas dasar apa?"


"Saya hanya ingin adik saya di pindah kan ke rumah sakit lain, untuk perihal persetujuan pak Gilang, anda bisa membicarakan nya, bilang saja bahwa saya yang menyuruh anda memindah kan nya. Jika ia tidak setuju bisa bertemu dengan saya di kantor"


"Baik pak kalau begitu, saya akan lakukan"


"Baik, saya permisi dulu karena saya banyak urusan" Ucap Keynan sambil melihat jam tangan nya.


"Baik pak silahkan"


Keynan pun beranjak dari duduk nya bersama dengan asisten nya itu, mereka berdua kembali ke perusahaan nya untuk kembali bekerja.


Setelah kepergian dari Keynan, kepala rumah sakit itu pun menghubungi Gilang, untuk membicarakan perihal pembicaraan nya dengan Keynan.


Kepala Rumah sakit : Hallo selamat siang pak gilang.


Gilang : Ya selamat siang.


Kepala rumah sakit : Apa pak Gilang sedang sibuk.


Gilang : Tidak, ada apa ya pak?


Kepala rumah sakit : Apa saya bisa bertemu dengan bapa? Sekarang saya sedang berada di Restoran simpang jalan dekat kantor bapa.


Gilang : Baik, saya akan kesana.


Kepala Rumah sakit : Baik, saya tunggu pak.


Gilang : Ya.


Tuut... Sambungan pun terputus.


Kepala rumah sakit pun memesan makanan dan minuman untuk nya sambil menunggu gilang datang.


Sedangkan Gilang, kini tengah bersiap untuk menuju restoran yang sudah di beri tahu oleh kepala rumah sakit tersebut.


"Ayo hen"


"Baik bos" Jawab nya.


Mereka berdua pun keluar dari ruangan nya.


"Kosongkan jam pak bos 2 jam kedepan, dan jika ada yang menanyakan jawab saja sedang ada urusan pribadi" Ucap Asisten hen kepada sekertaris Keynan.


"Baik pak" Jawab sekertaris Keynan.


Asisten hen pun kembali melanjutkan jalan nya untuk mengejar sang bos nya itu.


Mereka berdua pun pergi ke restoran yang sudah di tentukan.


***


"Selamat siang" Sapa Gilang.


"Siang pak Gilang dan pak Hen"


"Silahkan duduk" Lanjut nya lagi.


Gilang dan Asisten Hen pun duduk di temapt yang sudah di sediakan.


"Ada apa?" Tanya Gilang.


"Jadi begini pak, sebelum bertemu dengan bapa, saya sudah bertemu terlebih dahulu dengan Pak Keynan"


"Ya"


"Pak Keynan memerintah kan saya untuk memindah tugaskan dokter kayla ke rumah sakit lain pak"


"Apa?!!"


"I... Iya pak"


"Ada apa dengan dokter Kayla?"


"Saya tidak tau pak, pak Keynan hanya memerintah kan saya seperti itu. Kata pak Keynan, jika bapa tidak setuju dengan keputrusan ini, bapa bisa datang langsung ke kantor nya pak Keynan"


"Oke, saya akan ke kantor milik pak Keynan saat ini juga. Saya permisi" Ucap Gilang dan langsung meninggal kan restoran tersebut.


"Orang-orang aneh" Gumam kepala rumah sakit sambil menggeleng kan kepala nya karena merasa aneh dengan tingkah kedua pria yang memiliki kekuasaan besar itu.


***


Perusahaan Keynan.


Brak... Terdengan pintu terbuka dengan sangat kasar.


Keyanan dan Faisal pun sampai tergelonjak kaget mendengar pintu terbuka.


"Seperti nya anda tidak mempunyai sopan santun ya tuan muda gilang" Remeh nya kepada Gilang.


"Cih, seperti nya anda yang tidak dewasa tuan muda Keynan" Timpal gilang sambil duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.


"Maaf tuan muda, ada keperluan apa tuan muda kemari?" Kiniyang bersuara adalah asisten fai.


"Tanya kan saja kepada atasan anda" Jawab gilang enteng.


"Kenapa? Anda tidak setuju?"


"Sangat tidak setuju"


"Kenapa?"


"Dokter Kayla tidak membuat kesalahan apapun, kenapa harus di pindah kan?"


"Karena saya tidak ingin adik saya bertemu dengan anda dan di ganggu oleh anda lagi"


"Cih, ternyata karena hal spele, anda sungguh ke kanak kanakan tuan muda Keynan" Remeh nya kepada keynan sambil tersenyum sinis.