Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Riko, Farhan!



Keesokan harinya.


Rafel dan Vika pun berangkat dari Singapore menuju Indonesia dengan menggunakan jet pribadi nya.


Setelah menghabiskan berjam jam di perjalanan, akhir nya Rafel dan Vika pun sampai di Indonesia. Mereka pun turun dari jet pribadi nya kemudian jalan keluar dari Bandara.


“Selamat siang tuan muda. Saya di perintahkan oleh bos Gilang untuk mengawal anda sampai ke hotel tempat anda menginap” Ucap salah satu pengawal Gilang.


“Siang. Baik” Jawab nya.


Rafel pun ikut dengan pengawal yang di perintahkan oleh Gilang.


“Jakarta banyak perubahan ternyata” Gumam nya yang masih terdengar oleh Rafel.


Cup..


“Kita akan berlibur di sini selama seminggu. Jadi kamu bisa puas-puasin rasa rindu kamu di sini sayang” Ucap nya dengan memberikan senyuman dan kecupan di dahi nya sambil mengusap lembut perut nya itu.


Dug.. Dug.. Dug.. Tendangan dari sang bayi yang ada di dalam perut Vika.


“Wah ternyata kamu juga seneng ya sayang” Kata Vika dengan tersenyum.


“Aku akan selalu membahagiakan kalian berdua. Tegur aku jika aku salah dan keterlaluan ya sayang”


“Iya papih” Jawab Vika dengan suara khas anak kecil. Mereka berdua pun terkekeh.


***


Tuut… Terdengar sambungan telpon yang tersambung dan tinggal menunggu si empunya mengangkat panggilan tersebut.


Nadia : Hallo mas ada apa?


Gilang : Aku mau kasih tau ke kamu kalau rafel dan istri nya sekarang sudah ada di Jakarta buat ketemu sama kita.


Nadia : Apa mas? Rafel? Ke sini?


Gilang : Iya sayang, rafel dan istri nya kesini. Baru saja sampai, kata anak buah ku mereka sekarang sedang berada di dalam perjalanan menuju hotel.


Nadia : Apa kita akan kesana mas mengunjungi mereka?


Gilang : Tidak sekarang sayang, besok mereka akan mengunjungi kita di salah satu taman yang sudah di siapkan oleh Hen, kamu akan aku jemput besok.


Nadia : Baik mas kalau begitu.


Gilang : Yasudah, aku tutup telpon nya kamu lanjutkan pekerjaan mu.


Nadia : Iya mas. Kamu juga lanjutkan istirahat mu ya.


Gilang : Iya sayang.


Tuut.. sambungan pun terputus.


Nadia pun melanjutkan pekerjaan nya, karena kini diri nya sedang bertugas di rumah sakit, sedangkan Gilang masih berada di ruang kerja nya di apartemen nya itu. Semenjak lamaran yang di lakukan oleh Gilang kepada Nadia. Nadia merubah panggilan nya menjadi ‘mas’ kepada Gilang. Dan mereka pun semakin romantic menjalankan hubungan nya.


***


Di Rumah Sakit


“Haaaah”


“Kenapa bu?” Tanya Maya kepada Nadia ketika melihat sang dokter nya seperti sedang pusing.


“Aku gapapa may” Jawab nya.


“Ibu yakin?”


“Haaah.. Gimana ya may, aku juga bingung. Mantan tunangan aku sekarang ada di sini bersama dengan istri nya”


“Apa maslah nya bu?”


“Iya yang jadi pertanyaan nya itu, dia mau apa datang kesini?”


“Hmmm (sambil berfikir). Mungkin ada keperluan yang mendesak bu”


“Kalau ada keperluan yang mendesak, ga mungkin mereka berdua ajak ketemu calon suami aku May”


“Iya juga ya bu” Kata nya sambil ikut berfikir.


“Tapi semoga aja ya bu emang bener ada keperluan gitu atau mereka emang mau sekedar jalan jalan aja, terus ke inget sama pak Gilang jadi nya mampir deh” Lanjutnya.


“Semoga ya” Ucap Nadia dan diangguki oleh Maya.


Maya sulistiawati adalah asisten yang di pilih oleh kaka ipar nya Sifa. Sifa yakin bahwa maya bisa diandalkan oleh Nadia. Selain dari pintar dan baik, Maya juga cakatan dalam melakukan segala urusan nya dan cepat tanggap pula.


Satu hari Maya bekerja, Nadia pun menyukai cara kerja Maya yang memang benar apa yang di katakan oleh kaka ipar nya itu bahwa Maya memang cekatan dan cepat tanggap dalam segala hal. Maya pun bisa berperans ebagai asisten dan sebagai teman nya dalam salah satu kondisi nya.


***


“Kamu istirahat ya, aku sudah memesankan makan dari pihak hotel disini. Mungkin sebentar lagi akan sampai aku akan mandi terlebih dahulu” Ucap rafel kepada Vika.


Cup.. kecupan singkat yang mendarat di kening Vika.


Rafel pun melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi setelah mendaratkan satu kecupan di kening sang istri.


Ting nong…


“Iya sebentar” Kata Vika. Vika pun membukakan pintu kamar nya itu dan terlihat lah pelayan yang membawa kan makanan yang tadi di pesan oleh suaminya itu. Vika pun tersenyum dan mengambil makanan itu yang kemudian di simpan di meja yang beradamdi kamar tersebut. Sambil menunggu sang suami selesai mandi , vika pun memainkan sosial media nya.


Ceklek.. Pintu kamar mandi terbuka.


“Ayo kita makan sama sama mas” Ucap Vika kepada Rafel ketika melihat suami nya yang keluar dari kamar mandi.


“Iya sayang” Jawab nya dan duduk lah rafel di sebelah istri nya itu.


Rafel dan Vika menginap di Hotel yang  mewah yang dulu nya milik diri nya tapi karena semua aset yang di Indonesia di jual oleh sang mama, maka kini hotel tersebut sudah menjadi milik orang lain.


***


Ting nong…


Ting nong…


Ting nong…


Ceklek..


“Selamat datang tuan muda Riko, tuan muda Renaldi dan tuan muda Farhan” Sapa Asisten Hen ketika melihat siapa yang sudah datang ke apartemen milik bos nya itu.


“Silahkan masuk” Lanjut nya.


“Dimana bos mu itu Hen?” Tanya Renaldi kepada Hen.


“Sedang berada di ruang kerja nya tuan muda. Akan saya panggilkan”


“Oke” JAwab nya dan Hen pun memanggil bos nya itu dan membuatkan minum untuk mereka bertiga.


“Ada apa kalian kesini?” Tanya Gilang ketika sudah sampai di ruang tamu apartemen nya sambil menaikan satu kaki nya.


“Noh yang ngajak” Jawab farhan dengan menunjuk Renaldi dengan mulut nya.


Gilang pun melihat ke arah Renaldi “Ngapain?” sambil menaikkan satu alis nya.


“Mau ngerayain tunangan elo lah. Sumpah ya lo tunangan engga undang undang kita”


“Ga sengaja”


“Ga sengaja?” Tanya Renaldi.


“Maksudnya lo ga sengaja tunangan sama Kayla?” Timpak Riko.


“Bukan lah” JAwab Gilang santai.


“Lah terus?”


“Gue ga sengaja di bikin formal, tadi nya mau non formal aja. Lo juga tau kan dari si Hen?” Tanya nya kepada Renaldi dan diangguki oleh renaldi.


“Iya dan gue kepikiran kenapa ga jadi formal aja? Dan setelah pikiran itu ada gue langsung bilang lah ke Hen, gue juga langsung datengin orang tua Nadia buat siapin ini semua” jelas nya dan diangguki oleh ketiga nya.


“Gue mau main PS aja lah” Kata Riko.


“Main PS aja lu” Kata farhan.


“Ayo lu juga mau kan? Gue juga tau han elu juga pasti mau”


“Pasti lah. Ayo” JAwab farhan dan ikut melangkah kan kaki nya menuju kamar Gilang.


Gilang hanya melototkan mata nya saja ketika dua anak dajjal nya itu akan ke kamar nya. Gilang sudah yakin apa yang akan terjadi jika kedua anak dajjal itu sudah ada di kamar nya.


“Jangan nyampah. Jangam ngerusak kamar gue” Teriak nya kepada Farhan dan riko.


Farhan dan Riko saling tatap satu sama lain ketika mendengar penuturan dari Gilang. Mereka pun tersenyum penuh arti.


Dan


Ting nong…


Asisten hen pun membuka pintu apartemen nya dan terlihat lah seorang kurir yang membawa banyak cemilan yang sudah di pesan oleh Riko.


Gilang kembali membulatkan mata nya ketika melihat banyak cemilan yang harus sudah di beli oleh Riko dan sial nya diri nya juga yang harus membayar cemilan itu.


“Shiit!!! Riko Farhan” Teriaknya.


Riko dan farhan yang mendengar teriakan dari Gilang pun hanya tegelak dalam tawa nya, karena mereka sudah tau akan terjadi apa sebentar lagi.