Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Pertemuan



“Gue mau main PS aja lah” Kata Riko.


“Main PS aja lu” Kata farhan.


“Ayo lu juga mau kan? Gue juga tau han elu juga pasti mau”


“Pasti lah. Ayo” JAwab farhan dan ikut melangkah kan kaki nya menuju kamar Gilang.


Gilang hanya melototkan mata nya saja ketika dua anak dajjal nya itu akan ke kamar nya. Gilang sudah yakin apa yang akan terjadi jika kedua anak dajjal itu sudah ada di kamar nya.


“Jangan nyampah. Jangam ngerusak kamar gue” Teriak nya kepada Farhan dan riko.


Farhan dan Riko saling tatap satu sama lain ketika mendengar penuturan dari Gilang. Mereka pun tersenyum penuh arti.


Dan


Ting nong…


Asisten hen pun membuka pintu apartemen nya dan terlihat lah seorang kurir yang membawa banyak cemilan yang sudah di pesan oleh Riko.


Gilang kembali membulatkan mata nya ketika melihat banyak cemilan yang harus sudah di beli oleh Riko dan sial nya diri nya juga yang harus membayar cemilan itu.


“Shiit!!! Riko Farhan” Teriaknya.


Riko dan farhan yang mendengar teriakan dari Gilang pun hanya tegelak dalam tawa nya, karena mereka sudah tau akan terjadi apa sebentar lagi.


***


“Ayo sayang kita berangkat” Ajak Nadia setelah siap.


“Iya ayo” Jawab nya.


Gilang dan Nadia pun berangkat menuju taman yang sudah di siapkan oleh Asisten Hen untuk bertemu dengan Rafel dan Vika.


Kini di rumah utama Kamil tinggal tersisa ayah, bunda, Nadia dan beberapa ART saja, karena Sifa dan Keynan sudah pindah kerumah yang sudah di beli oleh Keynan. Tak jauh memang dari rumah utama Kamil, mungkin hanya sekitar 15 menit saja jarak antara rumah utama Kamil dan Keynan.


“Kamu gapapa kan ketemu sama rafel?” Tanya Gilang tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan dari Gilang, Nadia pun menoleh ke arah nya “Aku gapapa ko, emang nya aku kenapa hem?” Balik Tanya Nadia.


“Aku takut kamu kembali mengingat masa menyakitkan itu” Kata nya dan kemudian menggenggam tangan mungil Nadia.


Nadia pun tersenyum mendengar penuturan dari Gilang “Kamu tenang aja mas, Rafel itu masa lalu ku, dan aku selalu mengubur masa lalu ku itu dalam dalam. Lagian sekarang kan udah ada kamu di samping aku, yang selalu menyangiku, yang selalu akan menguatkan aku, jadi kamu ga usah khawatir lagi ya mas” Jelas nya sambil mengusap lembut tangan Gilang yang mengenggam tangan nya itu.


“Baiklah sayang. Aku sayang kamu”


“Aku juga sayang kamu mas”


***


Hotel


“Ayo kita sarapan dulu” Ajak Rafel.


“Iya mas” Jawab nya dan mereka berdua pun sarapan bersama.


“Kamu siap ketemu sama Gilang dan Kayla?” Tanya Rafel.


“Vika siap mas”


“Yaudah kalau gitu aku siap siap dulu ya sayang, kamu selesaikan dulu sarapan nya” Kata nya dan Vika pun menganggukan kepala nya.


“Nak kita akan bertemu dengan om Gilang dan tante Kayla sayang, kita akan berkenalan sama mereka berdua sayang” Ucap Vika kepada anak nya yang ada di dalam perut nya itu sambil mengusap ngusap nya lembut.


Seakan mengerti dengan perkataan sang mami, anak yang ada di kandungan Sifa pun menendang perut SIfa Dug.. dug.. dug..


Sifa pun tersenyum dengan tendangan dari sang anak “Kamu seneng juga ya nak ternyata, sebentar ya kita bentar lagi ketemu ko”


“Ayo nak kita bersiap” Ajak Vika kepada anak nya.


Vika pun beranjak dari duduk nya untuk menyiapkan pakaian yang akan di kenakan oleh suami nya dan di kenakan untuk diri nya. Pilihan Vika untuk Rafel jatuh pada kaos warna navy dan celana jeans warna putih. Dan untuk Vika, diri nya memilih dress tanpa lengan dengan warna navy yang senada dengan suami nya dan menggunakan cardigan putih.


Setelah siap, Vika pun memakai pakaian nya yang sudah di pilih oleh diri nya. Vika pun menggunakan make up tipis saja. Tak lama rafel pun keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang masih basah, menambah kesan tampan nya seorang Rafel Anggara Saputra.


“Mas baju nya udah aku siapin”


“Iya sayang terimakasih”


***


“Enak juga ya mas tempat nya” Puji Nadia.


“Iya, Hen yang milihin tempat ini sayang” Kata nya dan diangguki oleh Nadia.


“Sekarang Asisten Hen nya kemana?”


“Ayo kita duduk di situ” Ajak Nadia kepada Gilang ketika melihat sebiat karpet yang sudah menjuntang di rumput rumput dan di bawah pohon yang rindang.


“Kaya piknik ya kita” Ujar nadia sambil terkekeh.


“Iya ya” Kata Gilang.


Nadia pun mengeluarkan beberapa makanan dan minuman yang berada di dalam keranjang yang,sudah di sediakan oleh asisten Hen sebelum nya. Seperti nya Asisten Hen menggunakan konsep liburan mantan. Haha.


Setelah selesai dengan makanan dan minuman nya, Nadia pun memilih untuk berfoto selfie dengan Gilang sambil menunggu pasutri yang akan bertamu itu.


Dan tak lama


Tap..


Tap..


Tap..


Gilang dan Nadia yang mendengar suara langkah kaki pun menoleh ke arah nya, dan terlihat lah pasutri yang sudah di tunggu tunggu kedatangan nya. Nadia dan gilang pun berdiri untuk menyambut kedatangan mereka berdua.


Deg..


“Kamu sudah berubah Kay, kamu semakin cantik saja. Aku harap kamu bahagia bersama dengan Gilang ya. Aku sekali lagi minta maaf kepada mu” Gumam Rafel di dalam hati dengan senyum miris nya ketika melihat Nadia yang cantik dan anggun dengan balutan dress berwarna cream berlengan panjang.


“Selamat datang” Sapa gilang membuyarkan lamunan rafel.


“Maaf kami terlambat” jawab rafel sambil memberikan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Gilang.


“Tidak masalah” Jawab gilang sambil memberikan tangan nya juga untuk berjabat tangan.


“Ayo duduk” Ajak Gilang.


“Iya terimakasih” Jawab rafel.


Gilang, Nadia, Vika dan rafel pun duduk di karpet yang sudah ada di taman.


“Ayo di makan” Kini Nadia yang membuka suara nya.


“Iya terimakasih, wah kaya nya cake nya enak” kata Vika.


“Ayo di coba” Kata Nadia sambil mendekat ke arah Vika.


“Kamu udah berapa bulan?” Tanya Nadia ketika sudah mendekat ke arah Vika.


“Udah 8 bulan” Jawab Vika dengan senyum yang mengembangnya dan Nadia pun tersenyum mendengar  nya.


“Syukurlah kalau kamu bahagia rafel. Semoga kamu selalu bahagia, dan selalu bisa membahagiakan Vika dengan cara mu” gumam nadia dalam hati.


“Boleh aku pegang perut kamu Vika?” Tanya Nadia dengan antusias nya vika pun menganggukan


kepala nya.


“Hay sayang, sehat-sehat ya di sana sebentar lagi kamu akan melihat dunia yang indah ini” Kata nadia kepada perut Vika sambil mengusap lembut perut nya.


Dug.. dug… Dug…


Nadia membulatkan mata nya ketika mendapatkan tendangan dari sang bayi yang ada di dalam perut Vika “Eh dia nendang ya mba vika?” Tanya nya dengan mata berbinar.


“Iya. Dia juga seneng bisa di sapa sama kamu” Kata vika dengan tersenyum.


Seperti meniyakan jawaban dari sang mami, bayi yang ada di dalam perut Vika pun kembali menendang.


Dug..


“Wah sungguh menggemaskan” Ucap Nadia.


Nadia dan vika pun kembali berbincang mengenai anak yang ada di dalam perut Vika.


Sama hal nya dengan para wanita, para lelaki pun kini sedang mengobrol di tempat duduk yang sudah ada di taman tersebut, setelah rafel menyicipi cake yang ada di piring, Rafel dan gilang pun memilih untuk menghindar dari para wanita, dan disini lah mereka berdua, di tempat duduk yang tidak jauh dari para wanita nya.


“Kenapa kamu tidak datang saat acara lamaran ku dengan Nadia?” To the point Gilang kepada rafel.


“Aku banyak kesibukan lang, maaf”


“Baik, aku mengerti tentang kesibukan mu”


“Terimakasih”


“Apa kamu masih menyimpan perasaan kepada calon istriku Fel?”


Rafel yang mendapat pertanyaan dari Gilang pun menoleh ke arah gilang. Rafel tersenyum


Dan