Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Paris 4



“Sudah siap?” Tanya nya kepada Nadia.


“Sudah mas”


“Ayo kita berangkat. Hen sudah menunggu dibawah”


“Iya mas”


Nadia dan Gilang pun keluar dari Apartemen mereka. Sudah pasti mereka menjadi pusat perhatian banyak orang,


dengan style Nadia dan Gilang yang memang cocok dengan mereka, dan tak lupa memakai aksesoris kacamata hitam yang bertengger di wajahnya. Menambah siapa pun akan jatuh cinta kepada mereka berdua.


Gilang pun merapatkan pelukannya kepada sang istri yang dimana tangan kirinya sudah melingkar indah di pinggang Nadia.


Nadia hanya tersenyum melihat keposesifan suaminya itu. Padahal kalau boleh bilang Nadia pun merasa was was


ketika melihta banyak wanita yang mengagumi ketampanan suaminya itu.


***


“Ayo sayang kita turun” Ajak Gilang kepada Nadia.


“Iya mas”


“Tinggalkan kami, nanti kau jemput kami di menara Eiffel pukul 9 malam” Perintahnya kepada Asisten Hen.


“Baik tuan muda”


Setelah mendengar jawaban dari sang asisten, Gilang pun turun dari mobilnya dan mendekat kea rah sang istri.


Setelah diyakini kedua bosnya turun, sang asisten Hen pun pergi meninggalkan pasangan tersebut, tetapi tetap dalam penjagaan ketat.


Suasana mendung menggelayut di atas Sungai Seine, Kota Paris, Perancis. Waktu belum terlalu sore namun suhu sudah menggigit dingin mencapai tiga derajat celcius. Ratusan orang masih memenuhi Sungai Seine, dan Menara Eiffel yang saling berdekatan itu. Tak sedikit pasangan mengabadikan pose-pose mesra di dua obyek wisata dunia itu. Tampak pula beberapa pasangan menggelar foto pre-wedding berlatar belakang Eiffel dan juga Sungai Seine.


Wajar jika Paris dijuluki kota romantis. Sungai Seine memiliki panjang 776 kilometer membelah kota Paris menjadi dua bagian, sisi kanan dan sisi kiri. Seine mengalir melalui Paris dan masuk ke Selat Inggris di Le Havre. Ada 37


jembatan di Paris dan puluhan lainnya mencakup sungai di luar kota. Hotel de Ville, Louvre, Champs-Elysées, lalu kembali ke Menara Eiffel. Semuanya merupakan ikon wisata Paris. Jika Anda menyusuri Sungai Seine menggunakan bus air, usahakan berakhir di Menara Eiffel pada sore hari, karena suasana akan terasa benar-benar romantis saat pergantian terang ke gelap. Menara Eiffel akan semakin semarak beserta lampu kuning dan kerlap-kerlip laksana bintang. Anda juga bisa mencoba menyetir mobil-mobil mewah seperti Lamborghini, Ferrari yang


tersedia di sekitar Menara Eiffel dengan biaya rental 90 euro untuk beberapa putaran di sekitar kawasan Eiffel. .().


“Ini bagus banget mas, aku senang” Puji nya kepada sang suami.


Gilang pun ikut tersenyum bahagia mendengar apa yang di katakan oleh istrinya itu “Aku juga ikut senang kalau kamu juga senang sayang”


Cup


Nadia dan Gilang pun berjalan menyusuri sungai sine dengan saling berpegangan tangan, layaknya anak ABG yang sedang berpacaran.


“Mas sebentar, ayo kita foto dulu mas” Ajak Nadia ketika bertemu dengan pemandangan yang indah.


“Boleh ayo sayang” Jawab nya. Nadia dan Gilang pun berfoto bersama.


“Kamu adalah wanitaku, aku tidak akan pernah membuat mu mennagis lagi seperti dulu sayang, aku sangat mencintaimu” Gumam Gilang dalam hatinya.


Setelah puas berfoto, Nadia daan Gilang kembali berjalan menyusuri sungai Seine. Dan tepatlah kini mereka berada di atas jembatan Sungai Seine yang sangat indah dan Nadia pun melongo takjub karena melihat banyak nya gembok yang kini berada di hadapannya itu.


“Apa ini yang pernah aku lihat di internet tentang gembok cinta?” Monolognya.


Gilang yang mendengar istrinya pun tersenyum “Ya sayang, ini yang kamu lihat di internet, ini adalah gembok cinta”


“Wah aku seneng banget mas. Makasih ya mas udah bawa aku kesini”


Cup


Cup


Cup


Gilang melongo hebat ketika mendapatkan ciuman mendadak dari bibir mungil sang istri “Haish istri ku memang benar-benar membuatku gemas” Katanya sambil menggelengkan kepalanya dan kemudian menyusul sang istri yang sudah berlari untuk melihat gembok tersebut.


“Ini sayang gemboknya, aku tau kamu juga mau kan menyimpan gembok disini” Kata Gilang kepada sang istri sambil memberikan gembok beserta spidolnya.


Nadia pun mengambil gembok dan spidol dari tangan sang suami dan langsung menuliskan huruf depan Gilang dan juga dirinya. Setelah selesai Nadia menyimpannya bersama dengan ratusan gembok yang berada disitu. Tak lupa Nadia pun memotretnya untuk dibagikan ke sosmed miliknya.


“Sudah?” Tanya Gilang kepada istri mungilnya.


Nadia mengangguk “Sudah mas” Jawabnya.


“Sebentar mas, Shakila menghubungiku” Timpalnya.


“Angkatlah” Jawab nya dan diangguki oleh Gilang.


Video call


Shakila : Anty.


Nadia : Hai sayang, aduh keponakan aunty sedang apa?


Shakila : Mamam cama mommy anty


Nadia : Aduh gemasnya aunty kepada mu nak.


Sifa : Nadiaaa…. Jangan lupa ya oleh olehnya, aduh aku pengen banget kesana.


Nadia : Siaaaaap kaka ipar, nanti aku akan belikan nya untuk mu. Ajak ka Key kesini Sif, aku yakin kamu akan senang.


Sifa : yayaya, nanti aku akan mengajak Keynan kesana, tunggu saja upload an foto ku ya.


Nadia : Hahaha oke.


Bunda : Nak kamu senang?


Nadia : Bundaaaa, nadia rindu bunda.


Bunda : Bunda juga rindu kamu nak. Mana Gilang?


Nadia : Ini bun.


Gilang : Bundaa.


Bunda :Apa kabarmu nak? Bagaimana? Apa Nadia merepotkanmu selama kalian berbulan madu?


Gilang : Tidak bun, Nadia tidak merepotkan ku sama sekali, malah Gilang lebih senang jika Nadia merepotkan Gilang hehe.


Bunda : (Bunda tertawa) bisa saja kamu nak. Yasudah kalian berdua hati hati ya nak, jaga kesehata selama disana


Gilang : Iya bunda, Gilang dan Nadia akan menjaga kesehatan disini. Bunda juga jaga kesehatan ya bun.


Bunda : Iya nak. Yasudah lanjutkan lagi perjalanan kalian.


Gilang : Baik bun.


Tuut… tuuut.. Panggilan pun di putus oleh bunda.


“Ini sayang” Kata Gilang sambil memberikan ponsel nya kepada Nadia.


“Iya mas” Jawabnya sambil mengambil ponselnya dan menyimpannya kembali ke dalam tas nya itu.


“Yaudah ayo kita jalan lagi, Hen sudah menyewa mobil untuk kita menuju menara Eiffel”


“Benarkah?”


“Iya sayang”


“Asik!!!”


Gilang pun tersenyum melihat tingkah lucu istrinya, Nadia akan menjadi seperti anak kecil jika memang dirinya sedang senang seperti saat ini. Tapi Gilang tidak mempermasalahkan itu, menurut Gilang itu adalah hal yang


wajar dan hal yang sangat di banggakan dan ditunggu oleh Gilang, karena melihat Nadia yang seperti itu membuat Nadia semakin menjadi gemas.