Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Reno Haikal



Di perusahaan MHD Crop


Gilang yang tengah bingung dengan apa yang di katakan oleh tunangan nya itu.


“Apa kata nya? Bucket bunga?”


“Kalau bukan aku yang ngirim terus siapa?”


“Gue harus cari tau” Monolog Gilang


“Hen” Panggil Gilang.


Hen yang tengah bergelut dengan beberapa dokumen yang ada di meja nya pun langsung menoleh kearah sang bos nya “Iya bos?”


“Kamu cari tau siapa yang udah ngirim bucket bunga ke Nadia sekarang juga”


“Baik bos” Jawab Hen dan Hen pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan itu untuk pergi kerumah sakit dan bertanya apa yang terjadi.


“Siapa sih yang berani berani nya ngirim bucket bunga ke nona muda, cari perkara aja tuh orang” Gerutu Asisten Hen sambil berjalan kearah parkiran.


Nina yang melihat kepergian dari Asisten Hen hanya mengerenyitkan dahi nya karena aneh dengan mimik wajah daria sisten Hen.


“Pasti ada masalah lagi” Gumam Nina dalam hati.


“Saya akan ke rumah sakit sekarang, saya akan memeriksakan CCTV rumah sakit itu” Tegas Asisten Hen kepada kepala rumah sakit itu di dalam sambungan telpon nya itu.


Ckiit...


Mobil asisten Hen pun telah berhenti dengan rapih di parkiran rumah sakit milik sang bos nya itu. Dirinya pun turun dari mobil dengan masih bertengger nya kacamata hitam milik nya itu.


Hen pun melangkah kan kaki nya dengan penuh kharisma. Para pengunjung pun yang melihat asisten hen begitu terpesona dengan kedatangan pria tampan dan berkharisma itu.


Para perawat dan dokter yang mengetahui kedatangan dari Asisten bos besar nya itu langsung membukkan badan nya tanda hormat, Hen tetap melangkah dengan wajah dingin nya dan memasukan satu tangan nya ke saku celana nya itu.


"Selamat siang asisten Hen" Ucap kepala rumah sakit.


"Siang"


"Mari masuk terlebih dahulu"


"Tidak perlu, saya akan langsung ke ruang CCTV saja, apakah sudah anda persiapkan?"


"Sudah asisten Hen, sudah saya persiapkan. Mari saya antar anda ke ruangan CCTV" Kata kepala rumah sakit itu dan diangguki oleh asisten Hen.


Asisten hen dan kepala rumah sakit itu pun melangkah kan kaki nya menuju ruang CCTV.


Sesampainya di ruang tersebut, semua orang yang ada di ruangan tersebut pun membuk hormat ketika melihat Asisten Hen lah yang masuk ke ruangan tersebut.


"Selamat siang asisten Hen" Sapa para karyawan yang berada di depan layar monitor.


"Hem" Jawab nya dingin.


"Saya sudah mempersiapkan apa yang anda inginkan" Ucap salah satu karyawan yang memegang kendali.


"Saya ingin melihat rekaman sekitar 2 jam yang lalu"


"Baik Asisten Hen"


Asisten Hen pun melihat hasil rekaman CCTV tersebut.


***


Di ruangan Kayla


Kayla yang baru saja duduk setelah menyelesaikan operasinya harus di ganggu oleh sang asisten pribadi nya itu.


"Bu.. Bu.. Bu dokter. Hah... Hah... Hah..." Panggil Maya tergesa gesa.


"Ada apa sih May? Ko tergesa gesa gitu sih?" Tanya Kayla kepada Maya.


"Haduh cape banget bu"


"Kenapa sih emangnya? Ada sesuatu yang gawat kah?"


"Gawat bu, ini gawat sangat gawat?"


Kayla yang mendengar nya pun mengerenyitkan dahi nya "Apa May?"


"itu bu, ada Asisten Hen datang ke rumah sakit"


Kayla pun menaikkan satu alis nya "Ngapain?"


"Kurang tau bu, tapi tadi Asisten Hen sama kepala rumah sakit berjalan bersama ke arah ruang CCTV"


"Apa kata mu? Ka ruang CCTV?" Kata kayla terkejut.


"Iya bu ke ruang CCTV"


"Aku harus kesana sekarang juga"


"Iya bu"


Kayla pun berlari menuju ruang CCTV, untuk menghampiri asisten Hen.


"Aduh gawat, pasti asisten Hen mau cari tau siapa yang udah kasih aku bucket bunga" Monolog Kayla.


***


"Siapa pria itu?" Tanya Asisten Hen kepada kepala rumah sakit, ketika melihat ada seorang dokter pria yang masuk kedalam ruang Kayla.


"Dok.. Dokter Reno" Jawab nya terbata.


"Iya dia adalah dokter Reno, dokter umum di rumah sakit ini"


"Baik, kamu kirim kan rekaman CCTV ini ke email saya" Titah nya kepada karyawan yang mengendalikan monitor.


"Baik" Jawab nya.


*Tok.. Tok.. Tok..


Ceklek*


"Nona muda" Sapa asisten Hen dan langsung membungkukan badan nya ketika melihat Kayla yang masuk kedalam.


"Asisten Hen kamu sedang apa berada disini?" Tanya nya to the point dan mendekat ke arah Asisten Hen.


"Saya di tugas kan oleh tuan muda untuk mencari tau siapa yang memberikan bucket bunga kepada anda nona muda" Jawab nya dengan sopan.


"*Sudah ku duga pasti dia mencari tau tentang itu" Gumam Kayla.


"Loh loh itu kan Dokter Reno" Monolognya lagi ketika melihat ke layar monitor yang ada di hadapan nya.


"Apa jangan jangan Reno yang udah kasih bunga ke aku?" Tebak nya.


"Astaga Reno, kamu cari masalah sekarang*"


"Maaf nona muda, saya harus segera kembali" Kata Asisten Hen.


"Ehhe yasudah kalau begitu, kamu hati hati dan sampaikan salam rinduku pada tuan muda mu"


"Baik nona muda" Asisten Hen pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Aku harus ketemu sama Dokter Reno" Kata Kayla ketika asisten Hen sudah pergi.


*Tok.. Tok.. Tok..


Ceklek*


"Selamat siang dokter Kayla" Sapa perawat yang berada di ruangan Dokter Reno.


"Siang. Apakah Dokter Reno sudah tidak ada jam lagi hari ini?"


"Iya dokter Kayla. Dokter Reno sudah tidak ada jam lagi, beliau sudah pulang 2 jam yang lalu,


"Baik kalau begitu terimakasih"


Kayla pun kembali ke ruangan nya ketika tidak mendapati Reno di ruangan nya itu.


***


Perusahaan MHD Crop


"Bos ini hasil rekaman CCTV yang ada di rumah sakit"


"Hem" Gilang pun melihat rekaman tersebut.


"Siapa dia?" Tanya Gilang dengan menaikkan satu alis nya dengan dagu yang di topang dengan satu tangan nya.


"Dokter Reno Haikal, dokter Umum di rumah sakit anda bos"


"Ada hubungan apa dia dengan tunangan ku?"


"Dokter Reno adalah teman SMA nona muda, dokter Reno dan nona muda berteman baik dengan sejak SMA kelas 1. Mereka mengambil jurusan yang sama sejak SMA sampai mereka kuliah. Dokter Reno juga sudah memendam perasaan kepada nona muda sejak SMA kelas 2"


Prang...


Gelas yang berada di meja Gilang pun pecah karena di lempar dengan sengaja oleh Gilang.


"Cari dia!"


"Baik tuan muda" Asisten hen pun kembali ke luar ruangan nya untuk mencari Reno Haikal.


***


"Dokter kenapa? Ko kaya lagi banyak pikiran gitu?" Tanya Maya ketika melihat Kayla yang sejak tadi tidak biaa diam karena gelisah.


"Aku gapapa kok may" Jawab nya dengan senyum yang di paksakan.


"Aku harus ketemu Gilang sekarang juga"


Nadia pun mengambil ponsel nya untuk menghubungi Gilang.


Nadia : Hallo mas.


Gilang : Iya sayang.


Nadia : Mas dimana?


Gilang : Kantor, ada apa?


Nadia : Aku mau mas jemput aku ya nanti malam.


Gilang : Oke, nanti mas jemput.


Nadia : Yaudah mas kalau gitu aku tunggu ya mas.


Gilang : Iya sayang.


Tuut... Sambungan pun terputus.