
Hen pun tersenyum senang ketika mendengar jawaban dari Lasha, entah mengapa hati nya seperti berbunga bunga mendengar jawaban dari adik dari sahabat dekat sang bos nya itu.
"Ayo" Ucapnya dan membukakan pintu mobil nya untuk Lasha.
"Terimakasih" Ucapnya dan masuk ke dalam mobil tersebut.
"Iya" Jawab Hen dan ikut masuk ke dalam mobil tersebut dari pintu yang berlawanan.
Setelah siap, Hen pun menyalakan mesin mobil nya dan menjalankan mobilnya menuju cafe yang akan di datangi oleh Lasha.
***
Di dalam mobil, baik Hen ataupun Lasha tidak ada yang mau mengeluarkan satu kata pun dari mereka berdua, entah karena canggung, malu atau memang fokus kepada jalan yang ada di hadapan nya kini.
"Emmm... Asisten hen" Akhir nya Lasha pun memberanikan diri untuk membuka suara.
"Iya nona" Jawab Hen tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalanan.
"Tidak jadi"
"Katakan saja nona" Ucapnya sambil mengerenyitkan kening nya karena bingung.
"Apa aku tak mengganggu waktu kerja mu hen, dengan kau mengantarku ke cafe bukan nya itu memakan waktu mu?" Tanya nya dengan raut wajah ragu.
Hen yang mendengar penuturan dari Lasha pun tersenyum dan menjawab "Ini sudah waktunya pulang kantor sha" Jawab Hen.
Lasha yang mendengar jawaban dari Asisten hen pun melongo kan mata nya, Lasha pun langsung melihat ke jam tangan nya sambil menggigit bibir bawah nya menahan rasa malu karena memang benar sekarang sudah pukul 4 sore waktu Jakarta.
"*Ah bodoh nya aku, kenapa aku jadi menanyakan hal yang tidak berguna itu?" Keluh Lasha dalam hati.
"Kenapa jadi kaku gini sih gue. Yaampun Lasha" Lanjut nya lagi*.
"Ehhe iya benar sekarang sudah pukul 4 aku baru melihat nya"
"Tak apa sha" Ucap Hen dan diangguki oleh Lasha.
Dret.. Dret.. Dret.. Ponsel milik Lasha bergetar yang berada di genggaman tangan nya, Lasha pun melihat layar ponsel nya, tertera nama sang kaka lah yang berada di layar ponsel nya itu.
"Kaka penyelamat" Senang nya.
Lasha pun langsung mengangkat telpon dari kaka nya itu.
Via telpon
Lasha : Hallo ka.
Renaldi : Ada apa sha? Tadi kaka sedang ada meeting, maka dari itu kaka ga angkat telpon mu.
Lasha : Iya ka gapapa, maaf Lasha udah ganggu waktu kaka.
Renaldi : Gapapa, kamu kenapa memangnya de?
Lasha : Tadi mobil Lasha mogok.
Renaldi : Dimana? Kenapa ga hubungi asisten kaka saja? Sekarang kamu dimana?
Lasha : Sekarang Lasha lagi di jalan ka sama asisten Hen. Tadi ga lama mobil ku mogok ada asisten Hen lewat, terus dia telpon bengkel langganan nya. Jadi aku dianterin sama asisten Hen.
Renaldi : Yaudah kalau gitu. Boleh kaka bicara dengan Asisten Hen?
Lasha yang mendengar permintaan sang kaka pun melirik ke arah Hen. Hen yang seperti ada yang menatap nya pun ikut melihat ke arah Lasha.
Seakan mengerti arti tatapan dari Hen, Lasha pun langsung membuka suara nya "Ka renal ingin berbicara dengan mu" Ucapnya dan diangguki oleh Hen.
Lasha : Boleh ka. Ini Asisten hen.
Renaldi : Ya.
Lasha pun menberikan ponsel nya kepada asisten Hen.
Asisten hen : Iya tuan muda.
Renaldi : Terimakasih sudah menolong adikku Hen.
Asisten Hen : Iya tuan muda sama-sama, itu pun karena kebetulan saya lewat di dekat situ.
Renaldi : Apapun alasan mu aku berterima kasih.
Asisten Hen : Iya tuan muda.
Renaldi : Apakah aku boleh meminta satu permintaan Hen padamu?
Asisten Hen : Boleh tuan muda.
Renaldi : Apa kau sedang sibuk?
Asisten Hen : Tidak tuan muda. Hari ini saya free, karena tuan muda Gilang sudah mulai cuti hari ini, jadi kemungkinan besok saya akan sibuk tapi tidak untuk sekarang.
Renaldi : Baik, aku hanya minta tolong jaga adikku ya Hen. Tolong antarkan Lasha ke rumah, jika Lasha sudah selesai dengan tugas nya. Karena saya tidak percaya kepada beberapa teman nya, karena Lasha pernah di jebak oleh teman teman nya itu.
Asisten Hen yang mendengar nya pun nampak tertegun.
Asisten Hen : Baik tuan muda, akan saya lakukan.
Renaldi : Terimakasih ya Hen sekali lagi saya terimakasih. Kalau begitu kau lanjutkan lah perjalanan nya akan ku tutup sambungan telpon nya.
Asisten Hen : Baik tuan muda.
Tuut.. Tuut... Tuut... Sambungan telpon pun terputus.
"Ini ponsel mu" Kata Asisten Hen kepada Lasha sambil memberikan ponsel milik Lasha.
Lasha pun mengambil nya "Apa kata kaka?"
"Aku disuruh mengantarmu pulang ketika kamu sudah selesai dengan tugas mu"
"Hah?"
"Iya"
"E.. Engga usah Hen. Biar nanti aku akan meminta antar kepada teman ku saja"
"Gapapa sha. Lagian itu suruh kaka mu aku tidak bisa menolak"
"Apa itu tidak akan mengganggu aktivitas mu?"
"Engga akan. Tenang aja" Jawab nya.
"Baiklah"
Hen pun kembali melanjutkan perjalanan nya karena memang tadi Hen sempat meminggirkan mobil nya terlebih dahulu sebelum mengangkat telpon nya.
Tak butuh waktu lama, Hen dan Lasha pun sampai di cafe dimana Lasha sudah janji bertemu dengan teman teman nya.