
Video call
Shakila : Anty.
Nadia : Hai sayang, aduh keponakan aunty
sedang apa?
Shakila : Mamam cama mommy anty
Nadia : Aduh gemasnya aunty kepada mu nak.
Sifa : Nadiaaa…. Jangan lupa ya oleh
olehnya, aduh aku pengen banget kesana.
Nadia : Siaaaaap kaka ipar, nanti aku akan
belikan nya untuk mu. Ajak ka Key kesini Sif, aku yakin kamu akan senang.
Sifa : yayaya, nanti aku akan mengajak
Keynan kesana, tunggu saja upload an foto ku ya.
Nadia : Hahaha oke.
Bunda : Nak kamu senang?
Nadia : Bundaaaa, nadia rindu bunda.
Bunda : Bunda juga rindu kamu nak. Mana
Gilang?
Nadia : Ini bun.
Gilang : Bundaa.
Bunda :Apa kabarmu nak? Bagaimana? Apa
Nadia merepotkanmu selama kalian berbulan madu?
Gilang : Tidak bun, Nadia tidak merepotkan ku
sama sekali, malah Gilang lebih senang jika Nadia merepotkan Gilang hehe.
Bunda : (Bunda tertawa) bisa saja kamu nak.
Yasudah kalian berdua hati hati ya nak, jaga kesehata selama disana”
Gilang : Iya bunda, Gilang dan Nadia akan
menjaga kesehatan disini. Bunda juga jaga kesehatan ya bun.
Bunda : Iya nak. Yasudah lanjutkan lagi
perjalanan kalian.
Gilang : Baik bun.
Tuut… tuuut.. Panggilan pun di putus oleh bunda.
“Ini sayang” Kata Gilang sambil memberikan ponsel nya kepada Nadia.
“Iya mas” Jawabnya sambil mengambil ponselnya dan menyimpannya kembali ke dalam tas nya itu.
“Yaudah ayo kita jalan lagi, Hen sudah menyewa mobil untuk kita menuju menara Eiffel”
“Benarkah?”
“Iya sayang”
“Asik!!!”
Gilang pun tersenyum melihat tingkah lucu istrinya, Nadia akan menjadi seperti anak kecil jika memang dirinya sedang senang seperti saat ini. Tapi Gilang tidak mempermasalahkan itu, menurut Gilang itu adalah hal yang wajar dan hal yang sangat di banggakan dan ditunggu oleh Gilang, karena melihat Nadia yang seperti itu membuat Nadia semakin menjadi gemas.
***
“Ayo tutup mata dulu”
“Apakah harus mas?” Tanya Nadia dan Gilang pun menganggukkan kepala nya.
“Baiklah” Jawab Nadia. Gilang pun menutup mata sang istri dengan lembut.
“Pegang tangan ku” Kata Gilang sambil memegang tangan sang istri nya.
“Iya sayang” Gilang pun menuntun sang istri untuk berjalan bersama dengannya.
Tak
Tak
Tak
“Aku bakal buka penutup mata nya ya tapi kalau aku udah selesai hitung sampai 3, kamu paham kan maksud ku?” Bisik Gilang di telinga sang istri. Nadia pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
1
2
3
“Happy birthday my wife” Ucap Gilang yang sudah berlutut di hadapan sang istri sambil memegang sebuah bucket bunga mawar putih.
Nadia yang melihatnya pun terkejut dan menutup mulutnya yang menganga karena terkejutannya itu.
“Sa…. Sayang” ucap nya terbata sambil mendekat ke arah sang suami.
Gilang pun langsung mendekap sang istrinya “Selamat ulang tahun sayangku, istriku, permaisuri ku, ratu ku. Doa terbaik sudah ku sampaikan dalam doa, untuk sekarang aku hanya ingin kamu selalu berada di sampingku sampai kapan pun. Ku hadiahkan pemandangan menara Eiffel di hapadan mu saat ini, yang sudah kamu tunggu-tunggu”
“Hiks… Hiks… Hiks… Terimakasih mas terimakasih, aku sayang kamu mas”
“Aku juga sayang kamu… muach… muach… muach…” Jawab nya sambil mencium pipi dan kening sang istri.
“Aku punya satu hadiah lagi buat kamu” Kata gilang lagi.
“Apa itu mas?” Tanya nya sambil melepaskan dekapan sang suami dan mengusap air mata nya.
“Mana tangan kamu?”
“Buat apa mas?”
“Mana dulu aja tangan kamu sayang”
“Ini mas” Jawab nya sambil menyodorkan tangan nya.
Gilang pun merogoh kantung celana nya, dan mengambil sebuah gelang berlian berinisial G dan N. Gilang pun
langsung memakaikan nya ke pergelangan tangan sang istri.
“Mas, ini bagus banget”
“Iya ini aku udah pesan dari jauh-jauh hari buat kamu”
“Makasih ya mas”
“Iya sayang”
Cup… lagi-lagi kecupan manis mendarat di kening Nadia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hay hay hay ini aku kasih 1 episode buat kalian, selagi aku ada waktu luang... terimakasih untuk kalian yang selalu menunggu notif dari Nadia dan Gilang... jangan lupa like dan komen ya, kalau kalian berminat jangan lupa follow ig aku juga ya @nd.taryy thankyou saaaaayaaangnya aku.