Nadia's Love Story

Nadia's Love Story
Isi Hati dari Keynan



"Kaka sudah lebih baik de" Jawab ka Key.


"Kamu tadi pulang naik taksi?" Tanya nya lagi.


"Emmmm....."


"Ko emmmm sih? Kamu diantar?"


"Heem" Jawab nya sambil menganggukan kepala nya.


"Sama siapa hem?"


"Apakah itu seorang pria?" Tanya nya lagi, karena tak ada jawaban dari Nadia.


"Iya ka. Tapi pria itu sangat menyebalkan. Pertama, dia itu udah nyipratin air ke celana aku, ke dua dia itu temen bos nya aku, dan ke tiga ia selalu saja berbicara padahal pembicaraan itu sangat lah membosankan ka" Kesal Nadia.


Hey hey hey adik kaka yang cantik ini kenapa jadi kaya gini. Awas nanti bisa-bisa kamu naksir loh sama dia" Goda sang kaka.


"Hais kaka ini kenapa ngomong kaya gitu? Aku hanya butuh kaka dan ayah saja dalam hidup ku, aku ga mau ada orang lain lagi"


"De ga boleh ngomong kaya gitu. Kita ga ada yang tau kapan kaka dan ayah udah ga da di dunia ini. Contoh nya aja kaya  sekarang kalau kaka sakit kamu ga ada yang jemput"


"Kaaaakaaaa kenapa malah ngomong kaya gitu? Apa kaka udah ga sayang lagi sama Nadia?" Tanya


Nadia kepada sang kaka dengan matanya yang udah berkaca-kaca.


"Saaaayaaaang, sini mendekat ke kaka" Kata ka Key sambil mencoba untuk duduk dan memeluk dan mengusap ngusap rambut Nadia "Dengar kan kaka ya de. Bukan maksud kaka untuk membuat mu sedih, kaka sangat lah sayang sama kamu. Kaka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kamu dari siapapun, kaka rela menukarkan nyawa kaka hanya untuk kamu. Tapi kamu harus ingat kaka dan kamu sudah sama-sama dewasa sayang. Kita akan mempunyai kehidupan masing-masing, yang memiliki keluarga sendiri. Kaka ga akan selalu ada untuk kamu sayang, kaka pria kaka akan menjadi kepala rumah tangga nanti nya yang akan menjaga anak dan istri nya, kaka takut kaka ga punya waktu untuk kamu de. Kamu harus memikirkan hal itu ya sayang. Kaka menghargai prinsip kamu, kaka juga sangat senang dengan prinsip kamu, tapi untuk sekarang kamu harus merubah prinsip kamu itu ya sayang. Kamu harus menikah agar kaka dan ayah tidak begitu merasa takut untuk menjaga mu. Apa perlu kaka dan ayah yang mencarikan calon untuk mu sayang? Hem?" Lanjut ka key panjang lebar.


"Kakaaak aku sayang kakak hiks.... Hiks.... Hiks..." Ucapku sambil terisak "Baik aku akan berusaha untuk menikah, tapi aku ingin menikah seperti kaka dan ayah yang bisa menjaga ku, menyayangi ku dan mampu membuat ku nyaman. Tapi aku tidak mau di jodoh kan. Aku ingin menikah dengan pria pilihan ku sendiri ka" Lanjut ku.


"Baiklah kaka mengerti dan menerima keputusan mu sayang. Yaudah kamu tidur ya udah malam kamu besok harus kuliah dan bekerja lagi di cafe" Kata ka Key.


"Aku ingin tidur dengan kaka saja" Ucapku manja.


"Ko gitu sih? Kan kamu udah besar sayang" Tanya ka Key.


"Aaaah kakaaaak aku hanya ingin bersama kaka saja" Rengek Nadia.


"Baiklah tapi kamu harus mandi dulu. Kamu sangat bau sayang hihi" Ledek ka key sambil terkikik.


"Ish kaaaakaaa" Kata ku manja sambil mengerucut kan bibir nya.


"Yaudah kamu mandi dulu. Kaka tunggu disini" Kata ka Key.


Nadia pun berlari ke kamar nya dan langsung bergegas untuk mandi. Setengah jam bergelut di kamar mandi ia pun langsung pergi ke kamar sang kaka kembali karna memang ia ingin tidur di samping kaka nya.


"Kaka" Panggil ku.


"Sini duduk disamping kaka" Sambil menepuk nepuk kasur yang kosong.


"Kak aku ingin tidur di tangan kaka"


"Yaudah, kamu tidur ya de"


"Iya ka"


Key pun memeluk dan mengusap ngusap kepala Nadia, agar Nadia bisa tidur dengan cepat. Karena memang Nadia sangat lah dekat dengan kaka laki-laki nya itu, dari kecil Nadia kurang kasih sayang dari ayah nya karena memang pekerjaan ayah nya yang sangat sibuk.


Setelah di rasa Nadia sudah terlelap, key pun beranjak dari tempat tidur nya dan menelpon seseorang yang tak lain adalah tangan kanan nya atau asisten nya yang bisa diandalkan.


Via telpon


Keynan : Hallo asisten Hen.


Asisten Hen : Iya bos.


Keynan : Kamu cari tahu siapa yang mengantarkan adik ku sampai rumah, dan dalam maksud apa dia mengantarkan adik ku ke rumah. Aku tunggu laporan mu besok pagi.


Asisten hen : Baik bos.


Keynan pun mematikan sambungan telpon nya. Ia kembali lagi ke kasur nya dimana disitu sudah ada Nadia yang sudah terlelap dengan wajah tenang nya.


"Kaka akan menjaga mu sampai kapan pun itu sayang, tenang lah kakak tidak akan menikah dulu sebelum kamu menemukan pria yang benar-benar tulus mencintai dan menyayangi mu" Gumam key dalam hati sambil menatap ke arah wajah Nadia.


"Tidur yang nyenyak ya disini. Kaka sayang kamu de" Gumam keynan lagi dalam hati sambil mencium kening sang adik.


Dari dulu Keynan selalu mengutamakan adik nya, iya selalu memprioritaskan adik nya itu. Bagi nya hanya bunda dan adik nya saja lah yang harus benar-benar Keynan jaga dan lindungi. Keynan sampai saat ini pun enggan untuk mencari wanita lain untuk mengisi kekosongan hati nya. Bukan tanpa alasan Keynan seperti itu karna memang alasan pertama adalah karna sang bunda dan adik nya dan alasan kedua nya adalah Keynan yang masih menunggu wanita di masa kecil nya yang selalu mengganggu nya sama seperti Nadia. Key melabuhkan hati nya hanya untuk gadis polos, putih, rambut panjang lurus dan cantik. Key pikir itu hanya cinta monyet karena memang ia masih kecil, tapi sampai sekarang key masih terpaut dengan wanita itu yang sekarang entah dimana ia tinggal. Karna dulu ia mengikuti kedua orang tua nya untuk pindah ke negara Jerman untuk melanjutkan bisnis nya, sampai sekarang ia belum lagi menemukan wanita itu. Ia hanya bisa menatap gelang pemberian dari gadis kecil nya itu sebagai hadiah perpisahan. Dan key memberikan sebuah kalung dengan liontin huruf K sebagai hadiah perpisahan nya itu.


"Sifa, kamu dimana sekarang? Apakah kamu semakin cantik? Semakin manja dan cerewet seperti adikku ini?" Tanya key dalam hati sambil tersenyum.


"Apakah kamu masih inget sama aku sif?" Tanya Keynan lagi dalam hati.


"Aku akan tetap menunggu mu sif, sampai aku mendapat kan kabar bahwa kau sudah milik orang lain baru aku akan berhenti menunggu mu" Lanjut keynan.


Keynan pun menutup mata nya karna memang ia sudah sangat mengantuk. Dan tidur sambil memeluk Nadia.