MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Menyiapkan yang terbaik



Reyhan mendapat laporan dari pak Bisma tentang Merisha hari ini. Dimana dia bolos kuliah hanya untuk bertanya tentang kehamilan.


Mendengar laporan panjang lebar dari pak Bisma, Reyhan juga mengerti kondisi Merisha sekarang. Dengan tubuh sekecil dia harus siap menopang beban lagi di tubuh nya.


Reyhan bertekad kalau dia akan menyiapkan yang terbaik agar fase kehamilan sampai melahirkan Merisha berjalan dengan lancar dan tentu nya kondisi ibu dan anak harus sehat semua nya.


Dan dia akan melakukan semua yang dibutuhkan Merisha.


Di kantor nya saat ini Reyhan sedang mengadakan rapat direksi. Tidak peduli apakah ini rapat ini penting atau tidak Reyhan mengumumkan kalau dia akan libur selama beberapa minggu.


"saya ingin kalian menyiapkan segala sesuatu untuk perusahaan ini dengan baik dan perbaikilah kesalahan yang telah disebutkan tadi. Dan untuk beberapa minggu ke depan saya akan berlibur bersama istri saya, jadi jika kalian ingin bertanya sesuatu katakan saja pada Abi". ucap Reyhan dengan penuh kharisma dingin nya sebagai Ceo.


"rapat nya saya bubarkan". Reyhan pun berlalu pergi keluar disusul dengan Abi.


"tuan Reyhan romantis sekali ya, aku juga ingin berlibur bersama istriku". ucap salah satu pejabat yang masih berada di ruang rapat.


"memangnya anda punya istri". ruang rapat tersebut langsung penuh tawa karena ejekan salah satu peserta rapat itu.


Sementara.


"wuaahh akhir nya selesai". Merisha berdiri dan menyeka keringat nya dengan punggung tangan.


Kegiatan menanam bunga nya baru selesai. Puas nya dia melihat bunga-bunga mini yang ia tanam dengan baik berkat panduan dari ibu pasti nya.


"akhirnya selesai. haha memang kegiatan ini memakan waktu ya".


Merisha ikut tertawa mendengar ucapan ibu. Ya memang benar dia kelelahan karena harus berjongkok selama beberapa jam sesekali dia berdiri merenggangkan tubuh nya, tapi ini seru sekali pikir Merisha.


Dan tanpa dia ketahui kedua orang yang masih tertawa padahal sudah kelelahan itu, Reyhan melihat mereka dengan senyum bahagia.


Ingin dia menghampiri, tapi kali ini Reyhan harus mengalah pad ibu nya. Bagaimana pun ibu nya tidak pernah lama bermain dengan Merisha karena Reyhan selalu datang dan mengambil Merisha yang hanya untuk nya.


Lama Reyhan menatap dua wanita itu dan akhirnya dia berlalu pergi menuju kamar nya.


"ibu apa ini sudah semua". tanya Merisha sambil meminum segelas jus jeruk.


"yaa sudah. ayo pergi mandi bersihkan tubuh mu yang kotor ini".


"ya. dahh bu". Merisha berlalu pergi meninggalkan ibu nya yang masih menatap kepergian nya.


"dia sebenarnya anak yang cukup ceria, tapi sayang nya sikap pendiam nya itu menutupi segala nya". ucap ibu lalu meminum juga jus jeruk yang sama seperti Merisha.


akhh tubuh ku sudah bau keringat dan tanah bercampur aduk.


Tapi aku tidak pernah mengerjakan hal ini di rumah, karena ayah melarang nya.


Merisa sampai di depan kamar dan di bukakan nya pintu itu.


Tanpa dia duga, Merisha melihat Reyhan masih di balut dengan kemeja putih nya sudah tertidur pulas di atas kasur.


eehh kenapa dia sudah pulang.


Padahal masih lama.


Merisha memperhatikan jam dinding di kamar itu. Masih terlalu awal pulang jika memang mereka ada acara atau apa.


Merisha berjalan perlahan melewati kasur dan menuju ruang ganti kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tanah yang menempel dikulit nya.


"apa dia masih berencana untuk mengajak bulan madu ya". gumam Merisha sambil merendamkan tubuh nya di bath up yang penuh busa dan aroma mawar yang semerbak melimpah di kamar mandi itu.


Bersambung!!?