
Merisha merubah posisi tidurnya menghadap langsung Reyhan.
Dia melihat wajah Reyhan secara menyeluruh.
"kau itu menyebalkan Reyhan, jika saja kau tidak terlalu pemaksa mungkin aku akan mentolerir sikap mu selama ini. Dan kau beruntung bisa menikahiku, aku tipe orang yang setia. dan aku juga sudah mulai terbiasa dengan sentuhanmu".
Merisha tidak sadar kalau Reyhan sedang pura-pura tidur, Reyhan mencoba untuk tidur tapi dia tidak bisa kalau belum melakukn ritual nya sebelum tidur yaitu mengganggu Merisha.
Tapi karena hal ini Reyhan tau kalau dia sudah mulai nyaman dengan dirinya, tapi dia sedikit kesal dengan komplen Merisha tentang sikapnya.
memangnya kenapa sikap ku, apa aku begitu menyebalkan. cih kalau aku tidak peduli dengan perasaan mu ini kau sudah ku habisi dari tadi Merisha.
Merisha curiga melihat muka Reyhan yang senyum-senyum sendiri, dia mulai menyesali perkataan nya.
Karena kesal, Merisha menampar bahu Reyhan yang kekar.
plaak!!
"akhh tangan ku". tangan Reyhan kena tampar, tapi tangan yang menampar yang sakit.
Reyhan membuka matanya sambil tergelak melihat Merisha yang meniup tangannya karena kesakitan.
Reyhan langsung menarik Merisha ke pelukannya, dan Merisha sempat kaget dan mendongakan kepala melihat Reyhan.
Reyhan mengecup bibir Merisha dan kembali memeluk Merisha dengan erat.
"apa kau sudah memaafkan ku". tanya Reyhan sambil mengelus rambut Merisha.
Merisha yang berada di pelukan Reyhan mendapat suasana berbeda.
Karena Reyhan hanya menggunakan jubah mandi jadi wangi tubuhnya tercium oleh Merisha.
deg deg!
aaa jantung ku kenapa, apa aku punya penyakit jantung. tidak tidak boleh aku masih muda dan juga kesehatan ku terjaga.
tapi kenapa jantung ku kerasa mau meledak ya. ini orang juga kenapa meluk seerat ini.
"bisa kau lepaskan aku dulu, aku tidak bisa berbicara jika kau memeluk ku seerat ini".
Reyhan tidak melepaskan pelukannya, tapi dia hanya melonggarkan pelukannya.
"mmm aku bisa janjikan tubuh ku ini hanya untuk mu". ucap Reyhan sambil memegang tangan Merisha untuk menyentuh dada berotot nya.
Merisha kesal dengan ke narsisan Reyhan, sehingga dia mengambil kesempatan untuk mencubit Reyhan sekeras mungkin.
"akkhhh". teriakan Reyhan mungkin terdengar keluar sementara Merisha tertawa dengan lepasnya.
Sakit sada Reyhan seketika hilang karena dia baru pertama kali melihat Merisha tertawa secara langsung di depan nya.
akhirnya.
Karena Merisha sudah tau bahwa hari ini mereka akan pindah ke rumah Reyhan maka tidak perlu waktu panjang lebar untuk mengingatkannya.
Merisha yang hendak membawa tas yang berisi pakaian nya dan Reyhan di hentikan oleh Reyhan.
"apa yang kau bawa itu pakaian. tidak usah aku sudah menyiapkan semua nya di rumah". ucap Reyhan yang kini sedang duduk si atas kasur memperhatikan Merisha yang ingin membawa sebuah tas.
"iya. kau tidak menyiapkan yang aneh-aneh kan". tanya Merisha curiga karena pola pikir suami nya yang mesum.
"kau pikir aku menyiapkan apa". Reyhan tertawa kecil mendengar pertanyaan Merisha.
kau sungguh tau diriku ya Merisha, nanti juga kau lihat sendiri.
"hmm ya sudah kalau tidak apa-apa. ayo keluar". Merisha meletakkan tas nya kembali ke dalam lemari.
"tunggu". Merisha yang hendak keluar menjadi tertahan dan dia masuk kembali.
"apa lagi".
"apa kau sudah memaafkan ku, apa kau benar benar benar memaafkanku".
aku sudah memaafkan mu mesum, memangnya sampai kapan aku bisa marah terus dengan mu.
setiap hari bertemu, di kamar juga bertemu.
"ya. memangnya mau sampai kapan aku terus bermusuhan dengan mu". Reyhan langsung turun dari kasur dan memeluk Merisha.
"terima kasih". Reyhan tertawa bahagia dan tanpa sadar membuat Merisha tersenyum.
Bersambung!!