MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Pesta sahabat 1



Setelah memilih beberapa gaun yang menurut nya cocok untuk nya dia pun pergi ke ruang ganti.


"jika ada yang dibutuhkan silakan panggil saya di luar sini, nona". tawar pegawai di tempat itu ramah.


Dibalas nya tawaran pegawai itu dengan senyuman dan dia pun berlalu ke dalam.


Setelah mencoba beberapa gaun, Merisha mendapat masalah dengan gaun terakhir yaitu gaun yang terdapat ristleting di belakang tubuh.


"aa kenapa aku memilih gaun seperti ini tadi. tangan ku tidak sampai".


"mbak, mbak".


Beberapa kali Merisha panggil tidak ada yang datang.


Karena kesal tidak ada pegawai wanita yang masuk, Merisha pun melepaskan pakaian itu dan mencari baju biasa nya.


"dimana baju ku. ini dia".


Merasa seperti ada yang masuk ke ruang ganti nya, Merisha kira itu pegawai yang dia panggil.


Dan dia saat ini hanya memakai bikini, tanpa pertahanan dia pun menoleh ke belakang.


"kenapa tidak datang saat ku panggil ta.. di". yang masuk ternyata adalah Reyhan.


Begitu terkejut nya Merisha melihat Reyhan disana dan lihat tatapan nya itu dia menatap dari bawah sampai atas.


Dengan wajah yang merah padam karena malu, Merisha langsung menutupi tubuh nya dengan hoodie yang sudah ingin dia pakai tadi.


"kau apa yang kau lakukan disini". teriak Merisha sambil terus mundur menjauh dari Reyhan.


"bukannya kau memanggil ku tadi". ucap Reyhan dengan senyum licik dan terus melangkah maju mendekati Merisha.


"aku aku memanggil pegawai disini, memangnya kau pegawai. bukan kan. cepat keluar dari sini".


"aku juga pegawai. Pegawai khusus hanya untuk melayani mu". Reyhan terus menggoda Merisha sampai akhirnya Merisha terpojok ke dinding.


Merasa jarak nya dengan Reyhan sedikit aman, secepat kilat Merisha memakai hoodie nya, tapi ada yang kurang, yaitu rok nya. .


aakkkh di mana rok itu.


Dia mencari sekeliling dengan mata nya dan mendapati rok nya berada di belakang Reyhan.


aa memang hari hari selalu hari Reyhan.


kapan ada hari ku.


Merisha sudah pasrah dan juga saat ini Reyhan sudah tepat di depannya.


Bahkan tangan Reyhan sudah masuk ke hoodie nya dan meraba punggung merisha.


Setelah mengumpulkan gairah besar nya Reyhan pun mulai mencumbu Merisha lagi.


Dia hanya mencium Merisha saja karena dia juga masih ingat tempat.


 


Setelah di rasa sempurna, Merisha menambahkan beberapa jepitan di kepala nya.


Dia berputa-putar di depan cermin tidak menyadari jika Reyhan melihat tingkah nya itu.


"ha, sempurna, betul. kau adalah aku dan aku adalah kau. hahaha". gumam Merisha menunjuk-nunjuk cermin yang memantulkan diri nya dengan penuh.


Sementara Reyhan langsung tergelak mendengar gumaman merihsa dan dia menarik tangan Merisha sampai duduki di pangkuannya.


Reyhan menyodorkan sebuah dasi pada nya dan Merisha pun mengikatkan dasi itu di leher Reyhan.


Reyhan hanya memperhatikan Merisha yang saat ini sedang dia peluk dan sedang mengikat dasi nya.


Ada raut kebahagiaan yang di tunjukan Reyhan karena Merisha telah menemani nya selama ini walaupun sikap nya yang menyebalkan tetap saja Merisha dapat menahannya.


Reyhan menoel paha Merisha dan Merisha pun langsung melihat ke arah nya.


Reyhan memberi kode pada Merisha kalau dia ingin dipeluk.


Dan karena ikatan dasi nya sudah selesai, Merisha pun menuruti Reyhan.


Dia memeluk Reyhan walaupun hanya kepala nya saja yang dapat Merisha pegang karena dia duduk di pangkuan Reyhan.


kenapa lagi dia.


Walaupun begitu, Merisha mencoba menenangkan Reyhan dia menepuk-nepuk kepala Reyhan perlahan agar tidak merusak tatanan rambut Reyhan yang sudah rapi.


Mereka berdua terdiam cukup lama sampai akhirnya Reyhan bersuara.


"terima kasih, terima kasih atas perlakuan mu selama ini pada ku. kau betah menemani ku walaupun sikap ku kadang menyebalkan, suka memaksa, kau bahkan membantu ku menjauh dari orang-orang gila yang ingin mendekati ku. terima kasih". dengan suara lirih dan dekapan nya yang semakin erat.


Mendengar pernyataan yang dibuat Reyhan entah kenapa membuat hati Merisha luluh apalagi suara lirih Reyhan membuat Merisha kasihan dengan kehidupan yang selama ini Reyhan jalani.


Merisha melepaskan pelukan nya dan menangkup kedua pipi Reyhan agar melihat ke arah nya.


Tanpa di perintah Reyhan, Merisha mengecup seluruh wajah Reyhan.


Tentu Reyhan kaget karena Merisha tidak pernah melakukan hal seperti ini tanpa perintah langsung dari nya, dan untuk kali ini Merisha bergerak tanpa perintah siapapun.


"ya ya kau memang menyebalkan, pemaksa dan terlebih lagi benar-benar seorang mesum untung kau menyadari, tapi bagaimanapun dirimu tetaplah jadi dirimu.


Dan jika ada yang membicarakan hal tidak baik tentang mu anggap saja mereka tikus lewat yang terjebak di sarang ular. aku tidak mengerti apa yang aku katakan di bagian ini". Merisha mengangkat bahu nya, benar-benar tidak tau apa arti dari kalimat yang ia sebutkan di akhir.


Tapi itu sukses membuat Reyhan tertawa bahkan Merisha ikut menertawai diri nya sendiri.


kenapa aku bodoh sekali dalam merangkai kata-kata ya.


Bersambung!!!