
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya keluarga kecil Reyhan sampai di tempat tujuan.
Ya walaupun hanya ada Reyhan dan Merisha mereka tetap lah keluarga.
Abi? Abi tidak masuk karena Reyhan akan mengakui Abi adalah anggota keluarganya jika Abi bisa membuat keluarga sendiri.
Becanda!!
Abi telah memesan kan hotel untuk nya dan juga untuk Reyhan.
Sekarang mereka sedang dalam perjalanan untuk ke hotel.
Hari ini jadwal harian Reyhan kosong sehingga dia akan menghabiskan waktu seharian bersama Merisha.
Sedangkan orang yang ingin di ajak menghabiskan waktu malah terlihat malas.
Berapa kali sudah dia menguap karena saat Reyhan membangunkannya di pesawat tadi, dia benar-benar sedang menikmati mimpi nya.
Dia bahkan beberapa kali terpejam, tapi guncangan dari jalanan mobil membuat nya terjaga.
Dan Reyhan melihat Merisha yang seperti itu, dia baru tau bahwa Merisha mempunya sisi yang menggemaskan seperti ini.
Karena kasihan melihat Merisha yang tidak bisa tidur dengan tenang, akhirnya saat melihat Merisha yang kembali terpejam dia pun menahan bahu Merisha agar tetap terus ke bawah sampai menyentuh kedua pahanya.
Dan Merisha kembali terlelap dan kembali ke mimpi nya.
{ sesampai nya di hotel }
Abi membukakan pintu untuk Reyhan sementara Merisha berada di gendongannya.
Kedatangan Reyhan disambut oleh pegawai nya dan betapa terkejut nya mereka saat melihat Reyhan sedang menggendong seorang gadis.
Reyhan berlalu pergi dan menuju lift khusus untuk ke kamar nya tanpa melihat orang-orang yang menyambut nya.
Reyhan langsung masuk ke dalam kamar karena Abi telah membukakan pintu untuk nya.
Abi tunduk pada Reyhan tanda hormat dan berlalu pergi meninggalkan kamar itu.
{ setelah beberapa saat }
Merisha membuka mata nya perlahan, melihat sekeliling nya terasa asing.
dimana ini.
Karena dia belum sepenuh nya sadar jadi tidak melihat jika didepannya terdapat seseorang.
Merisha mengerjapkan mata nya berulang kali dan terlihatlah Reyhan yang ikut berbaring di samping nya.
Reyhan ikut tertidur mungkin juga karena lelah.
Karena sekarang sudah malam Merisha langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
setelah selesai dengan segala sesuatu nya, Merisha menghampiri Reyhan yang masih pulas.
"Reyhan".
"Reyhan". Merisha berulang kali menepuk bahu Reyhan, tapi dia juga tetap belum bangun.
Karena dia merasa perut nya kelaparan, Merisha pun mengambil ponsel nya dan menghubungi Abi agar membawa makanan ke kamar nya.
"susah sekali membangunkan nya".
apa aku gunakan cara lamaku.
Merisha naik ke kasur dengan perlahan dan mendekatkan bibir nya ke telinga Reyhan.
"rey.. ".
Merisha langsung terjerembab ke kasur karena Reyhan menarik tangannya.
"kau pura-pura tidur".
"tidak, aku baru saja bangun saat kau mencoba membangunkan ku". ucap Reyhan sambil memeluk Merisha.
"mandi sana sesudah itu makan, aku sudah meminta Abi membawakan makan malam kesini".
"cih, perusak suasana". walaupun enggan Reyhan tetap menurut karena bagaimana pun juga dia merasa tidak nyaman telah memakai pakaian yang sama seharian.
"cium dulu". pinta Reyhan dengan suara manja yang dibuat-buat.
Ingin sekali Merisha memukul bibir Reyhan saat ini, tapi itu hanya keinginan belaka nya karena tetap dia akan menuruti kemauan Reyhan.
Merisha memberikan kecupan singkat dan langsung bangkit berdiri menghampiri meja yang sudah tersedia dengan makanan.
Sementara Reyhan dengan gembira memasuki kamar mandi.
Dan selang beberapa menit, Reyhan pun keluar dan menghampiri Merisha yang sedang fokus dengan ponsel nya.
"hei".
Reyhan mengecup pipi Merisha tiba-tiba bahkan langkah nya saat mendekat ke arah Merisha saja tidak terdengar.
Hampir saja Merisha memukul Reyhan karena terkejut.
ohh astaga jantung ku.
Reyhan langsung menuju kursi nya dan mendekatkan nya ke kursi Merisha.
Merisha yang melihat nya hanya terdiam, sudah biasa pikir nya.
Reyhan hanya menatap Merisha tanpa menyentuh makanan nya.
"apa". tanya Merisha karena Reyhan terus memandangnya.
Karena Merisha gugup dilihat sepertu itu oleh Reyhan, dia langsung meminum air dan tiba-tiba.
"kau cantik".
pufft...
Merisha langsung tersedak dan Reyhan ikut terkejut di buat nya.
"hati-hati kalau minum". ucap Reyhan dengan nada khawatir sambil mengosok-gosok punggung Merisha.
hati-hati katamu, kau itu yang membuat ku tersedak.
Bersambung!!