MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Taman Bermain 2



Merisha dan Reyhan menuju rumah kecil yang menyajikan permainan panahan kecil yang jika tepat sasaran mendapat hadiah boneka beruang berukuran jumbo.


Sebenarnya tadi Merisha mengajaj Reyhan untuk langsung ke wahana roller coster tapi Reyhan tidak mengizinkan dengan alasa. bahwa wahana itu berbahaya.


Dan saat ini mereka berada di permainan panahan.


"pak, berapa satu panah nya". tanya Merisha pada pemilik permainan, sementara Reyhan langsung menyodorkan beberapa lembar uang yang besar.


Membuat Merisha dan pemilik itu terbelalak. Merisha memegang tangan Reyhan dan menurunkan nya.


"ini terlalu banyak". bisik Merisha.


"terus". tanya Reyhan dengan wajah polos nya.


Merisha meraba-raba isian tas nya dan menemukan dompet mini.


"ini". Merisha menyodorkan beberapa lembat uang kecil pada pemilik permainan.


Pemilik itu pun menyerahkan beberapa panah pada Merisha.


Merisha mengambil panah nya dan mencoba membidik dengan telaten.


Akhh mata ku sakit karena gak ngedip.


Tembakan pertama gagal, kedua gagal dan ketiga juga gagal.


Tapi itu tidak menyurutkan semangat Merisha. Dia bukan ingin mendapatkan hadiah, tapi dia hanya ingin mengenai sasaran nya seperti pikiran nya saat ini yang telah berada entah dimana.


Merasa di abaikan sepenuhnya oleh Merisha Reyhan pun mulai mengusili Merisha.


"sayang". dengan suara yang sangat sangat sangat manja Reyhan memanggil Merisha.


Saat Merisha terlonjak kaget, dia kelepasan panah nya dan.


"nona, anda menang". Merisha langsung melihat ke arah mana panah nya mendarat.


Dan ternyata tepat di tengah-tengah.


Merisha langsung menoleh pada Reyhan yang cemberut gara-gara di abaikan oleh nya.


apa ini tanda ya. aku sedang memikirkan bagaimana perasaan ku pada nya. aku juga bertaruh pada diriku jika aku tepat sasaran maka alu akan coba untuk membuka hati ku pada nya.


jadi tepat sasaran.


Pemilik permainan menyerahkan sebuah boneka beruang berukuran jumbo, tapi karena Merisha masih tidak merespon.


Dia pun mencoba memanggil Merisha beberapa kali.


Reyhan juga ikut memanggil-manggil Merisha sehingga Merisha tersadar dari lamunan nya.


"oh. terima kasih pak". Merisha mengambil boneka tersebut dan memeluk nya dengan erat.


Merisha dan Reyhan menjauh dari permainan itu.


"aahh nyaman nya". wajah Merisha yang menyentuh bulu-bulu boneka nya merasa nyaman, dan di pelukan nya terasa lembut.


kenapa dia nyaman dengan boneka itu daripada aku.


Dengan wajah cemburu, Reyhan merampas boneka jumbo itu dari pelukan Merisha dan mengganti nya dengan tubuh nya.


"peluk aku saja". tawar Reyhan saat dia sudah menarik tangan Merisha agar datang ke pelukannya.


"kalau begitu seperti ini saja". Reyhan membenamkan wajah Merisha di dada nya. Sekarang sedikit pun wajah Merisha tidak terlihat oleh orang lain.


hangat.


Merisha menusuk-nusuk dada Reyhan dan membuat Reyhan langsung menoleh pada nya.


"Reyhan, apa kau mau aku beritahu sesuatu yang mungkin menurut mu itu penting". tanya Merisha yang masih berada di pelukan Reyhan.


"apa".


Merisha seperti mendapatkan jackpot Karen Reyhan seperti nya memang benar-benar ingin mengetahui nya.


akan ku jadikan ini sebagai jaminan agar kau mau menuruti permintaan ku hari ini.


"tapi sebelum itu kau harus menuruti permintaan ku dulu". Merisha mendongak dan menatap Reyhan dengan ceria.


"apa permintaan mu". Reyhan menunduk sedikit da mengecup bibir Merisha.


"hei ini tempat umum". Merisha langsung menutup mulut nya.


"apa salah nya. ya sudah cepat apa permintaan mu".


"kau harus menuruti permintaan ku ini dulu, apapun permintaan ku kau harus kabulkan hanya untuk hari ini. mau ya". pinta Merisha dengan wajah super memelas membuat wajah Reyhan memerah.


kenapa dia memasang wajah seperti itu. apa dia mau aku menerkam nya disini.


"ekheem.. Memangnya apa balasan ku untuk permintaan mu ini".


tidak pernah sesuatu nya jika berurusan dengan dia tanpa balasan.


"baiklah kau bebas melakukan apa pun".


"hmmm". Reyhan masih ingin mendengar kelanjutan dari balasa Merisha.


"nanti malam. kau bebas melakukan apa pun nanti malam".


"baik, deal". Reyhan menjawab dengan cepat dan itu membuat Merisha berdecak kesal.


"apa permintaan mu".


"ijinkan aku untuk menaiki semua permainan disini".


"tapi... ".


"hieesst jangan membantah, kau sudah bersedia juga dengan balasan ku. jadi kita impas".


Reyhan mendengus napas panjang.


"baiklah, ratuku".


Reyhan melepaskan pelukannya dan meraih punggung tangan Merisha dan mencium nya.


Sehingga membuat Merisha salah tingkah.


aku maluuu.


Bersambung!!!