MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Teman baru



Kelas sudah selesai, Merisha dan Fahra berlalu ke luar kampus untuk segera pulang.


Fahra melambaikan tangan pada Merisha karena dia di jemput supirnya, sementara Merisha yang hendak masuk mobil nya tiba-tiba terhenti.


"tunggu Merisha". seorang dosen memanggil nya dari dalam.


Merisha langsung menutup kembali pintu mobil dan berjalan menghampiri dosen itu.


"ada apa, pak". tanya Merisha sambil memperhatikan di sebelah dosen itu terdapat Daniel.


"Merisha tolong kamu bantu Daniel melihat-lihat kampus kita, ajak dia keliling ya".


Merisha tampak berpikir dulu sebelum mengiyakan permintaan dosennya. Dia melihat jam tangannya, sekarang pukul dua siang.


dia masih belum pulang kalau jam segini. lebih baik aku menjaga jarak dari dia dulu.


"baik pak".


"terima kasih Merisha".


Dosen itu langsung masuk ke dalam meninggalkan Merisha dan Daniel sendiri.


"baiklah, kau ikut aku". ucap Merisha datar yang kini sudah beberapa langkah di depan Daniel.


Selama tur, Daniel hanya diam memperhatikan Merisha yang sedang menjelaskan ruang per ruang.


"Merisha". panggil Daniel yang kini sudah mensejajarkan langkah nya dengan Merisha.


"ya".


"apa boleh aku bertanya".


"silakan".


"aku dengar kau anak yang sangat di banggakan di kampus ini".


Mereka berdua sudah menyelesaikan tur dan sekarang Merisha dan Daniel turun ke lantai satu.


"tentu saja". dengan bangga nya Merisha seperti mengatakan dia benar-benar luar biasa.


Daniel yang melihat reaksi Merisha berusaha menyembunyikan tawa nya.


Merisha yang menyadari kalau orang di sebelahnya itu sedang tertawa langsung berhenti dan berbalik menatap Daniel.


"kau tidak percaya padaku hah, kalau begitu tanyakan saja pada orang-orang di kampus ini". Merisha memberi pelototan kepada Daniel, yang hanya di balas tawa oleh laki-laki itu.


Daniel yang tiba-tiba mendekat ke arah Merisha membuat Merisha spontan ingin mundur yang tanpa dia sadari bahwa kaki nya salah menginjak tangga.


Daniel langsung mendekatkan tubuh Merisha dengan tubuhnya, sekarang mereka berada di satu tangga.


"kenapa rasa nya seperti deja vu ya". gumam Merisha tapi bisa terdengar oleh Daniel.


"apa yang kau bicarakan".


"tidak apa-apa, sekarang lepaskan aku".


Daniel memutar tubuh Merisha dan mengangkat nya, sekarang Merisha berada di tangga yang satu tingkat di atas Daniel.


"kau kira aku anak kecil".


"ya bagiku kau anak kecil". Daniel mengusap rambut Merisha.


"jangan sentuh aku". Merisha menyingkirkan tangan Daniel dari rambutnya.


Daniel mengangkat kedua tangannya setelah melihat raut muka Merisha yang mulai kesal.


"baiklah".


Merisha berlalu menuruni tangga di susul oleh Daniel di belakangnya.


"karena pertolongan mu tadi aku ingin berterima kasih padamu".


Daniel memikirkan ide agar dia bisa berteman dengan Merisha.


"kalau begitu apa kau mau berteman dengan ku sebagai imbalan atas pertolongan ku tadi".


Merisha melirik Daniel dan terus melangkah maju.


"apa kau menolong orang untuk mendapatkan imbalan. Memang semua laki-laki sama saja".


"tentu saja tidak, imbalan ini hanya berlaku padamu, dan kau menyebut laki-laki siapa dia". Daniel dan Merisha saat ini telah berada di luar kampus.


"bukan siapa-siapa". Merisha membuka pintu mobil dan hendak masuk, sampai Daniel menghentikan nya.


"sebelum kau pulang terimalah permintaan ku, ayolah. aku hanya ingin berteman dengan mu, aku juga perlu bantuan mu karena ketinggalan pelajaran".


Merisha tampak berpikir, tapi dia tetap menaiki mobilnya dan menutup pintu mobil.


"terserah kau saja". Merisha melajukan mobilnya di jalan yang ramai.


Sementara Daniel hanya tersenyum melihat Merisha yang cuek kepada nya.


"baguslah".