
Di tempat ini masih sore dan yang Merisha tau mereka pergi ke negara xx, selebihnya Reyhan tidak memberitahukannya.
Saat ini mereka sudah memulai kembali perjalanan menggunakan mobil menuju vila tempat mereka menginap selama di negara ini.
Karena masih dalam keadaan mood buruk, Merisha tidak merespon racauan Reyhan.
Hanya Abi yang merespon itupun tertawa karena memperhatikan tuan muda nya yang mencoba menarik perhatian Merisha.
hahha tuan kau kalah dengan nona muda.
Kesal karena di acuhkan, Reyhan memutar bahu Merisha agar melihat pada nya.
"apa". tanya Merisha datar.
"jangan acuhkan aku".
"hmm kau harus membayar perbuatan mu dulu". ucap Merisha sambil mengangkat bahu nya.
"harus ku bayar dengan apa". raut muka Reyhan penuh penekanan sehingga membuat Merisha tidak nyaman.
"hahaha tidak perlu tidak perlu". Merisha tertawa paksa dengan kedua tangan nya didepan.
"kalau begitu bayar pakai aku saja. Bagaimana".
"apa maksud mu". tanya Merisha di dengan kepala nya dimiringkan ke samping sedikit.
"aku menggunakan tubuh ku untuk membayar kesalahan ku". Reyhan sengaja menggoda Merisha apalagi dia berbisik dengan bibir nya menyentuh daun telinga Merisha.
Reyhan tergelak melihat wajah Merisha yang sudah memerah.
"apa kau mau". tanya Reyhan lagi kali ini dia merapatkan duduk nya dengan Merisha.
"tidak. tidak perlu". Merisha mencoba mundur, tapi tidak bisa karena Reyhan menahan tangan nya.
"tidak bisa ditolak karena aku yang menawarkan diri".
"tapi.. ".
"jika kau membantah ku, ku habisi kau disini".
Kenapa jadi dia yang mengancam ku. Bukannya saat ini aku sedang memarahi nya.
"baik, baik. Aku terima".
akhh sudahlah siapa yang marah pada siapa.
"bagus". Reyhan tersenyum kecil. Siasat nya terwujud.
Dalam perjalanan, Reyhan terus mengganggu Merisha. Tangan yang tidak bisa diam ditempat membuat Merisha frustasi.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, akhirnya mereka tiba di tujuan.
Mereka berhenti di sebuah villa besar dimana salah satu sisi nya terdapat pantai indah. Apalagi pantai itu menunjukan kemilauan emas nya.
Di dalam mobil, Merisha memandang dengan mata terkejut.
Beberapa kali dia melihat ke arah pantai itu dan beberapa kali ke Reyhan.
"kau".
Reyhan tersenyum dan mencium telapak tangan Merisha.
"kejutan".
Merisha tidak bisa menahan kegembiraan nya. Sebelum dia keluar, tanpa bisa dia tahan Merisha mencium kening Reyhan.
"terima kasih". Ucap Merisha dengan penuh semangat dan keluar dari mobil.
Meninggalkan Reyhan yang masih terdiam ditempat nya sambil mengusap pelan kening bekas ciuman Merisha.
"Abi". panggil Reyhan pada Abi yang juga masih di dalam mobil.
"ya tuan muda".
"kau lihat Merisha tadi".
"tentu tuan, nona Merisha terlihat bahagia sekali". Abi melihat ke arah Merisha yang sedang bermain air dan pasir di kaki nya.
Sementara Reyhan bukan melihat tapi masih mengingat kejadian tadi.
"yaa. Dia mencium ku, tapi sayang nya kenapa hanya dahi ku".
Pernyataan Reyhan membuat Abi bingung.
ehhh apa yang dibicarakan tuan muda tadi
kenapa seperti nya tidak nyambung.
Reyhan turun dari mobil tanpa menunggu Abi membukakan untuk nya.
Dia langsung menghampiri Merisha yang sedang asyik bermain pasir dengan kaki nya.
Melihat sepasang kaki lain di depan nya, Merisha pun mendongak dan melihat Reyhan di depan nya.
"ohh kau lihat.. ". Percakapan Merisha terhenti saat Reyhan mencium nya.
Reyhan memeluk nya dengan erat sehingga membuat Merisha tanpa sengaja menginjak kaki Reyhan.
Melihat Reyhan yang masih setia dengan ciuman nya membuat Merisha berpikir mungkin jika hanya hal kecil seperti ini tidak akan membuat Reyhan melepaskan nya.
untunglah. hahaha.
Bersambung!!!