
Mereka terlihat serius membandingkan kissmark siapa yang paling banyak karena hadiah untuk pemenang memang menggiurkan bagi mereka.
"haahh kena kau". dengan girang nya dia menjadi seorang pemenang.
"hei hei hei, ini sama dari mana kau lihat kalau aku kalah".
Si pemenang pun menunjukan tanda yang tersembunyi di tubuh si kalah.
luar biasa.
tentu saja aku sudah menduga nya, walaupun tidak menerima kenyataan tetap saja hati yang terhibur itu lebih baik untuk meningkatkan rasa percaya diri.
"sekarang terima kekalahan mu, sayang". Reyhan menyilangkan kedua tangan nya di dada.
Merisha mendengus kesal wajah nya yang cemberut membuat Reyhan puas telah mengerjai Merisha.
"katakan hukuman apa".
Merisha menatap Reyhan dengan tajam.
"asal yang masuk akal dan aku mampu melakukannya". lanjut Merisha.
Reyhan tersenyum bahagia, dia tidak pernah merasa seperti ini.
Kira-kira jika Merisha selalu di samping nya hal apalagi yang bisa membuat Reyhan tertawa.
"baiklah, kau tenang saja hukuman untuk si kalah tidak akan melanggar perjanjian". Kedua tangan Reyhan memegang pinggang Merisha. Dengan tatapan penuh arti Reyhan mengucapkan satu demi satu permintaannya.
"pertama, puji aku setiap aku pinta.
kedua, cium aku setiap bangun tidur, saat aku memakai dasi, dan saat kita berdua keluar dari kamar.
ketiga, datanglah selalu ke ruangan ku saat jam istirahat makan siang kantor.
keempat, jangan berteman terlalu dekat dengan pria-pria lain.
kelima atau terakhir, aku ingin kau yang mulai duluan atau kau yang memimpin gerakan malam".
mulai lagiii..
"hei apa maksud mu yang kelima itu". dengan mata yang melotot tajam dan pengucapan nya yang masih di tahan gigi giginya memperlihatkan kalau Merisha benar-benar ingin marah pada Reyhan.
"setiap malam kan selalu aku yang memulai itu duluan dan kau cuma menikmati nya".
"hei siapa yang bilang aku menikmati nya kau itu yang mendapat kenikmatan seluruh nya". Merisha memotong omongan Reyhan karena saat Reyhan bilang kalau dia itu cuma menikmati, Merisha merasa malu sekali.
"begitu ya". Reyhan seperti menimbang-nimbang pernyataan Merisha dengan jari-jari nya yang terus mengetuk di pinggang Merisha.
Geli sekali.
Merisha berapa kali menjauhkan tangan Reyhan dari pinggangnya, tapi saat itu juga jari-jari nya akan kembali.
apa sih.
"kalau begitu dengan cara apa supaya kau juga bisa lebih menikmati nya".
"sudah sudah sudah jangan bicara ini lagi, aku mau mandi". semburat wajah memerah Merisha tidak lagi bisa disembunyikan bahkan Reyhan juga bisa melihatnya.
Reyhan yang pertama melihat wajah Merisha seperti itu terkejut karena walaupun Merisha pernah malu tapi wajah nya tidak pernah semerah ini.
Reyhan tergelak dan saat Merisha ingin turun dari pangkuannya, dia menahan kaki Merisha.
Salah satu kaki Merisha yang tadi nya sudah di lantai terpaksa kembali ke atas.
"kau mau kemana".
"a aku mau mandi".
"mandi apa, ini masih siang". dengan nada suara yang membujuk seperti anak kecil Reyhan menarik kaki Merisha agar lebih merapat pada nya.
"aku ingin membersihkan tubuh ku".
"nanti saja lagipula kita tidak keluar hari ini, aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu".
"bagaimana apa".
"siapa yang akan memulai nya".
Merisha tidak menjawab pertanyaan memalukan dari Reyhan, dia masih ingin pergi dari kamar ini terutama dari Reyhan.
Merisha memundurkan duduknya sedikit demi sedikit supaya Reyhan tidak menyadari nya.
Tapi naas nya bagi Merisha, dia tidak menyadari kalau kaki Reyhan hanya setengah berada di atas kasur sementara sisa nya menginjak lantai.
"akh". Merisha memejamkan mata karena dia pikir dia akan terjatuh, tapi dia menyadari kalau tubuh nya ini belum juga menyentuh lantai akhirnya dia membuka satu mata nya dan melirik ke bawah.
eh tidak jatuh.
Merisha langsung melihat di atas nya. Mata nya terbelalak saat melihat Reyhan yang sangat sangat dekat dengan wajah nya saat ini dengan telapak tangannya yang menahan kepala Merisha agar tidak jatuh.
"kau baik-baik saja". tanya Reyhan masih dalam posisi yang sama.
"a a aku baik-baik saja, kau bangunlah". Merisha mendorong bahu Reyhan agar menjauh dari nya.
Tapi tetap saja Reyhan tidak bergerak sedikit pun.
"Reyhan bangunlah leher ku sakit dalam posisi seperti ini".
Reyhan terus menatap Merisha dan entah kenapa jika dia melihat kekesalan Merisha pada nya gairah nya langsung meningkat tajam.
"apa ini jawaban mu".
Merisha yang diberi pertanyaan seperti itu sangat kebingungan.
"jawaban apa".
"yaah aku tadi kan bertanya pada mu dengan cara apa supaya kau lebih menikmati setiap pergerakan ku saat melakukan itu, jadi ini jawaban mu". dengan pelan Reyhan mengucapkan kata-kata nya sambil merapikan rambut Merisha yang tergerai jatuh hampir menyentuh lantai.
"baiklah jika ini mau mu, sebagai ganti permintaan ku yang kelima, hal ini yang aku minta dari mu untuk kau lakukan setiap malam. kau harus duduk seperti ini dan biarkan aku melakukan ini".
Reyhan mendekatkan bibir nya ke leher Merisha dan mencium leher itu, dia turun ke dada Merisha yang polos tanpa pelindung apapun.
Merisha tidak bisa bangun karena badannya tertimpa Reyhan yang saat ini sedang menjalari tubuh Reyhan.
"eeekhhhh Reyhan bangun". desah Merisha karena dalam posisi seperti ini dia tidak bisa memegang apapun.
Tapi bukannya bangun, karena mendengar Merisha seperti itu dia langsung m****** bibir Merisha.
Ciuman yang awal nya lembut berubah menjadi ciuman panas karena Reyhan semakin menuntut agar Merisha membuka mulut nya.
Karena Reyhan yang semakin kuat menekan tengkuk nya mau tidak mau Merisha membuka mulutnya.
Ciuman Reyhan semakin menjadi saat Merisha membuka mulut nya.
Tanpa melepaskan ciumannya, Reyhan merebahkan diri di atas kasur diikuti oleh Merisha yang mau tak mau berada di atas nya saat ini.
kenapa dia selalu bisa membuat ku seperti ini. Reyhan.
Reyhaaan...
Bersambung!!!
Hai hai para readers...
Maaf ya gak up semalam🙏. Keyword nya rusak jadi gak bisa buat semalam.
Maafin author ya.. 😣🙏
Dan maaf juga malam ini hanya bisa up satu episode karena masalah keyword nya juga.
Author minta maafff banget dengan kalian, author udah bikin kalian kecewa.
Maaf sekali lagi!!