
Beberapa hari telah dilalui oleh Merisha dengan sangat baik di perusahaan Reyhan. Walaupun tak jarang ada saja orang menggunjing di belakang, tapi Merisha tidak peduli.
Jam istirahat Merisha selalu di lalui di ruangan Reyhan. Oleh sebab itu, banyak para wanita yang awal nya menganggap biasa menjadi menganggap Merisha memang punya tujuan lain.
Memangnya apa yang membuat seorang magang bisa keluar masuk ruangan ceo tanpa alasan yang jelas.
Bukan cuma mereka saja yang sudah bosan melihat Merisha masuk terus ke ruangan Reyhan, bahkan Merisha yang dipanggil pun sudah lelah harus ke ruangan itu.
Dia tidak bisa bebas saat jam makan siang, sekarang dia hampir setiap saat bersama terus dengan Reyhan di kantor.
Saat ini Reyhan masih rapat dengan para pemegang saham dan ini sudah jam makan siang.
Akhirnya Merisha bisa bebas, dia pergi ke kantin kantor bersama beberapa teman baru nya.
Kantin kantor terlihat riuh, garis antrian yang terlihat panjang. Apa waktu makan siang lama, kalau waktu nya habis dan mereka belum makan bagaimana pikir Merisha.
Tapi itu tidak akan terjadi karena petugaa yang menyediakan makanan sangat ahli, mereka sangat cepat dalam melayani.
Dan sekarang sudah giliran Merisha dan teman-temannya.
Setelah mendapatkan makanan masing-masing, mereka duduk di meja panjang yang masih terlihat kosong.
Mereka terlihat senang walaupun Merisha hanya sesekali menyambung apa yang mereka ceritakan.
Saat tengah menyantap makanan nya, tiba-tiba sekumpulan wanita menggebrak meja Merisha.
Dia hampir tersedak karena terkejut.
kenapa aku selalu merasa deja vu.
Bukan deja vu, tapi momen seperti ini memang pernah Merisha alami.
Merisha langsung menoleh ke arah para wanita itu, dilihat nya wajah-wajah yang tidak senang terhadap nya.
Sebelum Merisha yang berbicara, salah satu temannya berontak terlebih dahulu.
"apa-apaan ini. apa kau tidak lihat kami sedang makan".
Para wanita itu tidak menjawab, mereka masih memberikan tatapan kesal mereka pada Merisha.
kenapa lagi ini. apa ini tentang si mesum itu.
kenapa aku harus menghadapi orang-orang gila terus menerus.
Merisha menghembuskan napas kasar dan mulai bicara.
"ada apa ini". nada suara Merisha yang dingin membuat teman-temannya terkejut.
Aura Merisha seketika berubah tidak seperti tadi.
"atasan dan bawahan". jawab Merisha dengan santai.
"kalau memang hubungan mu hanya sebatas itu kenapa kau selalu pergi ke ruangan tuan Reyhan.
kau hanyalah seorang gadis berani-beraninya menggoda pria yang sudah beristri".
ohh jadi mereka tau Reyhan sudah menikah, tapi tidak tau siapa pengantin wanita nya.
"begitu. terus apa kau disini yang sudah menganggu makan ku, hanya sebagai seorang pelindung dan penjaga untuk istri tuan Reyhan. bukankah kau terlalu munafik pada diri sendiri".
Merisha berdiri dan membisikan sesuatu ke telinga wanita itu.
"bukankah kau juga suka dengan tuan Reyhan, siapa yang tidak suka dengan nya.
wajah nya yang tampan, bentuk tubuh nya yang bagus, mungkin di dalam nya lebih bagus sekali.
Dan berhenti berpura-pura baik layak nya malaikat pelindung yang menjaga suami orang".
Merisha kembali duduk, di lihat nya raut pias di wajah wanita itu.
"jika tidak ada urusan lagi, segeralah pergi. jangan ganggu aku dan teman-teman ku". Merisha kembali menyantap makanannya tidak peduli jika wanita itu sudah mendengus wajah nya memerah karena menahan amarah.
Tidak mau berlama-lama, wanita itu pun pergi di ikuti pengikut nya.
Kejadian ini menarik perhatian banyak orang, teman-teman Merisha masih merasa terkejut.
Mereka langsung menujukan mata nya ke arah Merisha yang terlihat tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
Serempak mereka bertepuk tangan untuk Merisha.
"waahh Merisha hebat sekali kau, apa kau tau kau tadi berurusan dengan siapa. mereka adalah sekumpulan wanita pecinta tuan Reyhan yang paling gila, mereka tidak akan segan-segan melukai orang yang mendekati tuan Reyhan dengan terus menerus. aku harap kau mulai dari sekarang harus berhati-hati dengan mereka".
"baiklah, terima kasih sudah khawatir. lanjutkan lah makan kalian jam makan siang hampir habis". ucap Merisha yang disambut dengan anggukan kecil dari temannya.
huuhh aku lelah sekali menghadapi ini semua.
Di sisi lain, Reyhan yang sedari tadi terlihat sumringah melihat tindakan Merisha dengan para fanatik nya. Bahkan dia mendesak Abi agar bisikan merisha terhadap wanita tadi dapat terdengar.
Dan setelah mendengar nya betapa terkejut nya dia, wajah nya memerah bahkan Abi tertawa kecil melihat tingkah Reyhan yang terlihat malu-malu.
habis kau malam ini, istri kecil ku.
Dengan senyum licik nya membuat Abi mengerti kalau Merisha akan kesakitan nanti malam.
Bersambung!!!