
Seperti yang Reyhan katakan semalam dia menyuruh Abi mengantarkan tugas untuk Merisha.
Teman-teman yang dekat dengan Merisha pun langsung mengerubungi meja itu.
Mereka baru kali ini melihat Abi mengantarkan langsung tugas pada seorang karyawan apalagi hanya karyawan magang biasanya dia menyuruh atasan mereka untuk menyampaikam sesuatu dan yang membuat mereka lebih tercengang Abi bahkan memberi hormat pada Merisha.
Itu membuat orang-orang bertanya kenapa Abi sampai segitu hormat pada Merisha.
"tugas apa yang diberikan tuan Abi".
Merisha membuka map dan melihat tugas yang menurut nya sangat mudah, tapi bagi orang lain mungkin hanya atasan yang bisa menyelesaikannya.
"apa tuan Abi tidak terlalu berlebihan menyerahkan sebuah tugas seperti ini pada karyawan magang, aku saja kurang mengerti apa yang di jelaskan di dalam nya. apa kau yakin Merisha bisa menyelesaikannya".
"hmm bukan apa-apa, aku yakin aku bisa tenang saja. terima kasih sudah khawatir". Merisha menunjukan senyum terbaik nya agar teman-temannya itu tidak khawatir tentang nya.
"baiklah. semangat". ucap teman-temannya dengan semangat supaya temannya itu ikut semangat agar bisa menyelesaikan tugas nya.
Mereka langsung bubar, pergi ke meja masing-masing.
Dan Merisha mulai bergulat dengan pekerjaan nya.
tunggu kenapa aku semangat sekali.
aku bukan memang ingin mengikuti nya ya, aku hanya ingin membuktikan bahwa otak ku mampu untuk menyelesaikan hal sulit.
haha iya itu alasannya.
Sementara Reyhan yang sedang rapat, sedari tadi terus sumringah melihat tablet yang terhubung ke cctv.
Mungkin orang di dalam rapat itu melihat Reyhan tersenyum mengira kalau penawaran mereka pasti bagusl, tapi nyata nya.
"berusaha lah lebih keras, revisi lagi dokumen ini". ucap Reyhan dan berlalu keluar dari ruang rapat.
Bahkan yang menutup rapat nya saja Abi.
"baiklah rapat ini sampai disini saja, jangan lupa perbaiki seperti yang tuan Reyhan sebutkan tadi. bubar". dengan nada datar dan wajah dinginnya, Abi pun berlalu pergi.
presdir dan anak buah sama saja. kenapa muka mereka seperti tidak ada kehidupan seperti itu, tapi tuan Reyhan mungkin sedikit berubah kalau tuan Abi seperti nya tidak ada yang berubah. Pikir orang-orang yang ada di ruangan rapat itu.
{ malam hari }
"hei kesini". perintah Reyhan sambil menepuk-nepuk kasur.
Sementara Merisha masih bernaung di sofa dengan laptop dihadapan nya.
"aku masih sibuk". ucap Merisha di balik sofa. Akhirnya Reyhan yang menghampiri Merisha, dia melihat penampilan Merisha yang berkacamata.
imut sekali.
Reyhan langsung duduk dan mencium pipi Merisha.
"kau serius sekali". ucap Reyhan sambil mengelus kedua pipi Merisha. Karena Merisha duduk di bawah sofa dan Reyhan ada di atas nya jadi jika Reyhan berbuat seperti itu dia tidak akan menganggu Merisha.
"apa yang kau kerjakan". lanjut Reyhan.
"tugas dari mu".
"kau seperti nya semangat sekali. apa kau begitu ingin ku ajak ke luar negri". goda Reyhan pada Merisha.
Sekarang sehari dia tidak menggoda istri nya itu, kesehariannya serasa tidak lengkap.
"tanpa mu aku juga bisa sendiri untuk jalan-jalan ke luar negri. aku juga tidak perlu mengerjakan tugas seperti ini. aku ini hanya ingin memamerkan kejeniusan ku, kan hal seperti ini tidak bisa di kerjakan karyawan magang biasa". ucap Merisha santai.
"ya ya ya istri ku memang hebat". ucap Reyhan sambil mengusap kepala Merisha.
"sekarang ayo tidur".
"kau duluan". Merisha yang masih fokus dengan laptop membuat Reyhan kesal. Ingin sekali dia menggendong Merisha, tapi melihat Merisha yang semangat mengerjakan tugas nya dia pun mengalah.
"cium dulu".
Merisha menghembuskan napas kasar, melayani Reyhan sama saja dengan melayani anak kecil, jika tidak dituruti maka dia akan terus minta apa yang dia mau, tidak mau tau entah orang itu suka ataupun tidak.
Merisha menyandarkan lehernya di pinggiran sofa dan meletakkan kepala nya di atas nya.
Dia melihat Reyhan yang tepat berada di atas nya.
"cepat".
Karena Reyhan belum juga meresponnya, akhirnya Merisha kesal sendiri.
"ya sudah kalau.. ".
Merisha yang hendak kembali menghadap laptop tiba-tiba tertahan karena Reyhan mengecup bibir nya.
Reyhan melepaskan kacamata Merisha dan kembali mencium bibir Merisha.
Supaya Reyhan tidak lepas kendali, Merisha mendorong bahu Reyhan agar menyudahi ciuman mereka.
"sudah. sana tidur". ucap Merisha.
Reyhan tersenyum dang mengecup kedua pipi Merisha.
"selamat tidur sayang". Reyhan pun berlalu dan pergi tidur.
Merisha tersenyum.
selamat tidur juga, narsis.
Bersambung!!!