
pesta Krisna berjalan dengan lancar.
Reyhan yang saat ini sedang duduk berdua dengan sahabatnya itu sedang membahas hal-hal yang berbau politik dan sesekali mereka bercerita tentang masa sekolah.
Sementara Merisha saat ini sedang bersama Krisha, menikmati beberapa hidangan. Dia tidak mau mendengarkan obrolan bisnis saat ini karena dia akan di serang kantuk.
"hei Merisha". panggil Krisha yang duduk di samping nya.
Merisha menoleh ke arah orang yang memanggil nya.
"ya".
"menurut mu apa alasan Reyhan memilih mu sebagai istri nya mengingat dia tidak pernah berhubungan dengan wanita-wanita di luar sana".
Mendengar pertanyaan Krisha, Merisha kembali mengingat bagaimana dia di nikahkan dengan Reyhan saat ulang tahun nya yang kedelapan belas.
Merisha mengangkat bahu tidak tau bagaimana harus menjelaskan.
Krisha yang melihat nya langsung terperangah dia yang tadi nya fokus menatap ponsel berganti melihat Merisha yang masih fokus menyeruput jus nya.
Di letakannya ponsel di meja depan mereka, dan dia merubah posisi duduk nya untuk melihat Merisha.
"kau serius tidak tau". tanya Krisha lagi untuk meyakinkan diri.
Merisha mengangguk cepat.
"apa kau tau Merisha, aku bahkan tidak bisa menebak tipe kak Reyhan saking banyak nya perempuan yang suka pada nya.
Dan pilihannya jatuh ke dirimu kau jauh dari bayangan ku tentang wanita nya kak Reyhan".
"kalau pun perbandingan antara kau dan wanita-wanita bebas di luar sana yaitu 5:20 itu untuk nilai bentuk tubuh mereka.
dan aku tau gairah kak Reyhan seberapa besar walaupun sikap nya dingin tapi mau nya banyak. bukankah begitu".
kenapa adik kakak ini bicara nya blak-blakan sekali ya.
Merisha mengangguk lagi.
"dan kau masih tidak tau apa alasan kak Reyhan memilih mu".
"yaah dia bilang ini pernikahan politik jadi ya aku terima saja lagipula ayah ku juga menginginkannya".
dan kau percaya itu. astaga kak Reyhan istri mu polos sekali.
aku yakin kalau kak Reyhan telah memberitahu ayahmu dulu sebelum kau mengetahui pernikahan politik palsu ini.
Krisha mendengus gemas pada Merisha.
Dia pun spontan mencubit pipi Merisha dan tentu saja Merisha meringis kesakitan.
"hei hei apa yang kau lakukan". suara datar Reyhan di layangkan pada Krisha yang sedang mencubit pipi istri nya itu.
Krisha pun melihat ke arah Reyhan yang masih berdiri sambil memandang tangannya yang mencubit pipi Merisha.
ck kenapa cemburuan sekali. aku juga perempuan kali.
Bukannya melepas, Krisha kembali mencubit pipi Merisha dengan wajah seringai konyol nya dilihatkan pada Reyhan.
nah nah makan ini cemburu.
"hei kau sakit, lepaskan aku". Merisha menepis tangan Krisha dan mengusap pipi nya yang bekas cubitan ringan itu.
Reyhan langsung duduk di samping Merisha dan langsung mencium pipi Merisha yang bekas cubitan krisha dan jangan lupa juga raut wajah nya saat ini sangat khawatir sehingga membuat respon beragam dari orang-orang yang di pesta itu.
Krisha dengan gelak tawa nya, Krisna dengan ekspresi masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, para tamu pria dan wanita merasa iri dengan kedekatan mereka berdua sedangkan Merisha yang sudah sangat malu sampai tidak tau mau menyembunyikan wajah nya dimana saat ini.
aku malu Reyhaaannn...
Sementara yang berbuat sama sekali tidak peduli pandangan orang lain berulang kali dia mencium kedua pipi Merisha dengan lama supaya meredam rasa sakit di pipi Merisha menurutnya.
Bersambung!!!