
Mereka memasuki ruang yang kosong dalam bianglala.
Reyhan membawa Merisha duduk di samping nya.
Wahana tersebut mulai berputar meninggalkan landasan nya. Dengan perlahan pemandangan seluruh taman bermain mulai terlihat di ketinggian.
Reyhan yang dari tadi terus memperhatikan di pemandangan dari ketinggian merasa baik-baik saja.
Dia lega karena ini tanda nya dia bukan fobia ketinggian, tapi karena memang wahana roller coster bisa membuat orang tidak nyaman.
Sementar Merisha bukan nya memperhatikan pemandangan di bawah nya, dia terus memikirkan bagaimana cara nya mengungkapkan pada Reyhan kalau dia ingin mencoba membuka hati nya untuk Reyhan.
Merisha menyandarkan kepala nya sambil memejamkan mata dengan jari telunjuk nya yang terus mengetuk-ngetuk di paha nya.
Lama Merisha melamun dan akhirnya keputusan nya sudah bulat.
Dia menghembuskan napas panjang tapi mata nya masih terpejam.
"Reyhan". panggil Merisha pelan.
Reyhan yang tadi nya masih sibuk memikirkan tentang wahana roller coster, karena mendapat panggilan dari Merisha dia pun menoleh.
"hmmm".
"Reyhan". panggil Merisha lagi.
"kau kenapa". Reyhan memperhatikan Merisha saat ini.
Dengan jari telunjuk terus bergerak dan mata yang masih terpejam.
"jangan bilang kau takut". Reyhan tertawa jahil.
Mendengar tawa ejekan dari Reyhan, Merisha langsung membuka mata dan melihat Reyhan dengan tatapan cemberut.
"sembarangan. asal kau tau ya aku sudah puas menaiki ini jadi buat ap aku takut".
Merisha kembali ke posisi nya semula dengan kepala yang menyandar ke kursi bianglala dan mata yang terpejam.
"ohh ya siapa temanmu. laki-laki atau perempuan". tanya Reyhan.
"laki-laki". jawab Merisha dengan cepat tanpa melihat Reyhan yang raut muka nya telah berubah masam.
Jika yang di bawa Merisha waktu itu perempuan Reyhan tidak akan mempermasalahkan nya, tapi beda jika itu laki-laki.
"seberapa dekat kau dengan nya".
"sangat sangat sangat dekat. Dia membawa ku kesini saat aku sedang dalam mood yang tidak bagus. Dia handal dalam menghiburku, dia selalu bisa membuat ku tertawa lepas bahkan saat aku sedih. Dan misalkan dia tidak bersama ku lagi, aku tidak akan pernah melupakan nya". Merisha mengucapkan kata demi kata dengan tenang bahkan tawa kecil menyertai nya.
"begitu. jadi kau anggap aku apa selama ini. Kau bahkan masih berhubungan dengan nya. Kau tidak memikirkan perasaan ku. Ya aku tau pernikahan ini hanya berdiri sepihak, tapi kau juga tidak bisa seperti ini". dengan suara dingin nya Reyhan tujukan pada Merisha.
Saat ini bianglala mereka berada di tempat tertinggi atau di puncak nya.
Tapi mendadak bianglala itu berhenti berputar.
Merisha pun membuka mata nya dan melihat Reyhan yang sedang marah.
"dengarkan dulu".
"ya aku selama ini memang terus berada dalam perlindungan nya, tapi aku juga tidak bisa terus berpaku pada nya. Dan saat ini dia tidak seperti dulu lagi dan aku juga sudah menikah.
Aku ingin bertanya pada mu Reyhan, apa kau benar-benar mencintai ku, atau itu hanya perasaan terlintas". tanya Merisha dengan datar membuat Reyhan yang tadi nya ingin memarahi Merisha menjadi tenang dan serius menanggapi pertanyaan Merisha.
aku sudah susah payah mencari celah agar bisa menyewa sebentar bianglala ini supaya berhenti di puncak nya.
tolong jawablah dengn jujur dan semoga apa yang aku takutkan tidak kau ucapkan.
"apa kau masih meragukan cinta ku. kau mau aku buktikan dengan cara seperti apa lagi. kau yang pertama dan terakhir untuk ku. aku tidak pernah melirik wanita lain selama pernikahan kita. aku menyukai mu saat beberapa kali pertemuan kita waktu itu. dan kau membuat ku lebih kagum pada mu saat melihat bagaimana kau menghadapi para fanatik ku. dari mana lagi kau masih ragu dengan perasaan ku". tanya Reyhan. Benar-benar mengherankan bagaimana selama ini Merisha melihat nya.
Merisha terpaku saat mendengar penjelasan Reyhan yang memang benar adanya.
"baik Reyhan aku bersalah pada mu karena tidak bisa membalas perasaan mu selama ini. Aku juga mengerti perasaan mu.
Dan apa kau tau selama ini aku menutup hati ku supaya tidak ada orang yang bisa menyakiti nya, dan hanya ayah ku yang bisa membuat ku bahagia sampai beberapa bulan yang lalu.
Haha aneh nya kenapa aku beberapa hari ini merasa perasaan ku tidak nyaman jika kau memarahi ku, aku terus merasa bersalah karena tidak bisa membalas perasaan mu".
"dan kau tau siapa laki-laki yang tidak bisa aku lupakan yaitu ayah ku. Dia membawaku kesini saat aku sedang sedih, walaupun dia bisa membuat ku tertawa tapi aku tetap saja tidak bisa lebih terbuka pada nya. aku menyimpan kesedihan ku sendiri dan memperlihatkan kepribadian kuat ku pada nya.
Dan aku dengan senang hati menceritakan ini semua pada mu. Apa kau tau alasan nya".
Mendengar penjelasaan panjang lebar Merisha Reyhan pun mengerti akan satu hal.
Kalau Merisha mencoba untuk lebih terbuka.
Reyhan menarik Merisha ke pelukan nya. Dia memeluk Merisha dengan erat.
Akhirnya penantian nya selama ini berakhir.
"Reyhan, aku akan mencoba untuk menerima mu, aku akan membiarkan kau membuat ku tertawa, dan aku akan mencoba membukakan hati ku untuk mu". ucap Merisha di balik punggung Reyhan.
Begitu mendengar ucapan Merisha yang bersungguh-sungguh, Reyhan benar-benar bahagia.
Reyhan melepaskan pelukan nya dan menatap Merisha dengan sumringah.
"kau serius". tanya Reyhan.
Dan Merisha mengangguk sebagai jawaban.
"terima kasih".
Reyhan langsung mencium bibir Merisha dengan lembut.
Dan bianglala tersebut kembali berputar.
apa ini tidak terlalu lama ya bianglala nya berhenti. terserah lah nama nya juga aku sewa sebentar.
semoga kau tidak mengecewakan aku Reyhan.
Bersambung!!!