MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Pulang



{ keesokan hari nya }


"sesudah sarapan nanti kau harus minum vitamin yang diberikan Garild". ucap Reyhan sambil menyerahkan beberapa lembar roti yang sudah di selai pada Merisha.


"baiklah".


Merisha langsung menyantap makanan nya, diselingi segelas susu dan semangkok buah di depan nya.


Dan tentu saja semua itu habis tanpa di bantu oleh Reyhan.


Dia juga menuruti perkataan Reyhan, setelah selesai dia pun meminum vitamin penguat kandungan nya.


Karena Merisha saat ini termasuk dalam kehamilan usia muda, jadi dia harus banyak mengonsumsi berbagai vitamin untuk kehamilan nya.


Setelah dirasa cukup, Merisha dan Reyhan langsung pergi ke kamar mereka untuk mengemas barang-barang karena beberapa jam lagi mereka akan pulang ke tanah air.


.


Reyhan memanggil Abi agar membawa barang belanjaan Merisha kemarin.


Merisha merasa tidak enak pada Abi karena harus membawa belanjaan nya.


Tapi Reyhan menarik pinggang nya dan membawa nya turun disusul oleh Abi yang kedua tangan nya dipenuh tas belanjaan.


Saat mereka sudah di luar villa, Merisha kembali melihat ke belakang dan ke pantai.


Reyhan menyadari kalau Merisha sudah merasa nyaman ditempat ini.


"tenang saja, kita akan kesini lagi bersama si bocah ini". ucap Reyhan lembut sambil mengusap perut Merisha.


"terima kasih". dengan senyum tulus nya Merisha berikan pada Reyhan sambil mengacak rambut Reyhan.


Reyhan pun ikut tersenyum dan memberikan ciuman lembut di telapak tangan Merisha.


Reyhan menuntun Merisha untuk masuk ke mobil.


Disusul oleh Abi yang setelah meletakan barang-barang di bagasi, dia pun masuk dan duduk di kursi pengemudi.


baiklah kita pulang.


Ayah, ibu, dan teman-teman tunggu kabar luar biasa dari ku.


Merisha masih setia melihat lingkungan sekitar villa dari jendela mobil dan disisi lain Reyhan juga masih setia menggenggam erat tangan Merisha.


semoga kebahagiaan ku tidak akan pernah habis.


Merisha tersenyum dan menyenderkan kepala nya di atas bahu bidang Reyhan.


Perjalanan menuju bandara menghabiskan waktu 30 menit jadi untuk tiduran sebentar tidaklah apa.


.


{ 30 menit kemudian }


Setelah sampai dibandara, Abi turun lebih dulu membukakan pintu mobil untuk majikan nya itu.


Reyhan pun turun disusul Merisha yang terus mengucek mata nya karena sehabis bangun tidur.


Reyhan hanya tertawa melihat tingkah menggemaskan Merisha.


dasar tukang tidur.


Setelah berjalan beberapa menit ke dalam akhirnya sampailah mereka di pesawat yang akan membawa Merisha, Reyhan serta Abi pulang ke negara nya.


Reyhan mendudukan Merisha dengan lembut di kursi penumpang sebelahnya.


Dan Abi mengambil posisi tak jauh dari mereka.


"aa mata ku berat sekali". keluh Merisha berusaha membuka mata nya dengan benar, tapi tidak bisa.


"jangan tidur lagi, nanti aku kesepian". rengek Reyhan.


"ayo kita main".


"main apa". tanya Merisha sambil menguap.


"gunting batu kertas". usul Reyhan.


"membosankan".


"tidak tidak, yang ini tidak akan membosankan".


Reyhan terus meyakini Merisha, dan akhirnya juga Merisha mau.


"gunting batu kertas".


serempak mereka menyebutkan dan hanya satu yang menang.


"nah aku menang". bangga Reyhan.


"lalu bagaimana tidak mungkin kan mau melompat-lompat


di dalam pesawat".


"siapa bilang seperti itu, permainan ku selalu seperti ini".


Reyhan memberikan kecupan di bibir Merisha.


"tidak membosankan kan". tanya Reyhan dengan senyum kecilnya.


"tentu".


Merisha pun mengikuti alur permainan Reyhan, dimana yang menang mencium wajah dari yang kalah.


"kau menang". ucap Reyhan pada Merisha.


"sekarang cium aku disini".


Reyhan menunjuk bibir nya sendiri sampai Merisha merasa ingin menjahili sedikit.


Ditangkupnya kedua pipi Reyhan dan dia pun mencium dahi Reyhan.


Tentu saja Reyhan kecewa dan itu terlihat jelas dari wajah nya.


hahahal lucu sekali.


Dan ciuman di bibir nya pun Reyhan dapatkan.


Begitupun seterusnya, perjalanan mereka dipenuhi gelak tawa.


Adakalanya Reyhan terus mencium satu tempat sementara Merisha seluruh wajah Reyhan.


Dan Abi hanya bisa melihat tanpa bisa ikut bermain.


Bersambung!!!