
Setelah beberapa saat Abi kembali dan di belakang nya seorang pelayan membawa nampan yang disitu terdapat semangkok bubur, buah dan juga segalas susu.
Merisha ingin mengambil nya tapi Reyhan tidak mengijinkan nya untuk bergerak dulu.
Dan Reyhan pun berinisiatif menyuapi bubur itu pada Merisha.
Merisha makan dengan patuh, dia fokus melihat Reyhan yang sedang serius menyuapi nya.
apa dia sudah mulai mode mengurusi ku ya.
"kenapa dari tadi kau terus melihat ku". tanya Reyhan saat memberikan suapan terakhir dan meninggalkan sisa bubur di sudut bibir Merisha.
"bukan apa-apa hanya lihat saja tidak boleh". tanya Merisha menaikan alis nya sebelah.
Reyhan mengambil buliran bubur menggunakan telunjuk nya dan dia masukan ke mulut Merisha.
Bibir yang lembut dan terasa mengemut makanan di dalam nya membuat Reyhan tidak fokus sebentar.
"hei kau dengar aku". tanya Merisha melambaikan tangan di depan wajah Reyhan.
"kau bilang apa". tanya Reyhan dengan tatapan penuh ke bibir Merisha.
"aku bertanya bagaimana kau akan mengurusku kelak". tanya Merisha dengan terus mengemut buah.
"kau tenang saja, aku ada cara khusus untuk mengurusmu".
Reyhan mendekatkan diri pada Merisha dan menempelkan bibirnya pada Merisha.
Merisha mundur sehingga ciuman Reyhan terhenti.
"aku sedang makan".
Reyhan merengkuh Merisha dan kembali menciumi Merisha.
"aku ingin tau rasa buah apa saja yang kau makan".
Merisha tidak bisa berbuat apa-apa karena tangan nya masih menancap jarum infus jadi nya tidak bisa bergerak banyak.
.
{malam hari}
Setelah infusnya di lepas Merisha merasa lebih baik dan segar.
Sekarang dia sedang merebahkan rubuh nya kasur secara sembarang, dan menatap langit-langit kamar mereka.
akhirnya aku hamil. Kenapa sekarang aku merasa bahagia sekali ya.
Reyhan baru keluar dari kamar mandi dan saat melihat Merisha terus tersenyum dengan jari-jari tangan yang terus mengetuk di perut, dia pun ikut berbaring disamping Merisha.
Dipeluk nya Merisha dengan erat dan beberapa kali dia mencium perut Merisha sehingga menimbulkan sensasi geli bagi Merisha.
"sudahlah. Aku geli jika kau terus mencium nya". ucap Merisha sambil tertawa kecil.
"jadi kau mau aku cium dimana". tanya Reyhan menggoda dengan ujung jari nya mengusap lembut bibir Merisha.
Entah kenapa Reyhan menurut dan dipeluknya erat tubuh mungil Merisha dengan wajah nya dia benamkan di dada Merisha.
"Rey". panggil Merisha
"hmmm".
"kapan kita beritahu ayah dan ibu tentang kehamilan ini".
"tunggu saat kita pulang". ucap Reyhan dengan tangan nya yang sudah mulai membuka pakaian Merisha.
"kapan kita pulang". tanya Merisha dengan sesaat dia menghentikan tangan Reyhan, tapi tidak bisa.
"seminggu ke depan".
"itu masih lama, jangan lupakan aku yang masih sekolah ini".
"hmmm kalau begitu lusa".
"baiklah".
"apa aku bisa berenang di la.. ".
"tidak".
Belum selesai sudah di potong, pikir Merisha.
"kau sedang hamil nanti kau terluka terkena karang itu bisa bahaya".
"ya ya aku tau".
"tapi, jika kau masih ingin berenang, berenang saja di kolam aku akan menemani mu".
Berenang di kolam masih bisa dia terima, tapi jika Reyhan juga ikut dia yakin Reyhan akan melakukan sesuatu.
"aku sendiri saja".
"tidak aku ikut, kenapa kau tidak menerima ku". tanya Reyhan mendongakan kepala dan menunjukan pada Merisha muka sedih nya.
"ya aku curiga saja kau bukan cuma berenang saja besok". gumam Merisha walaupun masih bisa terdengar oleh Reyhan.
Reyhan tergelak mendengar Merisha berbicara itu, dia sudah tau benar bagaimana Reyhan.
"kita lihat saja besok". dengan senyum licik nya Reyhan pasti merencanakan sesuatu.
Saat ini tubuh dua orang itu tidak tertempel satu pakaian pun dan Reyhan dengan hasrat nya yang menggebu-gebu m****** habis bibir Merisha.
untung saja fisik kuat. haha
siang nya pingsan malam nya seperti ini.
Aku kuat. hahahaha
Bersambung!!!