
Merisha, Fahra dan Daniel berada di satu kelas. Dengan tekun mereka memperhatikan pelajaran terutama Merisha yang sekarang dalam mode 'jangan ganggu'.
Merisha menggunakan kacamata khusus rabun jauh. Dia terlihat lucu dan menggemaskan apalagi fokus nya hanya melihat ke papan tulis.
Sebenarnya di kelas itu kebanyakan laki-laki sangat suka Merisha dalam mode itu. Bahkan Daniel yang sudah tau kalau Merisha itu adalah tante nya bahkan tak bisa mengalihkan pandangan nya dari Merisha.
Setelah selesai kelas, mereka bertiga keluar dan menuju kantin kampus.
Mereka duduk di meja kosong dan memesan beberapa menu.
Beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan pun datang bersamaan dengan seorang yang tak di undang menghampiri mereka tepat nya Merisha.
"siapa di sini yang bernama Merisha". dengan nada angkuh nya dia bertanya walaupun sudah tau Merisha ada di depan nya.
"ya itu aku". Merisha menjawab tanpa memalingkan muka karena dia sedang makan dengan lahap.
Wanita itu langsung melihat Merisha yang bahkan tidak melihat diri nya.
Raut kesal semakin terlihat di wajah wanita itu.
Saking kesal nya dia bahkan menggebrak meja dan membuat Merisha hampir tersedak.
"apa yang kau lakukan". teriak Fahra dan bahkan Daniel juga menunjukan raut wajah tak suka nya.
Merisha langsung menoleh untuk melihat wanita yang mengganggu makan nya.
Dilihat nya wajah yang mendengus kesal pada nya.
cantik sih tapi lebih cantikan aku. haha.
"kenapa kau mengganggu kami. Siapa kau". tanya Merisha.
"kau tidak tau siapa aku". dengan nada meremehkan sambil berkacak pinggang wanita itu memperkenalkan diri nya di depan Merisha.
"perkenalkan aku Jeis tunangan Reyhan. aku tidak tau apa hubungan mu dengan tunangan ku itu yang pasti kau mungkin hanyalah sebagai pelampiasan saja". dengan percaya diri nya wanita itu mengumumkan diri nya sebagai tunangan Reyhan.
Sementara Merisha, Fahra dan Daniel hanya memandangnya dengan tatapan aneh.
"apa maksud mu, kau sungguhan tunangan nya". akting pun di mulai dengan sangat baik oleh Merisha.
Coba saja dia masuk jurusan drama pasti sekarang dia bisa menjadi artis populer.
Air mata sudah terkandung di pelupuk mata nya, Daniel yanh melihat air mata Merisha langsung ingin beranjak dari duduk nya tapu di tahan oleh Fahra.
Daniel juga mulai marah pada Fahra karena sahabat Merisha itu tidak peduli sama sekali.
Fahra menulis sesuatu di ponsel nya dan menunjukan pada Daniel.
"jangan khawatir ikuti saja alur nya, kita lihat dulu jika wanita itu sudah keterlaluan dengan Merisha barulah kita bertindak. Dan jangan khawatir dengan air mata itu, karena Merisha pandai sekali berakting".
Daniel membelalakan mata karena baru tau kalau Merisha hanyalah berakting.
Dia melihat ke arah Fahra yang sedang tersenyum pada nya dan memberi kode agar diam.
Daniel pun duduk tapi masih terkagum dengan tingkah Merisha saat ini.
waahh perempuan ini benar-benar hebat. pantas saja paman tergila-gila pada nya dan bahkan aku juga suka dengan dia. apa lagi kekurangan nya bahkan aku gak tau.
Masih dalam mode akting Merisha sedang terisak-isak karena omongan Jeis.
Sementara Jeis tertawa penuh kemenangan karena berhasil membuat Merisha terpuruk.
"kau kau bercanda bukan dia bahkan mengatakan akan melamar ku minggu depan". dengan suara yang tersedu-sedu Merisha bukan hanya berhasil mengelabui Jeis tapi juga orang-orang yang berada di kantin itu.
Para mahasiswa yang melihat Merisha menangis mulai riuh. Entah apa yang mereka pikirkan sekarang.
"buat apa aku bercanda. kau masih kecil saja sudah berani mengambil tunangan orang lain bagaimana jika kau sudah dewasa mau jadi apa kau. Dasar anak kurang ajar apa orang tua mu tidak mengajarkan perilaku baik dalam sosialisasi pada mu".
Merisha mulai kesal karena Jeis membicarakan sopan santun yang diajarkan orang tua nya. Dia tidak pernah melanggar aturan di rumah selama hidup nya. Bahkan waktu kecil ayah nya menyewa seorang guru untuk mengajarkan tata krama pada nya. Dan dia tidak suka jika ada masalah yang membawa-bawa orang tua.
Untuk meredam kekesalan nya Merisha mengepal erat tangannya hingga kuku nya yang lumayan panjang menghantam kulit nya.
"hmm baiklah. Jika memang benar aku akan melepaskannya, tapi aku akan menyatukan kalian berdua dengan suka rela. Apa kau mau menemui ku di kafe x tempat dimana Reyhan akan berjanji melamar ku". dengan wajah memelas dibuat semaksimal mungkin oleh Merisha dan Jeis pun menuruti nya.
"baiklah. kita bertemu di kafe x saat jam makan siang". dengan wajah sombong nya wanita itu berlenggok pergi meninggalkan Merisha.
Setelah melihar Jeis yang sudah cukup jauh dari nya, akting sang arti Merisha pun berakhir.
hufft.. Merisha menghela nafas pelan, akting nya benar-benar luar biasa. Tidak ada orang yang mengetahui jika dia pura-pura menangis selain Fahra dan Daniel yang semenjak kepergian Jeis mulai bertepuk tangan dengan tatapan kagum.
Daniel menyodorkan tisu pada Merisha dan Merisha mengambil nya.
"aku baru tau ternyata kau jago sekali berakting". Daniel masih terpukau dengan apa yang dia lihat hari ini. Paman nya tersebut sungguh rugi jika tidak melihat langsung kelakuan Merisha.
"ini hanya pemanasan". kata Merisha dengan santai dan kembali duduk. Dia sudah tidak tidak mood untuk makan karena sudah dingin apalagi untuk minum.
Walaupun tidak makan dan minum mereka bertiga tetap berada di kantin, mendengarkan cerita Merisha saat dia menghadapi Jeis.
dasar si mesum itu, kenapa dia punya perempuan seperti orang gila.
apa tipe nya memang begitu, tapi aku gak gila. hmm. mungkin saja dia ingin mencoba sesuatu yang beda. memang pantas aku menjuluki nya si mesum.
{Di pesawat}
haacchi...
"kau kenapa tuan". tanya Abi yang duduk di depan tuan muda nya Reyhan.
"bukan apa-apa, mungkin cuma debu". Reyhan menatap layar laptop nya yang berisi berbagai laporan di perusahaan nya.
belum sehari kenapa aku mengingat nya.
Dasar kau istri kecil ku, kenapa kau membuat aku seperti ini. kau harus bertanggung jawab telah membuat aku seperti ini.
Abi melihat Reyhan yang terus senyum-senyum sendiri dan dia tau apa yang Reyhan pikirkan.
anda benar-benar sudah jatuh cinta, tuan muda.
Abi menghembuskan napas pelan dan kembali fokus pada pekerjaannya.
Bersambung!!!