MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Rahasia



Reyhan memutar kursi Merisha agar berhadapan dengannya, dia berlutut hanya untuk melihat wajah Merisha yang sedang menunduk.


Reyhan menangkup pipi Merisha dan mengangkat wajah itu dengan lembut.


Dia melihat Merisha yang menahan tangisannya dengan mengedip-ngedipkan mata seperti kelilipan.


Reyhan mengecup kening, kedua pipi dan mencium bibir Merisha.


Merisha hanya diam, tidak melawan juga tidak membalas.


"aku ingin memberitahu suatu rahasia pada mu". Reyhan mengelus pipi Merisha dengan lembut sehingga membuat Merisha nyaman.


"tapi kita harus pulang, aku tidak mau membuka rahasia dia tempat umum seperti ini".


Merisha mengangguk setuju dan Reyhan langsung membawa Merisha keluar dari restoran itu.


Dalam perjalanan pulang, tidak ada satupun dari mereka yang berbicara. Merisha yang sedari tadi hanya menatap keluar jendela dan Reyhan yang fokus mengemudi.


Sesampainya di rumah, Reyhan langsung menggendong Merisha untuk memasuki rumah.


"apa yang kau lakukan, ada ibu di dalam".


"biarkan saja".


Reyhan tetap melaju memasuki rumah, tidak peduli ada banyak orang yang melihat mereka tak terkecuali ibu yang hanya bisa tertawa melihat kelakuan anak dan menantu nya itu.


Merisha yang sudah tidak menahan malu memilih menyembunyikan wajah nya di dada Reyhan.


Sesampainya di kamar, Reyhan langsung duduk di sofa dengan Merisha yang belum dilepasnya sama sekali.


"apa kau tidak lelah jika terus seperti ini". tanya Merisha yang sedang duduk di pangkuan Reyhan. Dia beberapa kali ingin turun, tapi Reyhan menahannya.


"tidak, tubuh mu ini kecil sama sekali tidak terasa di kaki ku". Reyhan menghentak-hentakan kaki nya sehingga Merisha pun ikut bergerak di atas nya.


"sekarang ceritakan rahasia nya". Merisha menatap serius pada Reyhan yang saat itu masih ingin bercanda.


"huuuh, baiklah". Reyhan menghembuskan napas pelan dan dia pun menceritakan bagaimana dia memutuskan menikah dengan Merisha.


"aku memilih menikah dengan mu bukan dengan alasan pernikahan politik, tapi itu karena aku benar-benar mencintai mu. Kau ingat pertemuan pertama kita". tanya Reyhan pada Merisha disela-sela cerita nya.


Merisha mengangguk.


Pertemuan kedua kita di kantor itu, aku benar-benar tidak bis mengalihkan perhatian ku dari mu, walaupun tatapan mu jelas tak suka mengara pada ku, tapi itu tidak membuat ku untuk mundur dan aku lagi-lagi berbuat gila dengan menyewa seseorang agar sengaja menabrak mu dan aku akan menjadi pahlawannya. Tapi tanpa di duga aku tidak bisa mengontrol diriku untuk mencium mu dan kau dengan hebatnya mengeluarkan air mata palsu". cerita Reyhan terputus sebentar, dia langsung melihat Merisha yang kalap karena akting nya terbongkar.


"maaf". sambil dengan senyum terpaksa Merisha meminta maaf pada Reyhan karena kebohongannya.


"tidak apa-apa, aku juga tau kau melakukan itu untuk melindung diri". Reyhan mengusap kepala Merisha dengan lembut.


"aku lanjutkan ya. aku mendapat undangan dari ayah mu, dan itu adalah undangan ulang tahunmu, aku meminta ayah mu mengadakan pesta besar untuk mu, tapi ayah mu sendiri bilang kalau kau tidak suka pesta besar.


Oleh sebab itu, ayah mu berusaha membujuk mu untuk mengadakan pesta besar".


ohh jadi ini sebab nya ayah waktu itu membujuku untuk mengadakan pesta besar gara-gara dia rupanya.


"ayah mu berhasil dan aku juga sudah menyiapkan rencana ku untuk menikahi mu.


Aku bilang pada ayah mu jika kau bertanya kenapa kau harus menikahiku maka bilang saja bahwa ini hanyalah pernikahan politik, ayah mu sayang padamu hingga sebelum dia setuju tentang pernikahan ini dia minta aku untuk tidak terlalu mengekang mu".


Reyhan berhenti dari cerita nya saat melihat Merisha yang mulai merasa pegal di bagian punggung nya.


Reyhan melingkarkan kaki Merisha di pinggangnya dan menarik tubuh Merisha agar bersandar pada nya, gaun yang di pakai Merisha juga tidak sempit di bagian paha sehingga memudahkannya untuk membuat posisi Merisha seperti itu.


Mendapat perlakuan seperti itu tentu saja dia melawan, Merisha mendorong bahu Reyhan tapi tidak bisa, tenaga Reyhan lebih besar dari nya.


Karena tadi dia melihat Merisha sedikit sakit di bagian belakang maka dia pun mengambil inisiatif untuk menekan-nekan titik yang sakit itu.


Tangan kiri nya melingkar di belakang Merisha, sementara yang lain bekerja sebagai pereda sakit Merisha.


Merisha merasa nyaman, entah itu karena posisi nya sekarang atau tekanan tang diberikan Reyhan di belakang.


Reyhan merasa bahwa Merisha tidak lagi melakukan perlawanan, maka dia pun melanjutkan ceritanya.


"aku tulus menyukai mu, kau adalah cinta pertama ku. meskipun banyak para wanita yang mengantri hanya untuk tidur dengan ku, aku tidak pernah peduli dengan mereka. karena ayahku melarang untuk bermain dengan wanita. kau mengerti sekarang".


Tidak ada jawaban dari Merisha, bahkan napas nya teratur seperti orang yang tidur.


kau malah tidur saat aku mengungkapkan isi hati ku sebenarnya, di bagian mana kau mulai tidur. anak ini benar-benar menguji.


Bersambung!!!